ZIONISME, MUSUH ABADI UMAT ISLAM (2)
Abdullah Hehamahua
Pasukan TNI yang berada dalam Tim Keamanan PBB di Libanon mendapat serangan dari pasukan Israel. Tiga prajurit TNI gugur terkena tembakan tentara Israil.
Israel, seperti biasa, mengatakan, terbunuhnya tiga prajurit Indonesia itu karena kecelakaan teknis. Sama dengan alasan mereka mengebom SD dan rumah sakit di Teheran, bulan lepas.
Para ahli sejarah berpendapat, bangsa Yahudi yang mengembangkan ideologi zionisme, punya satu tabiat, “berbohong, memfitnah, merampok, dan membuat kerusakan di bumi.” Allaah SWT berfirman:
“Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, “Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS Al Isra:3).
Penulis dalam kontek ini mengkomunikasikan tiga pola Deislamisasi sebagai gerakan zionisme internasional. Artikel seri kedua ini mengkomunikasikan pola pertama, yakni Deislamisasi Konsepsional.
ย ย ย Deislamisasi konsepsional adalah pola penghancuran umat Islam sedunia melalui ideologi, konstitusi, dan Peraturan Perundang-undangan di seluruh dunia. Sebab, ada 10 orang keturunan Yahudi, pasca kejatuhan khilafah Islam yang mengembangkan ideologi materialisme, kapitalisme, sekularisme, dan komunisme.
Mereka adalah: Sergei Brin (penemu Google), Bill Gates (Microsoft), Mark Sulkerberg (Facebook), Albert Einstein (Teori Relativitas), Theodore Mainman (sinar lazer), Robert Opper Henver (bom atom), Edward Teller (bom hidrogen), David Ricardo (teori kapitalisme), Karl Marx (ideologi komunisme), serta Mayer Araschel Rothschilo (bank dan pasar uang).
Itulah sebabnya, berita-berita yang merugikan nonmuslim, tidak disiarkan. Israel dan sekutu-sekutunya dibenarkan memiliki bom nuklir tapi negara Islam dilarang mengembangkannya.
Deislamisasi dan Materialisme
Pencetus utama ideologi materialisme dialektis dan historis yang paling berpengaruh dalam sosial-politik modern adalah Karl Marx dan Friedrich Engels. Mereka kembangkan pemikiran bahwa, materi adalah primer, sedangkan ide atau kesadaran adalah sekunder. Namun, akar filsafat materialisme sudah dimulai sejak Yunani Kuno oleh Demokritos.
Namun, sejarah mencatat, bangsa Yahudi sudah menetap selama 2.300 tahun di Yunani, sehingga, filsafat materialisme karya filsuf Yunani, bercampur dengan pemikiran kelompok Yahudi yang menuhankan materi.
Hal ini dibuktikan dengan fakta, umat Yahudi pernah menyembah anak patung sapi ketika mereka ditinggal sebentar oleh nabi Musa AS. Allaah SWT berfirman:
“(Ingatlah) ketika Kami menjanjikan (petunjuk Taurat) kepada Musa (melalui munajat selama) empat puluh malam. Kemudian, kamu (Bani Israil) menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahan) setelah (kepergian)-nya, dan kamu (menjadi) orang-orang zalim.” (QS Al Baqarah: 51).
Bahkan, ketika nabi Daud dan Thalut meminta mereka untuk bersama-sama menyerang musuh yang dipimpin Jalut, mereka tidak mau ikut bersama. Allaah SWT berfirman:
” Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat ketika mereka berkata ke seorang nabi mereka, “Angkatlah seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah.” Nabi mereka menjawab, “Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga?” Mereka menjawab, “Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?” Namun, ketika perang itu diwajibkan atas mereka, mereka berpaling, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim” (QS Al Baqarah: 246).
Kecintaan Yahudi terhadap dunia juga dibuktikan dengan ditinggalkannya perintah beribadah pada hari Sabtu, karena mereka mengejar banyaknya ikan yang muncul pada hari sabtu. Allaah SWT berfirman:
” Tanyakanlah mereka tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, (yaitu) ketika datang ke mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka bermunculan di permukaan air. Padahal, pada hari-hari yang bukan Sabat, ikan-ikan itu tidak datang ke mereka. Demikianlah Kami menguji mereka karena mereka selalu berlaku fasik (QS Al A’raf: 163).
Deislamisasi dan Kapitalisme
Adam Smith dalam bukunya The Wealth of Nations ( terbit 1776) mengampanyekan ideologi kapitalisme. Ideologi ini lahir sebagai perlawanan terhadap dominasi gereja.
Operasionalisasinya, berkembanglah ekonomi pasar yang dikuasai para pemodal.
Karl Marx, keturunan Yahudi, bahkan ayahnya seorang Rabi, berdasarkan penomena dan ayat-ayat Qur’an di atas, bersama Friedrich Engels, merumuskan materialisme dialektis. Mereka memandang materi lebih penting dari ide dan spritual. Itulah sebabnya, yahudi yang tampil dengan ideologi zionisme yang mengutamakan materi, tidak merasa berdosa ketika membunuh dan mengusir penduduk Palestina dari kampung halamannya. Itulah pula yang terjadi dengan penyerangan Israel dan AS ke Iran yang membunuh ratusan murid-murid SD di Teheran.
Bahkan, sejak tahun lalu, Israel telah membunuh 75.000 penduduk Ghaza. Di antara mereka, tercatat 20.000 anak-anak dan 1.700 tenaga medis. BPS Gaza juga mencatat, 11.000 orang hilang yang diyakini mereka tertimbun bangunan yang runtuh.
Namun, sebelumnya, David Ricardo yang pertama mengenalkan istilah KAPITALISME dalam bukunya “Prinsip Ekonomi, Politik, dan Perpajakan” (1817).
Konsep ini melahirkan ekonomi pasar yang liberal sebagai perlawanan terhadap dominasi gereja. Konsekwensinya, ekonomi dunia dikuasai para pemodal yang kemudian belakangan muncul dengan gelar oligarki.
Deislamisasi dan Sekularisme.
Sekuler secara bahasa berasal dari perkataan Latin, SAECULUM.
Saeculum punya dua arti ditinjau dari aspek tempat dan waktu.
Saeculum dari aspek tempat, bermakna, “yang penting di sini, bukan di sana.” Maknanya, yang penting kehidupan di dunia, bukan di akhirat.
Arti kedua, “yang penting sekarang, bukan nanti kemudian.” Maknanya, yang penting ketika masih hidup, tidak perlu kehidupan sesudah mati.
Ideologi sekularisme ini dipopulerkan oleh George Yacob Holyoake pada abad 19M.
Negara-negara Islam atau yang berpenduduk mayoritas Islam, pasca kejatuhan khilafah, terjebak dalam ideologi materialisme, kapitalisme, liberalisme dan komunisme. Indonesia, sejak masa orde lama sampai sekarang, berganti dari ideologi komunisme, kapitalisme, dan sekarang zionisme. Sebab, pertama kali dalam sejarah, Indonesia duduk semeja dengan Israel dalam BOP, tindakan yang melanggar konstitusi di mana Indonesia adalah negara nonblok. (bersambung) (Depok, 2 April 2026)

