Zionisme,Musuh Abadi Umat Islam (11)

April 22, 2026

ZIONISME, MUSUH ABADI UMAT ISLAM (11)

Abdullah Hehamahua

Seri ini merupakan edisi terakhir dari artikelku kali ini. Maknanya, ia merupakan sari pati dari 10 artikel sebelumnya, yakni:

1. Sejarah Zionisme

Zionisme adalah ajaran ateis yang berasal dari sekelompok Yahudi yang mengkultuskan Uzair sebagai anak tuhan. Pengkultusan tersebut berkembang menjadi satu entitas fanatik yang kemudian berkhayal untuk menjadi penguasa dunia.

Zionisme, secara formal didirikan oleh Theodor Herzl pada akhir abad ke-19 di Eropa. Ia berakar dari kerinduan religius dan budaya Yahudi untuk kembali ke Yerusalem (Zion).

2. Tujuan Zionisme

Theodor Herzl berkhayal, dibentuknya Zionisme agar terciptanya negara Israel Raya. Sebab, menurutnya, ada ayat Qur’an dan Taurat yang mengisyaratkan hal tersebut. Allah SWT berfirman:

“Wahai kaumku (Bani Israil), masuklah ke tanah suci (Palestina/Baitulmaqdis) yang telah Allah tentukan bagimu…”.(QS Al Maidah: 21).

Namun, mereka membangkang perintah Allaah SWT sehingga dilaknat dan diusir dari wilayah tersebut.

Allah) berfirman, “(Jika demikian), maka (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka janganlah engkau (Musa) bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.” (QS. Al-Ma’idah: 26).

“Dan Kami wahyukan kepada Bani Israil dalam Kitab itu, ‘Kamu benar-benar akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka, apabila datang saat (hukuman bagi) kejahatan yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang memiliki kekuatan besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Itu adalah janji yang pasti terlaksana.”
(QS Al-Isra’ : 4-5).

“…dan sebagian dari mereka (dijadikan) kera dan babi dan (sebagian lagi) menyembah thaghut. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” (QS Al Maidah: 60).

Memang, ada ayat Taurat yang menyebutkan janji Allaah mengenai wilayah Palestina. Namun, janji itu bukan khusus untuk Bani Israel tapi anak keturunan nabi Ibrahim yang terdiri dari Ismail dan Ishak.

“Tuhan membuat perjanjian dengan Abraham dan menjanjikan tanah dari sungai Mesir hingga sungai Efrat kepada keturunannya.” (Kejadian 15: 18-21).

3. Sasaran Zionisme

Zionis dalam mencapai tujuannya menetapkan sasaran yang gila yakni, hancurnya umat Islam di mana saja.

4. Target Zionisme

Pemimpin zionis dalam mencapai tujuan dan sasaran perjuangannya, maka target yang harus dicapai adalah pengendalian pendidikan, politik, dan ekonomi global.

Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa Yahudi yang kuliah di universitas termaju dunia.
Sepuluh Universitas terbaik dunia hasil survei 2026 adalah: Massachusetts Institute Tachnology, Imperial College London, Standford university, university Oxford, Harvard university, university of Cambridge, ETN Zurich, National University of Singapore, university colledge London, dan California Institute of university.

Data menyebutkan, 10% mahasiswa dari universitas rangking 1 dunia tahun 2026, Massachusetts Institute Technology (MIT) adalah keturunan Yahudi.
Di universitas rangking 5 dunia, Harvard university, jumlah mahasiswa Yahudi mencapai angka 10%.
Mahasiswa Yahudi juga aktif di universitas rangking 3 dunia, yakni Standford university.

Di university College London, universitas rangking 8 dunia, ada program studi sejarah Yahudi dan mengakui kontribusi komunitas Yahudi di Inggris.
Bahkan, di Berkeley university, salah satu universitas terkenal di AS, mahasiswa Yahudi mencapai 8 persen.

5. Strategi Zionisme

Zionisme dalam mencapai tujuannya menggunakan strategi; kerjasama dengan siapa saja, yang penting umat Islam dapat dihancurkan. Mereka tidak perduli, apakah mitra juangnya, komunisme, kapitalisme, nasrani, hindu atau budha, yang penting, umat Islam dihancurkan.
Kasus Afghanistan adalah salah satu contoh konkrit. Sebab, AS. bekerjasama dengan Osamah dan Mujahidin Afghanistan guna melawan Uni Soviet. Namun, setelah Uni Soviet berhasil diusir, bukan Mujahidin yang diserahi memimpin Afghanistan, agen AS yang diangkat jadi presiden Afghanistan.

6. Taktik Zionisme

Zionisme dalam mencapai tujuannya, menggunakan taktik adu domba dan fitnah
Mereka fitnah Irak punya tenaga nuklir sehingga diintervensi, bahkan Sadam Husein, dibunuh.
Zionisme punya keahlian dalam mengadu domba sesama umat Islam. Israel menanda-tangani perjanjian damai dengan Mesir kemudian Mesir menutup perbatasan negerinya dengan Palestina.

Di indonesia, mereka menyusuf ke dalam NU kemudian memfitnah Muhammadiyah.

7. Model Zionisme

Zionisme internasional dalam mencapai tujuan, sasaran, strategi, dan taktik, menerapkan tiga model yakni:

7.1 Deislamisasi Konsepsional

Penghancuran umat Islam melalui model ini dilakukan dengan cara: (1) Ideologi; undang-undang, dan kebijakan yang diterapkan, bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Model ini berlaku di negara2 Islam Timur Tengah di mana sistem pemerintahannya monarki, bukan negara musyawarah.

(2) ideologi, undang2, dan kebijakan yang diterapkan bertentangan dengan UUD negara terkait. Model tsb berlaku di Indonesia di mana Peraturan Perundang2an dan kebijakan yang diterapkan, bertentangan dengan UUD, 18 Agustus 1945. Salah satu caranya, UUD45 diamandemen menjadi UUD 2002.

7.2 Deislamisasi Operasional

Penghancuran umat Islam melalui model ini dilakukan dengan dua cara, yakni: (1) Program yang menjauhkan umat Islam dari aqidahnya, seperti KB, riba, serta pajak; (2) Program yang menjauhkan umat Islam dari pemimpinnya. Salah satu caranya, presiden dan kepala daerah dipilih melalui Pilpres dan Pilkada, bukan menggunakan sistem musyawarah.

7.3 Deislamisasi Personil

Zionisme dalam model deislamisasi personil adalah proses penghancuran umat Islam dengan menempatkan pejabat yang: (1) Muslim, tapi tidak paham ajaran Islam; (2) Muslim, paham Islam, tapi anti Islam sebagai ideplogi negara: dan (3) Nonmuslim.

Pemimpin jenis ini biasanya menempati kementerian strategis seperti: Bappenas, Keuangan, Militer, dan Intelijen.

Simpulannya, Indonesia dapat dibebaskan dari zionisme internasional jika:

1. Indonesia kembali ke UUD 18 Agustus 1945.
2. Umat Islam jangan membeli produk luar negeri khususnya AS, Israel, dan China, baik secara online maupun offline di mal, supermarket, indomart, dan alfamaret. Belanjalah di pasar tradisional.
3. Umat Islam hendaknya mengkonversi tabungannya di bank ke logam mulia kemudian simpan di savety box bank syariah.
4. Umat Islam berhenti merokok.
5. Umat Islam jangan lagi memilih caleg, capres, dan kepala daerah yang berasal dari partai2 yang ada sekarang di DPR
6. Negara2 anggota OKI keluar dari PBB dan membentuk PBB sendiri. Ia dimulai dengan membentuk Dewan Imamah Daerah, nasional, regional, dan internasional. Itulah awal dari kembali ke khilafah Islam. Semoga !!! (Tamat) (Depok, 21 April 2026)