๐— ๐—˜๐—ฅ๐—จ๐—š๐—œ ๐—๐—”๐——๐—œ ๐—ฅ๐—”๐—ž๐—ฌ๐—”๐—ง ๐—œ๐—ก๐——๐—ข๐—ก๐—˜๐—ฆ๐—œ๐—”

April 17, 2022

Ulasan sederhana
๐˜œ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜š๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ธ๐˜ข๐˜ต๐˜ช

Sebuah kenyataan yang menyakitkan…..

๐˜›๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ข….
Masyumi harus bersikap, harus miliki Renstra Pembangunan yang jelas.
Rakyat menunggu gagasan dan ide pro rakyat pro NKRI yang konstitusional

๐—ฅ๐—ฎ๐—ธ๐˜†๐—ฎ๐˜ ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—ป ๐— ๐—ถ๐˜€๐—ธ๐—ถ๐—ป

Sejak tak berfungsinya Koperasi Unit Desa, lumbung Desa dan Bulog maka petani dan rakyat desa terus tertekan oleh kebijakan rezim yang ๐˜๐—ฒ๐—ด๐—ฎ terus meraup duit rakyat. ๐—ž๐—ฒ๐—ต๐—ถ๐—ฑ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐˜๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ธ karena lumpuhnya Koperasi Unit Desa dan tak berfungsinya Lumbung Tani dan juga melemahnya Bulog.
Di samping tertekan rakyat desa pun kian terpapar lagi akibat kenaikan BBM, harus urus BPJS saat melepas tanah warisan untuk menyambung hidup dan lagi terjerat dengan pengenaan Ppn hasil pertanian.
Rezim haus dana untuk bayar hutang dan proyek yang “muluk-muluk”, akibatnya timbul macam-macam pajak dan menerjang pula ekonomi Desa.

๐—”๐˜€๐—ผ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ต ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ yang tadinya bertujuan untuk dukung rakyat, diplesetin menjadi dukung Presiden Tiga Periode. Kenyataan ini sangat ironis, karena nyatanya struktur ekonomi dipreteli, dan akan merusak para Lurah jadi berpolitik untuk kelanggengan keluasaan.
Kandungan tanah Desa diketahui bernilai triliunan diraup dengan murah untuk kepentingan kapitalis, sementara Bila harus alih profesi diluar pekerjaan tani pun mulai direbut TKA

Janji Nawacita hanya buih kampanye rezim untuk pencitraan pro rakyat.
Pencitraan wajah culun, lugu dan tampilan mengecoh perhatian rakyat kecil.
Seluruh janji rezim hanya impian yang menguap.

Data kemiskinan tunjukkan 28 juta rakyat tak bermasa depan, hidup di bawah garis kemiskinan. Belum lagi menghitung lenyapnya lapangan kerja, rata2 pendidikan rendah dan kesehatan yang dibayangi stunting.

Ini kah wajah rakyat desa Indonesia yang akan genap 77 tahun merdeka pada 17 Agustus 2022.

๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฐ๐—ฎ๐˜๐—ผ๐—ฟ ๐—˜๐—ฐ๐—ผ๐—ป๐—ผ๐—บ๐—ถ ๐—ท๐—ฒ๐—ฏ๐—น๐—ผ๐—ด

Meski berpoles kalimat bahwa proporsi hutang luar negeri terhadap PDB tak berbahaya atau dibandingkan pendapatan fiscal.
Namun toh nyatanya November 2022 harus ngutang lagi untuk bayar bunga hutang. Total hutang Rp 17.000 triliun lebih tak cukup, meski diperkirakan baru bisa lunas di tahun 2050.
๐—œ๐—ป๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ธ๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐˜๐—ฎ , ๐—ฟ๐—ฒ๐˜‡๐—ถ๐—บ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ด๐—ฒ๐—ฟ ๐—ถ๐—ป๐˜ƒ๐—ฒ๐˜€๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ

Bagaimana Menteri Keuangan yang konon terbaik di dunia itu harus berkelit. Pemerintah gagal jadi Manager Investasi.

Diawali dari cita- cita luhur dan pandangan yang jauh menembus waktu, para pendiri bangsa ini membangun pondasi Pembangunan NKRI dengan UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara.

Dengan pengertian Rakyat sebagai Pemegang Saham Indonesia, maka dari setiap Pemilu, melalui bilik ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—น telah memilih partai, caleg dan kemudian presiden.
Dimana dari setiap hasil Pemilu juga menunjukan keikhlasan Rakyat untuk menyerahkan kepada pemenangnya untuk mengurus NKRI ini dengan penuh kepercayaan. Rakyat rela menitipkan ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—ธ dan juga ๐˜€๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—ธ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ untuk dikelola dengan bersendikan UUD 45 dan Pancasila

Tetapi kenyataanya rakyat Indonesia terus menelan kerugian dan bahkan kini hanya sekelas Timor Leste. Dari masa Orla, rakyat pilih Masyumi tetapi kelihaian otak Komunis telah pengaruhi Presiden untuk pilih ide Nasakom yang akhirnya menyebabkan pimpinan Masyumi pilih mati suri dengan bermutasi mendirikan berbagai ormas Islam untuk menanti saat yang tepat kembali terpanggil untuk NKRI.

Kerugian besar rakyat sebagai pemegang Saham mulai terjadi.
Ulama dan TNI beserta relawan harus membayar dengan jiwanya agar Indonesia bebas Komunis.

Orba, membenahi ekonomi melalui Repelita, kehidupan pedesaan ditata dengan UUD 45, kesehatan bayi sampai Balita tertata melalui Puskesmas, tetapi toh rakyat merugi lagi ketika perekonomian mulai bergerak ke kapitalisme dan pasar bebas.

Semua instrumen ekonomi bangkit di masa Orba tetapi oligarki juga mulai lahir dan tumbuh. Pembangunan ekonomi nampak jelas, tetapi di sisi demokrasi tak berjalan, dan harus akui Pancasila azas tunggal, tujuannya mungkin untuk perangi bahaya laten komunis. Tetapi demokrasi alami kemunduran.

Rakyat nikmati harga kebutuhan pokok yang murah, Repelita berjalan lancar, tetapi masih merugi karena income per capita masih rendah, padahal nilai kekayaan alam Indonesia tak akan terhitung sampai kiamat.

Kerugian rakyat ternyata makin besar karena setiap ganti rezim hutang terus bertambah dan celakanya asing kian kuasai sumber daya alam melalui KKN.

Ironis, bila melihat sebagian wisatawan asing, penikmat keindahan Indonesia ternyata adalah para pensiunan yang bahagia karena bisa keliling dunia.

Di Indonesia keadaan berbalik, para pensiunan gigit jari tak cukup simpanannya untuk berwisata bahkan mengelilingi keindahan alam Indonesia saja tak mampu.
Ironis. Yang bisa dilakukan adalah umroh dan haji itupun biayanya relatif mahal, sehingga harus menabung puluhan tahun.

Rata- rata rakyat Indonesia sampai pensiunpun hidup tetap pas2an karena rezim- rezim yang terpilih gagal memakmurkan rakyat nya.

๐—ง๐—œ๐—ง๐—œ๐—ž ๐—ž๐—ฅ๐—œ๐—ง๐—œ๐—ฆ

Saat ini paling mengkhawatirkan, bahkan ada prediksi Indonesia akan terhapus dari peta dunia politik, karena kebodohan, kerakusan, ketamakan dan haus kekuasaan dari rezim. Moral dan Akhlak yang ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ต, menghancurkan cita- cita pendiri bangsa, bak kumpulan preman yang bergantian urus negara. Kapankah rakyat menikmati keuntungan, bebas hutang, gemah ripah seperti yang telah dinikmati rakyat- rakyat di negara lain???
Rakyat negara lain meski miskin sumber daya alam, iklimnya tak bersahabat dan lebih kecil wilayahnya tetapi pemerintahnya lebih amanah dan bekerja keras sehingga income per capita nya tinggi.
Bahkan nilai tukar uang nya di atas Rupiah, bayangkan negara sekecil Mauritius, income per capita nya jauh berkali lipat banding Indonesia yang miliki 17.000 pulau lebih.

Pengusaha China perantauan kuasai politik dan ekonomi

Bukan hoax, tetapi kenyataan yang memilukan bahwa mendekati 77 tahun umur NKRI ini, ternyata hanya dapat dinikmati oleh pengusaha China Perantauan.
Mereka kini dijuluki Sembilan Naga, tiap hari, tiap saat dikeluhkan di medsos, tetapi tak bergeming, karena mereka telah mencemkramkan kekuatannya sejak hampir empat decade di Bidang ekonomi dan kini merambah ke dunia politik. Bagaimana nasib NKRI di usia 100 tahun nanti, yang tinggal 23 tahun lagi. Jangankan 100 tahun, mungkin bisa jadi mulai RT/ RW/Lurah terus sampai Presiden adalah keturunan China.

Apakah masih mampu NKRI keluar dari cengkraman oligarki???

Bagaimana caranya agar rakyat Indonesia umumnya dan di pelosok desa dapat menikmati keuntungan??
Jawabannya HARUS BISA, kalau tidak, rakyat yang mayoritas muslim hanya akan jadi jongos ekonomi, politik dan bahkan mungkin bakal kehilangan keluhuran budaya ketimuran.

Para pengamat, pakar, cerdik pandai, ulama tersedia dan terus bersuara tetapi tetap lemah bila tak bersatu padu menjadi kekuatan politik dan ekonomi yang solid.

Maka melihat kondisi saat ini hanya Masyumi Jawabannya .
Para pendiri Partai Masyumi membuktikan kehebatannya dan amanah nya sebagai bagian dari pendiri bangsa dan penyelamat NKRI. Tokoh Masyumi adalah tokoh- tokoh bangsa, pemikir, pemersatu dan peletak dasar ekonomi kerakyatan.
Babe Ridwan Saidi pun memberi kode keras bahwa saat nya Partai Masyumi yang dikenal sebagai penuh ide dan gagasan intelektual dan menomersatukan kepentingan bangsa dan negara bangkit kembali.
Rakyat muak dengan politik uang, kualitas wakil rakyat yang rendah di DPR dan MPR dan tak mampu perjuangkan hak- hak dan kebutuhan rakyat.
Politik santun elegant akan kembali menjadi pilihan, setelah menyaksikan sendiri partai- partai politik yang besar tak berkutik dan tak bernyali hadapi oligarki. Para wakilnya hanya menjadi tukang stempel untuk loloskan RUU- RUU yang merugikan rakyat.
Tidak ada waktu lagi bagi kader Masyumi untuk benar2 membuktikan bahwa genre baru Masyumi. menyambut tongkat estafet dan merasa terpanggil untuk bekerja keras untuk kembali menyelamatkan NKRI
Masyumi harus merebut setiap jengkal wilayah untuk bersama- sama membangun sinergi. Siapakah Masyumi?
Masyumi adalah setiap Muslim dan Muslimat yang selama ini tanpa sadar menjadi konsumen dan obyek yang membesarkan bisnis oligarki di seluruh pelosok tanah air.
Never late than nothing untuk berani berdiri tegak dan tegas berpihak kepada kebenaran yang hakiki.
Inshaa Allah dengan potensi kekuatan yang luar biasa rakyat Indonesia akan mulai memetik hasil dan tak lagi merugi sebagai pemegang saham NKRI.
Indonesia Baldatun
Thayyibatun Wa rrabun Ghafur
(๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช ๐˜๐˜ฏ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ธ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ)