๐—œ๐—ก๐——๐—ข๐—ก๐—˜๐—ฆ๐—œ๐—” ๐—”๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› ๐—ฃ๐—ข๐—ฅ๐—ง๐—ข๐—™๐—ข๐—Ÿ๐—œ๐—ข ๐—œ๐—ก๐—ฉ๐—˜๐—ฆ๐—ง๐—”๐—ฆ๐—œ ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ก๐—š๐—ž๐—”๐—ก ๐—•๐—”๐—š๐—œ ๐—ฅ๐—”๐—ž๐—ฌ๐—”๐—ง ๐—ฆ๐—”๐— ๐—ฃ๐—”๐—œ ๐—ž๐—œ๐—”๐— ๐—”๐—ง

April 26, 2022

๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข
Ulasan sederhana
๐˜œ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜š๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ธ๐˜ข๐˜ต๐˜ช

Lanjutan dari ulasan ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข
Merugi Jadi Rakyat Indonesia, maka di ulasan kedua ini membuka lebih dalam kegagalan para rezim mengoptimalkan kekayaan alam Indonesia di jalan yang benar sesuai UUD 45 dan dasar negara Pancasila

Semenjak NKRI disematkan, maka para pendiri Bangsa menandai sebagai negara kesatuan yang melingkupi 17.000 pulau lebih.

Tidak satu pun dari para pendiri itu mengklaim atau lewat keturunannya untuk menuntut kekayaan alam walaupun kecerdasan dan pengetahuan mereka sangat tahu, untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

Di saat NKRI lahir, para pendiri bangsa sadar bahwa wilayah Indonesia yang pernah menjadi bagian dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada ” Bhineka Tunggal Ika” yang konon kekuasaan Majapahit saat itu sampai Kamboja bahwa negeri kepulauan ini merupakan anugerah tak ternilai harga nya bagaikan ratna mutu manikam dan dilewati sabuk Khatulistiwa. Sabuk Khatulistiwa ini adalah anugerah yang luar biasa yang contoh terkecilnya adalah, bahwa lahan di kiri kanannya adalah bagian terbaik di dunia untuk ditanami kelapa sawit, yang ternyata dengan salah urus justru dimiliki oligarki dan menjadikan kartel minyak goreng yang relatif mahal harganya, padahal menjadi kebutuhan utama dapur seluruh Indonesia. Betapa kejamnya kapitalisme.

Bangsa Pelaut dan gagah berani

Bahkan lebih 2.000 tahun lampau Seorang filsuf Yunani, Plato, pada 360SM sudah menulis dari hasil mendengar pembicaraan Socrates dengan Timatios dan Cristias, adanya suatu negeri yang luar biasa indah, mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun.
Bahkan disinyalir bahwa benua Atlantis yang berperadaban tinggi yang lenyap terendam laut, berada di wilayah Indonesia.
Bahkan 60 bukti pun dinilai cukup sehingga diterbitkan Atlantis The Lost City in Java Sea yang ditulis oleh Dhani Irwanto atau hasil penelitian 30 tahun yang menghasilkan kesimpulan dari Prof. Ariyos Nunes dos Santos dan dibukukan
Atlantis: The Continent Finally Found
Namun di sini kita tidak membahas Atlantis, tetapi penduduk Indonesia di masa silam telah mampu membaca pergerakan bintang untuk memastikan siklus bertani.
Pembengkokan sejarah oleh Penjajah pun dalam beberapa dekade terus terbukti bahwa Penjajah Dan kawan2 nya sering dengan sengaja membengkokan perjalanan sejarah Indonesia baik dari keberadaan kerajaan dan juga masuknya agama Islam ke Indonesia, dan saat ini di rezim ini, sejarah berulang kembali, terutama mengenai agama Islam dan penyebarannya, dihidupkan opini anti Arab, istilah Kadrun diangkat lagi oleh para begundal dan puncaknya adalah menggolkan paham Islam Nusantara, tentunya Sultan Agung, Sunan Kalijaga akan terkejut bila upaya mereka mensyiarkan agama Islam menjadi Islam Nusantara, memang sudah “kebacut”

Di dalam hal Kebudayaan, Indonesia adalah surga, segala kearifan local dari Sabang sampai Merauke adalah harta tak ternilai bagi kehidupan Rakyat Indonesia

Istilah “Gemah Ripah Loh Jinawi” juga merasuk jiwa leluhur dan nenek moyang bangsa Indonesia yang juga sudah dikenal oleh bangsa Mesir, penduduk benua Eropa, America dan bahkan Africa sebagai Bangsa Pelaut yang gagah berani.
Dapat disimpulkan bahwa Para pendahulu Bangsa Indonesia adalah manusia pemberani, tegas berwibawa dan bukan tamak, kemaruk dan gila kekuasaan, bahkan mereka mewariskan secara utuh dan bahkan hingga jiwa raga mereka untuk kemandirian Nusantara.
Dan kemudian ratusan kerajaan dan kesultanan di seluruh pelosok tanah tidak pernah mewariskan bahkan membuat prasasti untuk kuasai bumi Nusantara untuk kelompoknya sendiri.
Namuh penjajah yang secara beruntun lah memecah belah kekuatan di Indonesia agar tidak ada perlawanan berarti untuk mengusir mereka.

VOC yang adalah satu usaha BUMN Belanda mendarat di Indonesia dengan membawa juga politik busuknya untuk bercokol dan akan terus mencari keuntungan ribuan kali bagi negaranya.
Giliran kedua Jepang, menyamar menjadi saudara tua, ternyata lebih kejam dari kompeni, dan ditakuti juga oleh tentara sekutu. Namun Allah SWT mencukupkan semuanya dengan ledakan bom atom di Hirosima dan Nagasaki.

Di Indonesia saat itu prahara masih menyala meski Soekarno- Hatta telah memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 yang bertepatan pada bulan Ramadhan, sekutu tak rela Indonesia merdeka.
Maka ulama, santri membaur dengan tentara pelajar Arek Suroboyo berjuang relakan jiwa raga dengan pekikan takbir di tanggal 10 November 1945 melawan Sekutu yang bersenjata modern, adalah tepat tiga hari setelah Kongres Umat Islam lahirkan Partai Masyumi di Yogyakarta.

Umat Islam selalu berada di garda terdepan pertahankan NKRI dan itu fakta sejarah sejak Mataram menyerang Batavia di tahun 1641.

๐—ช๐—”๐—ฅ๐—œ๐—ฆ๐—”๐—ก ๐—ฃ๐—˜๐—๐—จ๐—”๐—ก๐—š ๐—ก๐—ž๐—ฅ๐—œ
๐—•๐—จ๐—ž๐—”๐—ก ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐—ข๐—Ÿ๐—œ๐—š๐—”๐—ฅ๐—ž๐—œ

Setelah peristiwa 10 November 1945 yang gegerkan dunia dengan terbunuhnya Jendral Mallaby, maka di saat ini lah Allah SWT menyudahi kiprah para penjajah, melalui sebagian para priyayi yang berpikiran maju, berbudi luhur menyiapkan kemandirian sejati untuk Indonesia ke depan.
UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara adalah hasil pemikiran orang- orang religius dan berjiwa besar, di mana mereka ini adalah para tokoh pendiri Partai Masyumi.

Bila mereka berpikir seperti oligarki atau Peng Peng, maka bumi Nusantara hanya kumpulan dari konglomerasi dunia dan badan usaha pemerintah negara- negara maju yang berbagi lahan untuk keuntungan mereka.

Latar belakang sejarah bumi Nusantara dan jasa para pahlawan yang lahir dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia ini sebenarnya sangat cukup mengisi jiwa para pemimpin rezim yang bergantian di Indonesia ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐˜„๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—ธ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฏ๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ต ๐—ฏ๐˜‚๐—บ๐—ถ ๐—ก๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐— ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ธ ๐—ป๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐—ฎ๐—ธ ๐—ฅ๐—ฎ๐—ธ๐˜†๐—ฎ๐˜ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐—ธ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—น ๐Ÿฏ๐Ÿฏ ๐—จ๐—จ๐—— ๐Ÿญ๐Ÿต๐Ÿฐ๐Ÿฑ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ ๐—ก๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ.

Adalah tugas bagi pemerintah dan seluruh jajarannya hingga ke tingkat daerah berupaya keras agar rakyat Indonesia hidup dalam kondisi adil, makmur dan sejahtera.

Besar nilai kakayaan hasil laut Indonesia telah cukup untuk membayar hutang sebesar Rp 17.000 triliun lebih. Atau nilai deposit kekayaan Sumber Daya Alam cukup untuk memakmurkan rakyat dari Sabang hingga Merauke hingga kiamat.
๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฎ ๐—ท๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐˜€ ๐˜๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฑ๐—ฒ๐—ณ๐—ถ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ท๐˜‚๐—บ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฏ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ. ๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฎ ๐—ท๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐˜€ ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ๐—ฏ๐˜‚๐—ฑ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฎ ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น ๐—น๐—ฎ๐˜‚๐˜ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐—ฏ๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ.
๐—ง๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—”๐—ฃ๐—” ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐˜†๐—ฎ๐˜ ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐˜๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—ธ๐—ฒ ๐Ÿณ๐Ÿณ ๐˜€๐—ฒ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฑ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ต ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ต๐—ถ๐—ฑ๐˜‚๐—ฝ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฏ๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ต ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—ธ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐˜€๐—ธ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ผ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ธ๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ธ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ???
Adanya data kemiskinan, pengangguran, stunting yang melanda Balita dan tidak bisa bersekolah adalah contoh kegagalan nyata bagaikan tikus mati dalam lumbung padi.

๐—ฃ๐—ข๐—ฅ๐—ง๐—™๐—ข๐—Ÿ๐—œ๐—ข ๐—œ๐—ก๐—ฉ๐—˜๐—ฆ๐—ง๐—”๐—ฆ๐—œ ๐—ž๐—˜๐—ช๐—œ๐—Ÿ๐—”๐—ฌ๐—”๐—›๐—”๐—ก ๐——๐—œ๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—˜๐—ช๐—˜๐—ก๐—š๐—ž๐—”๐—ก

Kasus Wadas, kasus tanah adat di Kalimantan dan kerusuhan di Papua adalah bukti pelanggaran nyata terhadap Pasal 33 ayat 2 UUD 45

Pemda dan wakil rakyat harus dan wajib mengetahui dengan sejelasnya ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ถ ๐—ฝ๐—ผ๐˜๐—ฒ๐—ป๐˜€๐—ถ ๐—ฆ๐——๐—” dan di sampaikan secara transparan kepada rakyat.
Keberadaan SDA yang tak ternilai harganya bukan monopoli pejabat pusat dan daerah serta para oligarki dan investor asing, tetapi SDA milik negara untuk kemakmuran rakyat.

Dari transparansi inilah Pemda dituntut profesionalisme dan keluhuruan akhlak untuk mendirikan BUMD- BUMD sebagai mitra bagi investor yang akan ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ธ๐˜€๐—ฝ๐—น๐—ผ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฆ๐——๐—”. Pemda harus mampu menyusun portofolio investasi SDA kepada investor dalam dan luar negeri. Adalah sangat fatal bahwa tidak ada peran BUMD dalam bisnis air mineral di daerah penghasil air pegunungan, semua diserahkan kepada swasta, padahal modalnya tidak besar tetapi menguntungkan bagi pendapatan daerah.
Permainan Pemda dalam eksplorasi SDA adalah pelanggaran berat dan seharusnya sangat memalukan partai politik yang mengusungnya.
Semua portfolio investasi tentang kekayaan bumi kewilayahan harus dibicarakan terbuka dan dikemas secara profesional dengan dukungan IT yang handal.

Bagaimana dengan rakyat yang terlanjur memiliki lahan di atas kandungan SDA tersebut?

Pemda harus mencari jalan keluar secara win win untuk pemilik lahan bukan dikejar, diringkus, ditangkap seperti buronan maling.
Adapun perusahaan pengelola SDA bukan menjadikan menteri investasi dan pejabat yang terkait, ikut berpatungan secara pribadi tetapi adalah BUMN yang lebih berhak sebagai agent of development.
Semua punya hak bisnis termasuk rakyat pemilik lahan. Bahkan mereka itu diberikan hak atas business interuption karena usaha tani nya terhenti. Dan kepimilikan hak atas tanah dikonversi menjadi modal atas usaha SDA. Di sinilah peranan manager investasi dibutuhkan. Investor dalam negeri dan asing juga berpeluang untuk lakukan eksplorasi tetapi sebagian modal lagi harus diperoleh dengan IPO di Indonesia.
Pendekatan profesional dan tata kelola pemerintahan harus bersinergi, sehingga tidak terjadi seperti New month, bahkan Freeport dan sekarang tambang Nickel dan lain-lain yang dikuasai China tanpa adanya keterbukaan informasi, itu adalah cara investasi yang sangat merugikan wilayah dan pemerintah Indonesia pada Umum nya.

Aturan tata kelola pemerintah daerah menjadi sangat penting terutama pemberian hak dan izin eksplorasi SDA serta konsesinya. Hasilnya tidak satu pun eksplorasi SDA tanpa diikuti proses IPO
Artinya Peraturan Pasar Modal dan OJK harus dikembangkan dengan membuka bursa saham di wilayah Indonesia Timur, Bar at dan Tengah. Saat ini pemusatan lantai Bursa Efek Indonesia di Jakarta dan OJK berpotensi timbulkan KKN dengan pejabat pemerintah pusat. Bukti nya adalah terbongkarnya kasus asuransi dan rontoknya kelompok BUMN papan atas. Bila mengikuti aturan OJK dan Bursa Efek Indonesia, maka segera diketahui adanya kejanggalan dari laporan keuangan dan kegagalan manajemen. Tetapi OJK sebagai Security Exchange Commission, ternyata bisa bermain mata, artinya itu sudah merusak reputasi Pasar Modal Indonesia

๐—ž๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฟ๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—จ๐— ๐—ก ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ฒ๐˜ƒ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐˜€๐—ถ

Keberadaan Kementrian BUMN harus ditinjau ulang apakah menjadikan BUMN lebih baik atau hanya diperlukan sebagai Sumber keuangan pemerintah untuk dukungan terhadap politik kekuasaan.

BUMN Perkebunan selayaknya kembali ke Departemen Teknis, karena lebih mengetahui siklus kehidupan tanaman, kapan penanaman, memanen, pasca panen. Seluas-luasnya perkebunan sawit seharusnya dimiliki BUMN, bukan oligarki seperti saat ini yang terus ingin menguasai seluruh lini bisnis di Indonesia.
Kejayaan PTP dimasa Orde Baru telah hilang bahkan lahannya pun ada yang digunakan untuk kawasan industri dan lain-lain.
BUMN papan atas yang dahulu dibanggakan kini kinerjanya rontok. Sementara kelompok pendukung penguasa diberi jabatan komisaris, meski tidak tahu hal ikhwal bisnis BUMN tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah pelanggar utama dari pelaksanaan Good Corporate Government.
Seharusnya setiap wilayah yang potensi SDA nya dihandle oleh BUMD secara profesional. Saat ini contoh BUMN yang terus diamputasi adalah PLN, dan ini tinggal menunggu waktu untuk meledak bila sampai batas kekuatan PLN tak mampu lagi cari hutang untuk mensubsidi harga listrik kepada rakyat. Sementara para oligarki yang kini kuasai pembangkit listrik di Jawa dan Bali nikmati keuntungan dengan tarif KWH yang diatur mereka. Sungguh kejam kapitalisme.

๐—ž๐—ข๐—ก๐—ฆ๐—ง๐—œ๐—ง๐—จ๐—ฆ๐—œ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—š๐—˜๐—Ÿ๐—ข๐—Ÿ๐—”๐—”๐—ก ๐—ฆ๐——๐—” ๐—ก๐—ž๐—ฅ๐—œ

Konstitusi yang berdasarkan kepada pasal 33 UUD 45 dan Pancasila memang pondasi bagi kemakmuran negara dan keadilan bagi rakyatnya Indonesia.
Oleh karena dengan kondisi NKRI saat ini dengan beban hutang Rp 17.000 triliun lebih dan sejumlah SDA yang sudah tergadai maka butuh
๐—ฃ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ถ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐˜†๐—ฎ๐˜ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ผ๐—ฑ๐—ฒ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฐ – ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿต ๐˜†๐—ฎ๐—ถ๐˜๐˜‚ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ถ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ฒ๐—ธ๐—ฟ๐—ถ๐˜ ๐—ž๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐—ธ๐—ฒ ๐—จ๐—จ๐—— ๐Ÿฐ๐Ÿฑ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฎ๐˜€๐—น๐—ถ. ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ท๐˜‚๐˜๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—ฃ๐— ๐—” ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฒ๐—ธ๐˜€๐—ฝ๐—น๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐˜€๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐˜„๐—ฎ๐—ท๐—ถ๐—ฏ ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—œ๐—ฃ๐—ข ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐˜‚ ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ถ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ท๐˜‚๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ.
๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—”๐˜€๐˜€๐—ฒ๐˜ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐——๐—” ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ถ ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—ผ๐—น๐—ถ๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ถ ๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐˜ ๐—”๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ป ๐—จ๐—จ๐—— ๐Ÿฐ๐Ÿฑ.
Pemerintah yang dibutuhkan rakyat untuk mengelola NKRI adalah yang benar- benar
1. Mampu menghitung dengan benar dan cermat jumlah dan mampu menyediakan kebutuhan pokok rakyat dengan harga yang terjangkau.
2.Transparan atas kandungan SDA di masing-masing wilayah dan mengelolanya untuk kemakmuran rakyat
3. Pengelolaan SDA harus transparan dan terukur, maka harus menyertakan BUMD dan menawarkan sahamnya melalui mekanisme pasar modal.
4. Penunjukan pengurus dan Komisaris serta pengelolaan BUMN harus profesional dan bukan untuk kepentingan politik penguasa.
5. Rakyat yang memiliki lahan di atas SDA berhak mendapatkan penggantian yang seimbang atas lahannya dan memiliki hak atas saham ketika IPO.

Inshaa Allah bila usulan kami berdasarkan ulasan sederhana ini dijalankan maka perekonomian daerah akan lebih bergairah karena berkembang secara proporsional.
Bilamana ada daerah yang kurang tak miliki sumber daya alam, maka pemda harus mempersiapkan SDM yang terlatih untuk bekerja di BUMD atau PMA di tersebut, sehingga bukan monopoli investor asing semata untuk mengatur SDM.

Maju negaranya
Bahagia rakyatnya
Semoga harapan ini bukan hanya mimpi di siang hari
Terima kasih
โœณ๏ธโœณ๏ธโœณ๏ธ
๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ง๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข