JK Bersuara, Jokowi Sengsara

April 21, 2026

JK Bersuara, Jokowi Sengsara

Disampaikan Oleh *Yusuf Blegur

*Upaya kriminalisasi dan pembunuhan karakter tengah gencar dilakukan usai Jusuf Kalla bicara soal ijazah Jokowi. Tapi Jokowi, khususnya habitat pengerat (buzzer, influencer, dan penjilat kekuasaan) di sekelilingnya salah berhitung. JK bukan orang biasa dan dari kampung yang penuh basa-basi, kebohongan, dan super tak tahu malu*

Memahami substansinya sangat mudah dan sederhana. Saat Jusuf Kalla meminta Jokowi memperlihatkan ijazah asli agar kegaduhan politik nasional usai. Tanggapan negatif dan reaksioner bermunculan, mulai dari kritik dan hujatan hingga laporan ke kepolisian. Orkestrasi narasi kebencian dan permusuhan bergentayangan menyerang JK. Buzzer, influencer, dan fungsionaris partai politik membuat framing gelap serta pembunuhan karakter JK. Alih-alih merespon bijak usulan JK terkait polemik ijazah Jokowi. Para ternak oligarki dan penjilat kekuasaan justru mencari-cari kesalahan, mereduksi figur kepemimpan dan memanipulasi sekaligus memfitnah eksistensi JK.

Sementara yang berkepentingan langsung, yakni Jokowi selaku mantan presiden dan politisi ulung berdarah dingin. Terlihat santai, bergeming, dan cuek terkait ketidakjelasan ijazahnya yang kadung berlarut-larut menimbulkan prahara moral negara dan bangsa.
Jokowi malah terkesan memainkan peran “playing of victim”, dengan menyatakan “saya bukan siapa-siapa, cuma orang kampung”, ketika tensi meningkat usai pernyataan JK tersebut. Seperti biasa, Jokowi selalu mengedepankan pola pencitraan yang naif dalam situasi apapun. Ambisius dan memainkan peran “invisible hand” dalam politik kotor dan machiavellis. Seolah-olah polos, lugu dan tak berdosa.

Setelah berhasil meredam dan menggantung kasus gugatan berkepanjangan terhadap ijazah palsu yang dimotori para aktivis, politisi, dan akademisi. Termasuk kecenderungan menggunakan pelbagai cara mulai dari infiltrasi, upaya kriminalisasi, represi dan penyuapan. Sepertinya Jokowi, mulai sensitif dan terpukul saat JK sudah ikut berkomentar dan mengusulkan solusi terbaik dari kontroversi ijazah Jokowi yang ditenggarai publik palsu.

Kali ini berbeda, JK lebih dari sekadar aktivis, politisi, dan akademisi, sehingga suara kritisnya terkait keberadaan ijazah Jokowi, bagai Rudal Fattah Iran yang menyerang target terkait Amerika dan Israel. Jokowi mulai terancam dan terdesak usai kelelahan yang menguras energi dan logistik dari gugatan palsu ijazahnya yang tak berujung.

Situasi tak terelakan, Jokowi benar-benar menemukan figur yang dijadikannya sebagai musuhnya sendiri yang setimpal dan berbahaya yang semakin mengusik keabsahan ijazahnya. JK bukan orang sembarangan, ia seorang saudagar besar dengan kultur Bugis yang kuat. Malang melintang di dunia aktivis pergerakan, dakwah dan partai politik. Pernah menjadi Ketua Umum Golkar, menteri, dan wakil presiden dua periode. Tak kalah pentingnya, JK berkontribusi besar dalam peran sosial keagamaan dan sosial kebangsaan, saat menjadi inisiator dan deklarator Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta pengabdian lama di Palang Merah Indonesia (PMI), dan masih banyak lagi kiprah kemanusiaan JK lainnya.

Kalau Jokowi kerap basa-basi dan penuh kebohongan seperti mengatakan ia cuma orang biasa dan orang kampung.
Maka JK adalah pemimpin sekaligus petarung yang tegas dan berkarakter namun tetap bersahaja.

Boleh jadi, ditengah konstelasi dan konfigurasi politik dengan suhu tinggi di bawah rezim Prabowo-Gibran yang notabene masih dalam kendali Jokowi. Dinamika politik yang menyelimuti JK terkait statemen soal ijazah dan respon kalap kubu Jokowi. Seiring waktu semakin eskalatif dan menjadi trigger dari upaya pembenahan republik dari anasir-anasir kejahatan dan pengkhianatan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI oleh bangsanya sendiri.

Dari suara JK dan Jokowi mulai tersiksa merasakan sengsara. Dari penyerobotan tanah hingga ijazah. Semestinya memang jadi JK tak akan pernah menyerah dan boleh jadi Jokowi dan oligarki mulai pasrah.

Ayo Pak JK, tetap semangat mengabdi dan berjuang dalam amar ma’ruf nahi Munkar.

Ewako.

Bekasi Kota Patriot.
4 Dzulqaidah 1447 H/21 April 2026.

JK Bersuara, Jokowi Sengsara

JK Bersuara, Jokowi Sengsara Disampaikan Oleh *Yusuf Blegur *Upaya kriminalisasi dan pembunuhan karakter tengah gencar