Perjuangan Nabi Muhammad SAW (29)

March 18, 2026

PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW (29)

Abdullah Hehamahua

 

 Nabi Muhmmad SAW, selama sembilan tahun di Madinah, belum ber haji. Baginda baru pada tahun ke 10 Hijriyah, melaksanakan ibadah haji. Para sahabat beramai-ramai memper-siapkan diri untuk ikut haji bersama Rasulullah SAW.

Keberangkatan Rasulullah SAW ini dikenal dengan haji wada’. Mak-nanya, haji  pertama dan terakhir yang pernah dilakukan baginda sepanjang hidupnya. Sebab, pada musim haji berikutnya, Rasulullah SAW sudah tiada.

 

Ritual Haji Rasulullah SAW

Rasulullah berangkat dari Madi-nah pada 25 Dzulqa’dah bersama 10.000 jamaah dengan urutan kegiatan sebagai berikut:

  • Rasulullah SAW  menuju Makah setelah salat zuhur, Beliau menge-nakan ihram di Zulhulaifah.
  • Rasulullah SAW tiba di Makah pa-da tanggal 4Dzulhijjah setelah menempuh perjalanan selama sembilan hari. Beliau langsung ta-waf di Ka’bah dan sa’i antara Shafa dan Marwah.
  • Rasulullah SAW bersama umat Islam, pada tanggal 8 Zulhijah yak-ni hari tarwiyah, menuju Mina. Beliau menginap di sini dan shalat fardunya dilakukan secara jamak qasar.
  • Rasulullah SAW, 9 Dzulhijjah pagi hari, menuju Padang Arafah dan berkemah di Namirah. Baginda pa-da waktu shalat zuhur, menyam-paikan khutbah di Batton Alwadi (Urna). Rasulullah SAW melanjut-kan kegiatannya dengan wukuf.
  • Rasulullah SAW, sewaktu matahari terbenam, bergerak ke Muzdalifah untuk bermalam di situ. Baginda shalat Maghrib dan Isya secara jama’ takhir.
  • Rasulullah SAW, 10 Dzulhijjah (Ha-ri Nahr/Idul Adha), setelah shalat subuh, bergerak menuju Mina un-tuk melontar jumrah, menyembelih kurban, dan bertahalul.
  • Rasulullah SAW, pada tanggal 11-13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik), mene-tap  di Mina dan melontar tiga jum-rah (Ula, Wusta, Aqabah) setiap sore setelah dzuhur.
  • Rasulullah SAW pada tanggal 14 Dzulhijjahmeninggalkan Mina me-nuju Makah untuk melakukan Ta-waf Wada’ sebelum kembali ke Madinah.

 

Khutbah Wada’ Rasulullah SAW

Rasulullah SAW di Batton Alwadi, Arafah, menyampaikan khutbah yang penomenal. Sebab, selain merupakan saripati ajaran Islam dan  kesempur-naan ajaran Islam, ia juga merupakan perpisahan baginda dengan umat Islam di seluruh dunia. Khutbah Rasulullah SAW tersebut mengandung sembilan substansi, yakni:

  1. Darah dan harta umat Islam haram dirampas atau ditumpahkan, sama sucinya dengan hari Arafah, bulan Dzulhijjah, dan tanah Haram.
  2. Segala praktik riba dihapuskan,  Konsekwensinya, utang riba tidak lagi wajib dibayar, tapi modal pokok tetap menjadi hak pemiliknya.
  3. Tiada perbedaan di antara Arab dan Non-Arab, ras, atau warna kulit. Manusia, semua sama di ha-dapan Allah dan hamba paling mu-lia adalah yang paling bertakwa.
  4. Kaum laki-laki harus berbuat baik terhadap perempuan karena mere-ka adalah amanah dari Allah SWT.
  5. Umat Islam tidak akan tersesat se-lama berpegang teguh dengan dua hal: Al-Qur’an dan Sunnah Rasulul-lah SAW.
  6. Sesama Muslim adalah bersauda-ra. Jangan saling menzalimi dan tidak boleh memakan harta sesa-ma dengan batil.
  7. Mereka yang hadir hendaknya me-nyampaikan pesan ini ke umat yang tidak hadir.
  8. Hukum waris telah diatur Allah dan tidak boleh menambah wasiat lebih dari sepertiga harta. Anak hasil zina tidak berhak mendapatkan waris dari laki-laki penzina.
  9. Hari kebangkitan di mana setiap perbuatan manusia akan diper-tanggung-jawabkan di hadapan Allah SWT.

 

Islam, Agama yang Diridhai

Rasulullah SAW selama di  Arafah menerima wahyu terakhir yang menun-jukkan kesempurnaan ajaran Islam se-kaligus merupakan agama yang diri-dhai Allah SWT. Allah SWT berfirman:

“…Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukup-kan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu…” (QS Al Maidah: 3).

Simpulan:

  1. Rasulullah SAW selama hidup, hanya sekali melaksanakan ibadah haji, yakni pada tahun 10 hijriyah sebagai haji perpisahan.
  2. Rasulullah SAW melaksanakan haji qiran karena baginda sudah memba-wa hewan kurban. Namun, baginda menyarankan para sahabat Melaku-kan haji tamatu, khusus bagi mereka yang tidak membawa hewan kurban.
  3. Ritual haji Rasulullah SAW dimulai dengan berihram, tawaf di Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, menginap di Mina pada hari tarwi-yah, wukuf di Arafah, menginap di Mudzdalifah, melempar jumrah di Mina selama tiga hari, menyembeli korban, kemudian ditutup dengan tawaf wada’
  4. Rasulullah SAW menyampaikan khutbah di Arafah yang menekankan hak-hak asasi manusia, perlindu-ngan perempuan, kehalalan harta dan darah sesama muslim, kewajib-an berdakwah dengan memedoman Al-Qur’an dan As-Sunnah.
  5. Rasulullah SAW di Arafah meneri-mawakyu terakhir (Al Maidah: 3) yang menyebutkan kesempurnaan ajaran Islam dan keridhaan-Nya ter-hadap Islam sebagai agama yang diridhai. (Depok, 29 Ramadhan 1447H/18 Maret 2026M)