Perjuangan Nabi Muhammad SAW (28)

March 18, 2026

PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW (28)

Abdullah Hehamahua

 

  Nabi Muhammad SAW sebagai Kepala Negara senantiasa menegak-kan hukum dalam masyarakat, khu-susnya ketaatan para pihak terhadap kesepakatn yang ada. Salah satunya, kesepakatan di antara umat Islam dan kaum Quraisy dalam Perjanjian Hudai-biyah.

Kaum Quraisy melanggar salah satu butir Perjanjian Hudaibiyah, yakni mereka membantu Bani Bakr menye-rang Bani Khuza’ah, sekutu kaum Mus-limin. Peristiwa inilah yang meng-akibatkan Rasulullah SAW menyiapkan pasukan untuk menaklukkan Makah.

.

Penaklukan Makah dan Amnesti Internasional

Nabi Muhammad SAW menyiap-kan 10.000 prajurit untuk memberi pelajaran ke kaum Quraisy karena mereka melanggar Perjanjian Hudaibi-yah. Rasulullah SAW dan para sahabat meninggalkan Madinah  pada 10 Ra-madan 8 H.

Rasulullah SAW ketika mende-kati Makah, membagi pasukan Islam menjadi empat kelompok. Setiap ke-lompok memasuki Makah dari

penjuru berbeda. Baginda, begitu me-masuki kota Makah, mengumumkan jaminan keamanan bagi penduduk Makah. Jaminan itu diberikan ke me-reka yang memasuki rumah Abu Sufyan, menutup pintu rumahnya ma-sing-masing atau berada di dalam Masjidil Haram.

Inilah amnesti internasional perta-ma di dunia.. Dampak positifnya, tidak ada perlawanan sedikit pun dari pen-duduk Makah. Bahkan, penduduk Ma-kah beramai-ramai masuk Islam.

Nabi Muhammad SAW langsung menuju Ka’bah, menghancurkn 360 berhala di sekitarnya. Baginda pun perintahkan Bilal bin Rabah meng-umandangkan adzan di atas Ka’bah. Dampak positifnya, Makah menjadi ko-ta suci bagi umat Islam seduia.

 

Perang Hunain

Ibnu Qayyim dalam penelitian-nya, menemukan, ada 27 perang yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW. Namun, Muhammad Sulaiman al-Manshurfuri menemukan, Nabi Mu-hammad SAW mengirim utusan dan ekspedisi militer sebanyak 60 kali, tetapi tidak semuanya terjadi pertem-puran. Beberapa perang yang popular di mana ia dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW adalah: Perang Badr, Uhud, Khandak, Khaibar, Mu’tah, Fatuh Makah, Hunain, dan Tabuk.

Perang Hunain terjadi pada bulan Syawal, 8 hijriah setelah penaklukan Makah, yang dipimpin langsung Nabi Muhammad SAW. Pasukan umat Islam terdiri  dari 10.000 penduduk Madinah dan 2.000 warga Makah.

Penyebab perang Hunain, ke-dengkian suku Hawazin dan Tsaqif terhadap kekuatan umat Islam  yang meningkat, pasca penaklukan Makah. Mereka menduga, setelah menak-lukkan Makah, umat Islam akan me-nyerang perkampungannya. Olehnya, sejumlah 20.000 orang di bawah pim-pinan Malik bin Auf, menyerang duluan umat Islam di celah-celah lembah Hu-nain yang sempit.

 

Pasukan Islam kocar-kacir akibat serangan mendadak tersebut. Bahkan, banyak prajurit Muslim yang mundur. Padahal, Nabi Muhammad SAW tetap bertahan di tengah medan tempur bersama segelintir sahabat setia. Ba-ginda terpaksa memerintahkan pasu-kannya untuk kembali berbaris.

        Rasulullah SAW pada waktu ber-samaan, menggunakan salah satu mukjizatnya, yakni  beliau melempar musuh dengan segenggam tanah. Allah SWT pun menolong umat Islam dengan mengirim malaikat dan menu-runkan ketenangan di hati prajurit Muslim. Dampak positifnya, prajurit Muslim kembali bersemangat dan membalikkan keadaan. Allah SWT ber-firman:

 

Maka, (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka. Bukan engkau yang melempar (pasir/batu) ketika engkau melempar, melainkan Allah yang melempar (sebab kuasa-Nya). (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka dan) untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Anfal: 17).

 

Pasukan Hawazin dan Tsaqif ter-cerai-berai, meninggalkan harta dan keluarga mereka. Pemimpin mereka, Malik bin Auf melarikan diri ke Thaif,

Perang Tabuk

Nabi Muhammad SAW mendapat laporan, Kaisar Bizantium Heraklius dan sekutu Kristen Arab mengum-pulkan pasukan di Syam (Suriah) untuk menyerang Madinah. Mereka ingin membalas kekalahan dalam perang Mu’tah pada tahun 6H. Romawi ingin kembali mendominasi wilayah utara Jazirah Arab dan menghancurkan per-kembangan Islam.

Perang Tabuk, bulan Rajab 9 H, berlangsung di daerah Tabuk. Perang ini merupakan ekspedisi militer yang terdiri dari 30.000 prajurit. pimpinan Nabi Muhammad SAW. Perang ini melawan Kekaisaran Bizantium (Ro-mawi) di wilayah utara Arab. Namun, perang Tabuk ini tidak terjadi pertem-puran fisik karena pasukan Romawi mundur dari medan perang. Nabi Mu-hammad SAW sebagai seorang nega-rawan, menetap beberapa waktu di Tabuk dalam melakukan pendekatan diplomasi dengan kabilah-kabilah lokal. Dampak positifnya, kabilah-kabilah ter-sebut tunduk terhadap kekuasaan Islam.

 

Simpulan:

  1. Ketabahan, ketekunan, serta istiqa-mah dalam dakwah dan perjuang-an, merupakan salah satu syarat kesuksesan, baik secara vertikal, horizontal, maupun diagonal. Hal ini dibuktikan dengan perjuangan Rasulullah SAW yang dalam waktu relative singkat,  menaklukan Ma-kah sehingga lahir Masyakat Ma-dani. Bandingkan dengan Indone-sia yang sudah berumur 81 tahun, tapi masih dalam keadaan tidak baik-baik saja.
  2. Nabi Muhammad SAW, selain se-bagai nabi dan rasul, beliau juga seorang Panglima Perang, Negara-wan, dan Politisi Ulung. Sebab, Rasulullah SAW sebagai Panglima Perang, memimpin langsung 27 peperangan dan 60 kali mengirim ekspedisi keluar kota Madinah. Rasulullah SAW sebagai negara-wan, berhasil menyatukan seluruh warga Madinah yang terdiri dari perbagai suku dan agama dalam bentuk Piagam Madinah. Rasul-ullah SAW sebagai politisi,  berhasil menaklukan Makah dan seluruh ja-zirah Arab melalui Perjanjian Hu-daibiyah. (Depok, 28 Muharram 1447H/17 Maret 2026M).