Perjuangan Nabi Muhammad SAW(7)

February 24, 2026

PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW (7)

Abdullah Hehamahua

 

        Pejuang dakwah, khususnya para Nabi dan Rasul menyatu dengan pelbagai tantangan, bahkan ancaman nyawa. Al-Baidhawi, salah seorang tafsir mengatakan,  menyebutkan beberapa nama nabi yang dibunuh Bani Israil, yakni: Zakarah dan Yahya. Bahkan, Ibnul Qoyim dalam kitabnya, “Hidayah al-Hayara” menyebutkan, bangsa yahudi membunuh 70 nabi dalam waktu sehari.

Nabi Ibrahim AS misalnya, dibakar hidup-hidup dalam api unggun oleh raja Namrud. Namun, Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya dengan memerintahkan api yang menyala-nyala tersebut, tidak membakar nabi Ibrahim AS. Allah SWT berfirman:

 

Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim” (QS Al Anibyaa: 69).

 

Nabi Muhammad SAW, tidak kalah dahsyatnya mendapatkan tantangan, penghinaan, bahkan upaya pembunuhan seperti dikomunikasikan dalam seri keenam, kemarin. Namun, para pengikut Rasulullah SAW juga mengalami intimidasi, penyik-saan, bahkan sampai meninggal dunia. Beberapa di antaranya adalah:

 

  1. Syuhada dan Syahidah Pertama

Sumayyah binti Hayyat, orang ketujuh masuk Islam pada tahun kelima kenabian Muhammad SAW. Beliau mengalami penyiksaan super dahsyat dari Abu Jahal.  Penyiksaan tersebut mulai dari dijemur di padang pasir panas dengan mengenakan pakaian besi dan dada ditindis dengan batu panas.

Sumayyah tetap teguh imannya dalam mengalami penganiyaan dengan tetap menyebut nama Allah (Ahad… Ahad, …Ahad).  Abu Jahal akhirnya menusuk Syumayah dengan tombak  di kemaluannya sehingga wafat. Konsekwensi logisnya, Sumayah merupakan wanita pertama yang mati syahid.

 

Yasir bin Amir, seperti isterinya, Sumayyah, mengalami penyiksaan yang sama kejamnya, khususnya oleh Abu Jahal. Yasir bin Amir akhirnya meregang nyawa akibat siksaan yang teramat berat dan bertubi-tubi. Rasulullah SAW menanggapi musibah yang menimpa keluarga Yasir, bersabda: “Bersabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga”

 

 

  1. Penyiksaan Bilal bin Rabah

Bilal bin Rabah masuk Islam pada tahap awal kenabian Rasulullah SAW. Bilal bin Rabbah disiksa secara keji oleh majikannya, Umayyah bin Khalaf. Ia dijemur di padang pasir Makkah yang panas, dicambuk, dan dadanya ditindih batu besar agar murtad. Bahkan, Bilal diseret oleh anak-anak Quraisy keliling kota, dadanya ditindih batu panas hingga sesak napas, dan dicambuk berkali-kali di bawah terik matahari.

Bilal di tengah siksaan yang menuntutnya memuji berhala Latta, Uzzah, dan Hubbal, hanya mengucap “Ahad, Ahad”  sebagai simbol tauhid yang tak tergoyahkan. Bilal terbebas dari majikannya setelah ditebus Abu Bakar Ash-Shiddiq seharga 5 uqyah emas (sekitar 200 juta rupiah). Keteguhan Bilal menjadikannya simbol keberanian iman, yang kemudian diangkat oleh Rasulullah SAW sebagai muadzin pertama.

 

  1. Penyiksaan Khabbab bin Arats

Khabbab bin Arats, seorang hamba sahaya yang tugas sehari-harinya sebagai pandai besi. Beliau sering disiksa dengan kejam oleh majikannya, Ummu Anmar, agar keluar dari Islam. Bentuk penyiksaannya berupa:

  1. Ummu Anmar membakar seterika sampai panas dan memerah. Ummu Anmar Ialu menyeterika kepala dan badan Khabbab dengan perintah mengucapakn Latta, Uzzah, dan Hubal.  Khabbab hanya mengucapkan “ahad, ahad.”
  2. Ummu Anmar tidak kehilangan akal. Beliau membakar rantai besi sampai merah kemudian membelitkan ke tubuh Habbab dengan tetap meminta mengucapkan nama-nama berhala orang Quraisy. Namun, Habbab tetap istiqamah dengan keislamannya sambil mengucapkan kata-kata tauhid, “ahad, ahad.”
  3. Punggung Habbab ditindih dengan batu membara sehingga dagingnya mengelupas. Beliau juga diseret di atas bara api hingga lemak punggungnya memadamkan api. Dampak negatifnya, terdapat bekas luka permanen di punggungnya.

 

  1. Penganiayaan Khubaib bin Adi

Khubaib ketika menjalankan suatu misi rahasia Rasulullah SAW, tertangkap oleh tokoh-tokoh Quraisy. Beliau ditawarkan pembebasan jika menyebutkan di mana tempat tinggal nabi Muhammad SAW. Khubaib memilih dijatuhi hukuman apa pun daripada mengkhianati rasulnya.

Khubaib sebelum menjalani eksekusi hukuman mati, melantunkan bait-bait syair yang mencerminkan kekuatan imannya: “Tiada peduli manakala aku terbunuh dalam keadaan muslim di tempat mana saja di mana nyawaku hilang untuk Allah. Demikian ini karena Allah, kalau Dia berkehendak akan memberkahi seluruh anggota tubuh yang terkoyak.”

Hubbaib sebelum dieksekusi, meminta waktu untuk shalat sunat dua rakaat. “Sungguh, seandainya kalian tidak menganggap aku takut (menghadapi kematian), tentu aku akan menambah jumlah rakaat shalatku.” Hubbaib pun syahid di tangan orang Quraisy.

 

Simpulan

  1. Pejuang dakwah, baik nabi, rasul, maupun para pengikut mereka, senantiasa memeroleh tantangan, halangan, teror, dan pembunuhan. Konsekwensi logisnya, setiap pejuang dakwah wajib menyiapkan dirinya untuk diapakan saja oleh musuh-musuh Allah, termasuk kehilangan nyawa sekalipun.
  2. Ketabahan para sahabat yang menjalani penganiayaan orang Quraisy menun-jukkan, ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW, betul-betul kebenaran berupa wahyu dari Allah SWT. Kebenaran tersebut dinyatakan sendiri oleh Allah SWT dengan firman-Nya:

 

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah ialah Islam.” (QS Ali Imran: 19).  (Depok, 6 Ramadhan 1447H/24 Februari 2026).

Sains Tidak Berpikir (2)

SAINS TIDAK BERPIKIR (2) Irawan Santoso Shiddiq, SH Martin Heidegger (1889-1976), menerbitkan artikel “Science does

Politik Cerdas Yudi Latif

Politik Cerdas Yudi Latif Saudaraku, Indonesia telah membakar gunungan uang untuk politik pembodohan. Saatnya beralih