PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW (8)
Abdullah Hehamahua
Sejarah Islam mencatat, Nabi Muhammad SAW selama 10 tahun di Madinah, memimpin 80 perang melawan orang kafir. Pertanyaannya, bagaimana Nabi Muhammad SAW memiliki stamina yang begitu prima dalam usia lansia. Padahal, sejarah juga mencatat, Nabi Muhammad SAW hanya tidur sekitar empat jam sehari. Apalagi, jika memerhatikan pedang Rasulullah SAW yang cukup berat karena penjangnya 1,80 meter. Raha-sianya, baginda senantiasa bangun malam guna menegakkan shalat tahaj-jud dan wiitir.
Tahajjud, Proses Penguatan Rohani.
Seri tujuh kemarin, dikomunikasi-kan salah satu watak manusia, yaitu rasa iri dan dengki. Sifat-sifat itu yang membuat orang-orang Quraisy menu-duh Nabi Muhammad sebagai orang gila.
Allah SWT dalam konteks ini, Maha Tau, bahwa, tuduhan orang gila terhadap Rasulullah SAW hanyalah modus operandi awal dari lawan-lawan Islam. Sebab, ia akan disusul pelbagai kejahatan yang lebih dahsyat, baik be-rupa makian, cemohan, sabotase, penganiayaan, maupun upaya
pembunuhan. Allah SWT dalam kon-teks itulah, memerintahkan Rasulullah SAW, mengukuhkan rohaninya melalui wahyu yang ketiga, yaitu:
“Wahai orang yang berselimut; Bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya); (yaitu) Seperduanya atau kurangilah dari se-perdua itu sedikit; Atau lebih dari seper-dua itu. Dan bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan; Sesungguh-nya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat; Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan pada waktu itu lebih berkesan; Sesungguh-nya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak); Sebut-lah nama Rabb-mu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Dia-lah) Rabb timur dan barat, tiada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelin-dung.” (QS Al Muzzamil: 1 – 9).
Wahyu ketiga tersebut memiliki tiga substansi bagi seorang pejuang dakwah, khususnya pribadi Nabi Muhammad SAW. Ketiga substansi itu adalah:
- Kekuatan Rohani, Modal Utama Perjuangan
Sembilan ayat Al-Qur’an di atas, menginformasikan, cara yang sangat efektif dalam membangun kekuatan rohani adalah shalat tahajjud. Sejarah Islam mencatat, sejak turun ayat di atas, baginda tidak pernah meninggalkan shalat tahajjud, kecuali 5 hari dalam prosesi haji (ketika di Mina dan Muzdalifah).
Dampak positifnya, lahir kekuat-an rohani baginda yang luar biasa. Dampak positif lanjutannya, baginda memiliki akhlak mulia dan kekental-an jiwa menghadapi pelbagai tan-tangan. Bahkan, gema dakwahnya menyebar ke seluruh dunia.
- Rohani Kuat, Fisik akanBugar & Sehat
Sejarah Islam mencatat, selama 10 tahun di Madinah, baginda pim-pin lebih dari 80 kali perang mela-wan musuh-musuh Islam. Makna-nya, hampir setiap dua bulan, ba-ginda mengendalikan perang. Fak-ta ini menunjukkan, baginda tidak saja memiliki rohani yang kuat, te-tapi juga fisik dan stamina yang luar biasa.
Sains kedokteran membukti-kan, bangun tengah malam, mandi kemudian shalat tahajjud, meng-hasilkan stamina dan kesehatan yang prima, karena:
- Air merelaksasi otot, member-sihkan tubuh, menghancur-kan lemak yang ada di bawah kulit sehingga orang terelak dari kegemukan atau ancam-an kolestrol;
- Malam hari, sering terjadi proses penggumpalan darah. Namun, Allah menciptakan zat “antikoagulan” yang ber-fungsi mencegah terjadinya penggumpalan darah. Kon-sekwensi logisnya, orang se-ring terkena stroke pada pagi hari jika zat “antikoagulan” tidak berfungsi baik. Namun, shalat tahajjud dan witir 11 rakaat yang melahirkan ge-rakan ruku’ dan sujud, memi-cu produksi “antikoagulan” dalam jumlah besar. Dampak positifnya, selain rohani men-jadi kuat, orang yang rajin shalat tahajjud, in syaa Allaah, tidak akan terserang stroke. Sejarah Islam mem-buktikan, Nabi MuhammadSAW mengalami sakit yang serius hanya karena ajalnya sudah tiba. Sebab, wahyu sudah selesai sehingga tugas Nabi Muhammad juga ber-akhir.
- Jasmani & Rohani Sehat, Lahir Kecerdasan
Sains kedokteran juga mem-buktikan, beberapa saat dalam se-hari, oksigen tidak memasuki selu-ruh relung otak manusia. Dampak negatifnya, jika hal ini sering terjadi, cepat atau lambat otak akan mengalami masalah. Sebab, ma-kanan utama otak adalah oksigen.
Hasil kajian menunjukkan, dengan sujud (lamanya sujud Nabi Muhammad, 9 kali bacaan tasbih), seluruh liku dan pojok otak akan memeroleh suplai oksigen. Kon-sekwensi logisnya, 11 rakaat shalat malam, menghasilkan 22 kali sujud. Konsekwensi logis lanjutan-nya, ada 22 kali tambahan oksigen ke seluruh relung otak. Dampak positifnya, otak akan tetap sehat. Bahkan, ketika tambahan 22 kali oksigen tersebut mengalir, bersa-manya diikuti 198 kali bacaan tasbih (Mahasuci Allah Yang Maha Tinggi), maka asma Allah itu akan senantiasa berada di dalam otak kita. Dampak positif lanjutannya, kita akan menjadi ulul albab (ma-nusia cerdas). Tidak heran, Nabi Muhammad SAW diakui dunia ilmiah sebagai seorang manusia cerdas sehingga menduduki ran-king pertama dari seratus orang manusia terhebat di dunia yang ditulis Michael Hart.
Simpulan
Pejuang dakwah, jika ingin memiliki jasmani yang sehat, kekuatan rohani dan kecerdasan otak, seringlah bangun malam untuk shalat tahajjud. Bagi pemula, bisa dimulai dengan tiga rakaat witir. Langkah berikutnya, lakukan dua rakat tahajjud dan tiga rakat witir. Dampak positifnya, setelah merasa bahagia shalat malam, lakukan delapan rakaat tahajjud dan tiga rakat witir.
Anda, agar shalat tahajjud berdaya guna dan berhasil guna, bangunlah untuk sahur shaum sunat, Senin – Kamis dan tanggal 13, 14, 15 Hijriah. Apalagi, kalau mengamalkan shaum Nabi Daud, hari ini shaum, besok berbuka, dan seterusnya. (Depok, 8 Ramadhan 1447H/25 Februari 2026).

