Shaum Dan Ibadah Ramadhan Rasulullah SAW (30) Puisi Renungan: Kehilangan Ramadhan

March 31, 2025

SHAUM DAN IBADAH REMADHAN RASULULLAH SAW (30)
PUISI RENUNGAN: KEHILANGAN RAMADHAN

Abdullah Hehamahua

Penulis, malam terakhir ramadhan ini, menutup artikel berseri sebanyak 29 episode dengan semuah Puisi Renungan berjudul: KEHILANGAN RAMADHAN.
Penulis berharap, 29 seri yang lalu menjadi bahan renungan bagi anak cucu kita masa datang. Sebab, pembaca di puluhan grup WA ini adalah ikan-ikan kakap yang pandai berenang puluhan tahun di seantero samudera sehingga tidak perlu ditunjuk ajar oleh Penulis yang dhaif dalam ilmu agama.
Penulis hanya berusaha untuk melaksanakan satu pesan Rasulullah SAW yang sangat sederhana: “Sampaikanlah dariku (Nabi Muhammad) walau hanya satu ayat saja” (HR Bukhari).

PUISI RENUNGAN: KEHILANGAN RAMADHAN

Ramadhan menghilang,

Membawa sejuta kenangan,

Suka……, duka…….,

Tercatat cermat,

Dalam database abadi,

Syawal menjelang,

Bersama setumpuk harapan……………,

Sejauh mata memandang, Bersama rakyat kecil, Nun jauh…………,

Pedalaman Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.

Terkadang……….,

Kita terseret,

Ke sana…..ke sini,

Ke kanan……. ke kiri,

Oleh koruptor, oligarki, penguasa zalim ……. dan corruptors fight back agent

Aduh………..,

Terkadang kita uring-uringan,

Bahkan, terlanjur berbuat salah,

Termasuk saya pribadi,

Untung saja, ………

Ramadhan menembus kaki langit,

Menusuk dalam, sanubari yang fitri,

Bersama Kode Etik, Nilai-Nilai Dasar Perjuangan, Al-Qur’an dan As-Sunnah, ……
Kita tetap tegak,

Menyatu dalam jabatan tangan,

Bersama pengemis, gelandangan, fakir, miskin, yatim, piatu, petani, nelayan,

pedagang kaki lima, pegawai kecil, dalam …….

pelukan pertiwi, Yang adil, makmur, sejahtera, demokratis, aman, dan damai,

Kini………,

Dalam ukhuwah Islamiyah,

Jarum lidah yang terselip salah,

Gerak hati yang buruk sangka,

Menyatu dalam susur sepuluh jari tangan,

Mohon maaf, lahir batin, Minal a’idin wal faizin,

Taqaballahu minna wa minkum

(Masjid As Salam, Depok, 29 Maret 2025)

Islam Dan Indonesia Bersatu Tak Bisa Di Kalahkan (Bagian 1)

𝗜𝗦𝗟𝗔𝗠 𝗗𝗔𝗡 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔 𝗕𝗘𝗥𝗦𝗔𝗧𝗨 𝗧𝗔𝗞 𝗕𝗜𝗦𝗔 𝗗𝗜𝗞𝗔𝗟𝗔𝗛𝗞𝗔𝗡 ? (bagian 1) 𝗔𝗛𝗠𝗔𝗗 𝗠𝗨𝗥𝗝𝗢𝗞𝗢 𝗪𝗮𝗸𝗲𝘁𝘂𝗺 𝗞𝗼𝗺𝗽𝗮𝗿𝘁𝗲𝗺𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻,