Perjuangan Nabi Muhammad SAW(5)

February 22, 2026

PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW (5)

Abdullah Hehamahua

 

 

Nabi Muhammad SAW setelah menerima wahyu kedua, mulai berdakwah secara senyap, khususnya di kalangan internal keluarga. Materi dakwahnya, sesuai wahyu ketiga, yakni mengenai kehidupan akhirat. Sebab, masyarakat jahiliyah di kota Makkah, hidup bebas, menyembah berhala, mengubur hidup-hidup bayi perempuan, berjudi, dan minum arak. Perempuan dijadikan piala bergilir di antara para lelaki. Ini karena mereka tidak memercayai ada hari pembalasan di akhirat sesudah kematian. Allah SWT dalam wahyu ketiga, berfirman:

 

فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ  فَذَٰلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِ عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِي

“Maka apabila sangkakala ditiup, hari itulah hari yang sulit, (yang) tidak mudah bagi orang-orang kafir (QS Al Mudatsir: 8 – 10).

 

Dakwah Sirriyyah

Nabi Muhammad SAW setelah mendapat perintah berjuang melalui wahyu kedua, maka beliau melakukan dakwah sirriyyah, yakni menyebarkan Islam secara sembunyi-sembunyi. Metode ini dilakukan selama empat tahun. Beliau prioritaskan keluarga dekat agar tidak mendapat perlawanan dari kaum Quraisy.

Keluarga dekat yang pertama masuk Islam adalah: Khadijah binti Khuwailid (isteri baginda), Ali bin Abi Thalib (sepupu nabi, masih remaja), dan Zaid bin Haritsah, (anak angkat Rasulullah SAW).

Rasulullah SAW melangkah ke tahap kedua, yakni mengajak sahabat beliau untuk masuk Islam. Sejarah Islam mencatat, Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah sahabat Nabi yang pertama menerima dakwahnya. Keislaman Abu Bakar diikuti Bilal bin Rabah (seorang budak), Ummu Aiman (pengasuh Nabi sejak kecil); Putri-putri Rasulullah (Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah).

         Golongan sahabat Rasulullah SAW lainnya yang masuk Islam pada awal dakwahnya adalah: Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Thalhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidah bin Jarrah, dan Arqam bin Abul Arqam.

 

Program Kaderisasi

        Nabi Muhammad SAW sekalipun berdakwah secara senyap, tapi melakukan suatu kegiatan yang strategis, yakni pembinaan umat Islam berupa kaderisasi. Program ini berlangsung pada tahun keempat kerasulan baginda di rumah Arqam. Sahabat-sahabat yang ikut program kaderisasi ini sebanyak 40 orang di mana ia berlangsung selama tiga tahun.

Rasulullah SAW memilih rumah Arqam sebagai markas perjuangan karena ia terpencil di bukit Shafa sehingga tidak dicurigai golongan Quraisy. Apalagi, Arqam waktu itu baru berumur 16 tahun sehingga tidak menimbulkan kecurigaan bagi kaum Quraisy. Penempatan rumah Arqam sebagai markas perjuangan, menunjukkan, Rasulullah SAW seorang ahli strategi dalam berjuang dan berdakwah.

 

Rasulullah SAW dalam kegiatan kaderisasi di rumah Arqam, menekankan pengajaran mengenai tauhid dan menerangkan setiap wahyu yang diterimanya. Proses perkaderan Rasulullah SAW inilah, belasan tahun kemudian, di Madinah, lahir mujahid, mujadid, dan mujtahid. Bahkan, lahir para pahlawan tangguh, gubernur dan walikota  beramanah, serta pedagang kaya yang jujur.

 

Simpulan

  1. Perjuangan umat Islam yang berjaya dimulai dengan program kaderisasi di mana lahir calon-calon mujahid, mujadid, dan mujtahid.
  2. Materi perkaderan dimulai dengan penanaman ketauhidan ke Allah SWT secara murni dan ikhlas yang hanya mengharapkan ridha-Nya.
  3. Operasionalisasi perjuangan, khususnya dakwah bil lisan dan bil hal hendaknya memerhatikan perlawanan musuh-musuh Islam. Hal ini yang dilakukan Rasulullah SAW di rumah Arqam yang tidak diketahui orang-orang kafir.  Inilah yang disebut sebagai siasah, taktik, dan strategi. Semoga !!! (Depok, 5 Ramadhan 1447H/22 Februari 2026).