*PENGALAMAN DAN FAKTA BAGAIMANA INDONESIA DIPERAH OLEH SINGAPURA LEWAT REGULASI.*
*Oleh : Muhammad Said Didu.*
*Singapura bekerjasama dengan para penghianat Bangsa menjadikan Indonesia bagaikan sapi perah dan “distributor manfaat” perampok di Indonesia.*
1) Puluhan tahun kita dipaksa impor BBM dari Singapura lewat Undang-Undang APBN yang dirancang oleh pemerintah, DPR, Pimpinan Parpol, makelar, dan mafia minyak.
2) Dalam UU APBN, Indonesia “dipaksa” beli BBM dari Singapura lewat formula harga dan jenis BBM yang disubsidi.
3) Formula harga pembelian BBM subsidi dalam UU APBN, yaitu MOPS plus Alpha. MOPS (Mean of Platts Singapore) adalah harga rata-rata Singapura dan Alpha adalah biaya transport, asuransi, penyimpanan, penyusutan, keuntungan dll.
4) Dengan rumus tersebut maka Indonesia harus membeli BBM dari kilang Singapura. Sebagai gambaran, kapasitas kilang Singapura saat ini sktr 1,5 juta Barrel per hari dan konsumsi sktr 300.000 barrel per hari, sementara kapasitas kilang Indonesia sktr 1,1 juta barrel dan konsumsi sktr 1,6 juta per barrel. Artinya Singapura memang bangun kilang untuk pasar Indonesia.
5) Penentuan jenis BBM yang disubsidi tertuang dalam APBN yaitu Premium (RON-90) yang saat itu hanya diproduksi kilang Singapura, yaitu Premium (RON-90).
6) Akibat akal-akalan tersebut maka Indonesia terpaksa harus membeli BBM subsidi dari Singapura sktr 400.000 barrel per hari – berapapun harganya karena formula harga dalam APBN MOPS plus Alpha dan Jenis BBM yang disubsidi.
7) Saat mengetahui permainan tersebut, sebagai wakil dari BUMN untuk membahas subsidi BBM dengan DPR dan Pemerintah *saya protes keras* formula pembelian BBM tersebut karena memberikan monopoli ke Singapura dengan harga bebas. Saya usulkan agar Indonesia boleh beli BBM dari mana saja lewat lelang. Saya bertahan 2 (dua) hari pembahasan dan tidak mau kalah dengan berbagai bujukan dan “tekanan” – karena wakil pemerintah lainnya dan DPR kompak bahwa formula yg memberikan “monopoli” ke Singapura harus diterima.
Akhirnya masuk hari ketiga sktr jam 23.30 datang seorang Menteri meminta saya keluar dari ruang pembahasan dan tidak boleh ikut lagi sebagai Tim Pemerintah. Dengan sedih dan menangis saya keluar – dan dalam hati saya katakan, kali ini saya kalah tapi saatnya akan ada pihak yang sepaham dengan saya untuk berjuang.
Dalam hati saya ternyata banyak penghianat penjual Negara – termasuk ke Singapura.
8) Saat itu saya baru sadar kenapa ada Petral di Singapura yg “bertugas” membeli minyak kebutuhan Indonesia dan menjual Crude Indonesia. Petral pernah dibubarkan tapi karena gerakan penghianat bangsa yang ada dalam pemerintahan dan politik maka dibuka lagi saat mendekati Pemilu.
9) Jadi besar dan majunya Singapura dari menjadikan Indonesia sapi perah adalah ulah para penghianat bangsa Indonesia yang bekerjasama dengan pihak Singapura.
10) saatnya kita semua kompak hentikan peran Singapura selain menjadikan Indonesia bagaikan sapi perah tetapi juga menjadi “distributor manfaat” para perampok di Indonesia. Masih ingat pecahan Dollar Singapura yang satu lembar nilainya sktr Rp 140 juta yg dulu banyak beredar di dompet para petinggi Indonesia ?

