Muslimat Masyumi Bangkit, Warisi Sejarah Pendiri Bangsa dan Teguhkan Perjuangan untuk Keadilan serta Kesejahteraan Rakyat
JAKARTA (MASYUMI):
Muslimat Masyumi kembali menegaskan perannya sebagai bagian penting dari perjuangan umat, bangsa, dan perempuan Indonesia. Dalam peringatan Milad ke-80 Muslimat Masyumi sekaligus satu tahun kebangkitan kembali Muslimat Masyumi, semangat sejarah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan muslimah menjadi pesan utama yang menggema di Aula YARSI, Jakarta.
Ketua Umum DPP Partai Masyumi, Dr. Ahmad Yani, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muslimat Masyumi tidak hanya perlu aktif dalam perjuangan sosial dan kebangsaan, tetapi juga memiliki peran besar dalam menjaga akhlak generasi muda. Ia menekankan pentingnya peran ibu dalam membina putra-putrinya sejak usia dini, terutama di tengah meningkatnya tantangan moral yang dihadapi generasi muda saat ini.
Peringatan Milad ke-80 Muslimat Masyumi ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Sekjen DPP Partai Masyumi Samsudin Dayan, S.H., M.Si., Waketum OKK Adnin Armas, M.A., Waketum Humas DPP Utari Sulistiowati, Rektor Universitas YARSI Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., Ketua Presidium BMIWI Dr. Kendedes, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi masyarakat Islam. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bukti bahwa kebangkitan Muslimat Masyumi mendapat perhatian luas sebagai gerakan perempuan muslimah yang memiliki akar sejarah kuat dan visi masa depan yang jelas.
Dalam rangkaian milad tersebut, Muslimat Masyumi menggelar talk show bertema “Sayyidah Khadijah RA was The Best Businesswoman in the World.” Tema ini dipilih untuk mengangkat keteladanan Sayyidah Khadijah RA sebagai muslimah tangguh, mandiri, berakhlak mulia, dan berdaya dalam bidang ekonomi. Talk show menghadirkan tiga narasumber muslimah inspiratif, yaitu Laily Yunita, S.S., S.Ag., M.E., CWC, Founder Yayasan Cahaya Pena Mas; Dr. Hj. Umi Waheeda, pimpinan pondok pesantren dan pengusaha sosial; serta Astri Wahyuni, Direktur Corporate Affair PT Paragon yang mewakili Wardah Cosmetics.
Ketua Umum Muslimat Masyumi, Dr. Ir. Atifah Thaha, M.Sc., menegaskan bahwa keadilan dan kemakmuran rakyat sangat berkaitan dengan hasil keputusan politik di parlemen dan dijalankan oleh pemerintahan. Karena itu, muslimah Indonesia perlu memahami politik dan tata kelola negara secara lebih baik. Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton, sebab banyak kebijakan negara berdampak langsung pada keluarga, pendidikan anak, kesehatan, ekonomi rumah tangga, dan kesejahteraan masyarakat.
Atifah Thaha juga menjelaskan bahwa Muslimat Masyumi telah dikukuhkan sebagai Badan Otonom Partai Masyumi pada 21 Mei 2026. Kebangkitan ini membawa program utama berupa pendidikan politik, pemahaman tata kelola negara, pemberdayaan muslimah, perlindungan perempuan, dakwah, pelatihan, pendidikan, serta penguatan ekonomi. Semua program tersebut diarahkan agar muslimah mampu berperan aktif, cerdas, dan bermartabat dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Rektor Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., turut memberikan penguatan dalam acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa umat Islam sebagai mayoritas penduduk Indonesia perlu meningkatkan kualitas peran, literasi, dan kontribusi sosialnya. Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, termasuk persoalan stunting, gizi keluarga, literasi kesehatan, literasi keagamaan, serta pengelolaan keuangan usaha. Menurutnya, Muslimat Masyumi dapat mengambil peran strategis melalui program yang bermanfaat bagi ibu hamil, balita, keluarga, dan masyarakat luas.
Budayawan dan penyair senior Taufik Ismail, secara khusus memberikan hadiah melalui Atifah Thaha sebuah puisi berjudul “Celupkan Jarimu ke Air Lautan.” Puisi tersebut telah dikenal luas oleh masyarakat karena menjadi lirik lagu yang dinyanyikan oleh Djaka dari kelompok musik Bimbo dan sering diperdengarkan pada bulan Ramadan.
Selain itu, Nora Yosse Novia, Ketua Umum Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia atau BKMM DMI, turut menyumbangkan dua puisi yang berjudul “Muslimat Masyumi dan Kereta Api.” Puisi tersebut disambut hangat oleh para hadirin dan menambah suasana reflektif dalam peringatan milad ini.
Peringatan Milad ke-80 Muslimat Masyumi yang dihadiri hampir 200 peserta berlangsung lancar, khidmat, dan penuh semangat. Arahan Ketua Umum DPP Partai Masyumi, pesan Rektor Universitas YARSI, serta pengalaman para narasumber talk show menjadi bekal penting bagi Muslimat Masyumi dalam menyusun program-program ke depan.
Kebangkitan Muslimat Masyumi menjadi pesan kuat bagi muslimah Indonesia bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan di ruang publik, tetapi juga dimulai dari keluarga, pendidikan, akhlak, ekonomi, dan kepedulian sosial. Dengan mewarisi sejarah para pendiri bangsa, Muslimat Masyumi berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat, tegaknya keadilan, dan hadirnya muslimah yang cerdas, kuat, berakhlak, serta bermanfaat bagi
Indonesia.
Jakarta 6 Juni 2026
Humas DPP Partai Masyumi

