PIDATO IDEOLOGIS KETUA UMUM PARTAI MASYUMI
Pada Pelantikan DPW dan DPD Partai Masyumi se-Provinsi Banten, Penguatan Ideologi Partai, Konsolidasi Organisasi, dan Strategi Kemenangan Pemilu 2029
Tema:
“Membangun Indonesia Berkah Melalui Politik Peradaban”
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pantun Pembuka
Banten dikenal tanah jawara,
Ulama besar sepanjang masa.
Mari bersatu membangun negara,
Dengan iman, ilmu, dan karya nyata.
Burung merpati terbang tinggi,
Hinggap sebentar di pohon kelapa.
Masyumi hadir mengabdi negeri,
Untuk rakyat, umat, dan bangsa tercinta.
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang dengan limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul dalam suasana penuh persaudaraan, keimanan, dan semangat perjuangan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabat, para tabi’in, para ulama, para pejuang, dan seluruh umatnya yang istiqamah hingga akhir zaman.
Yang saya hormati para ulama, para habaib, para kiai, para cendekiawan Muslim, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para pengurus DPW dan DPD Partai Masyumi se-Provinsi Banten, para kader, simpatisan, serta seluruh tamu undangan yang saya muliakan.
Pertama-tama marilah kita panjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT. Hari ini bukan sekadar hari pelantikan pengurus. Hari ini bukan sekadar seremonial organisasi. Hari ini adalah hari pembaruan tekad, hari memperbaharui sumpah pengabdian, dan hari menyalakan kembali api perjuangan Masyumi untuk Indonesia.
Saudara-saudaraku,
Setiap generasi memiliki panggilan sejarah.
Ada generasi yang dipanggil untuk merebut kemerdekaan.
Ada generasi yang dipanggil untuk mempertahankan kemerdekaan.
Dan saya meyakini, generasi kita dipanggil oleh sejarah untuk memperbaiki kualitas demokrasi, memperkuat moral politik, dan mengembalikan politik sebagai jalan pengabdian kepada Allah SWT, kepada bangsa, dan kepada rakyat.
Allah SWT berfirman :
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, serta permusuhan.” (QS. An-Nahl: 90)
Ayat ini adalah fondasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kekuasaan tanpa keadilan akan melahirkan penindasan. Kekayaan tanpa amanah akan melahirkan korupsi. Demokrasi tanpa akhlak akan berubah menjadi transaksi kepentingan.
Allah SWT juga berfirman :
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Artinya : “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imran: 103)
Persatuan adalah syarat kemenangan. Tidak ada organisasi yang besar tanpa persatuan. Tidak ada perjuangan yang berhasil apabila dipenuhi ego, perselisihan, dan saling menjatuhkan.
Karena itu saya mengajak seluruh kader Partai Masyumi untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Persatuan yang kita bangun bukan hanya untuk membesarkan partai, tetapi untuk menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Saudara-saudaraku yang saya cintai,
Rasulullah SAW bersabda :
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
Hadis ini mengingatkan kita bahwa jabatan bukanlah kehormatan yang boleh dibanggakan, melainkan amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Karena itu, jangan pernah menjadikan politik sebagai jalan memperkaya diri. Jangan pernah menjadikan organisasi sebagai kendaraan mencari kedudukan. Jadikan politik sebagai ladang amal, organisasi sebagai sarana dakwah, dan kepemimpinan sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat.
Saudara-saudaraku,
Almarhum Mohammad Natsir pernah mengajarkan bahwa politik tidak boleh dipisahkan dari akhlak. Politik adalah bagian dari ikhtiar mewujudkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan dalam kehidupan berbangsa. Kekuasaan bukan tujuan akhir, melainkan amanah untuk menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
Prawoto Mangkusasmito mengingatkan bahwa kekuatan sebuah partai bukan semata-mata diukur dari banyaknya kursi yang dimiliki, tetapi dari teguhnya integritas kader dan kesetiaan kepada cita-cita perjuangan.
Mohammad Roem menunjukkan melalui keteladanan hidupnya bahwa dialog, musyawarah, dan etika adalah kekuatan seorang negarawan. Sementara Burhanuddin Harahap membuktikan bahwa pemerintahan yang bersih dan sederhana bukanlah mimpi, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan apabila pemimpin memiliki keberanian menjaga amanah.
Warisan pemikiran para tokoh Masyumi inilah yang harus kita hidupkan kembali. Kita tidak sedang bernostalgia terhadap masa lalu, tetapi mengambil nilai-nilai terbaiknya untuk menjawab tantangan Indonesia masa kini dan masa depan.
Oleh sebab itu, pelantikan hari ini bukanlah garis akhir. Pelantikan ini adalah garis start. Mulai hari ini, setiap pengurus wajib menjadi penggerak organisasi, pendidik kader, pelayan masyarakat, dan teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Mari kita niatkan perjuangan ini sebagai ibadah. Mari kita satukan langkah, luruskan niat, dan kuatkan tekad untuk menghadirkan politik yang bermartabat, politik yang berkeadilan, dan politik yang membawa keberkahan.
Insya Allah, dengan pertolongan Allah SWT, semangat persatuan, dan kerja keras yang terorganisasi, Partai Masyumi akan kembali menjadi kekuatan moral dan politik yang dicintai rakyat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.
Indonesia yang Kaya, Rakyat yang Belum Sejahtera “Mengapa Politik Peradaban Menjadi Keharusan”
Saudara-saudaraku yang saya cintai,
Izinkan saya mengajukan satu pertanyaan sederhana. Mengapa Indonesia yang begitu kaya masih menghadapi kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan berbagai persoalan kesejahteraan?
Allah SWT telah menganugerahkan kepada bangsa ini tanah yang subur, laut yang luas, hutan yang lebat, tambang yang melimpah, serta bonus demografi yang merupakan anugerah besar.
Di negeri ini ada minyak, gas, batu bara, nikel, emas, tembaga, timah, hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil kelautan, dan kekayaan hayati yang termasuk terbesar di dunia.
Namun pertanyaannya adalah, mengapa kekayaan yang begitu besar belum sepenuhnya menghadirkan kemakmuran yang merata?
Pertanyaan ini tidak boleh dijawab dengan saling menyalahkan. Pertanyaan ini harus dijawab dengan keberanian memperbaiki tata kelola bangsa.
Allah SWT mengingatkan kita dalam firman-Nya
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya : “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 188)
Ayat ini mengajarkan bahwa kerusakan dalam kehidupan berbangsa sering kali bukan karena kurangnya sumber daya, melainkan karena penyimpangan dalam mengelola amanah.
Saudara-saudaraku,
Persoalan utama Indonesia bukan semata-mata soal kekayaan alam. Persoalan utamanya adalah bagaimana kekayaan itu dikelola secara adil, transparan, produktif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Karena itu, perjuangan Partai Masyumi tidak boleh berhenti pada perebutan kursi kekuasaan. Perjuangan kita adalah menghadirkan negara yang amanah, pemerintahan yang bersih, ekonomi yang berkeadilan, dan hukum yang ditegakkan tanpa pandang bulu.
Inilah makna Politik Peradaban.Politik Peradaban bukan sekadar slogan. Politik Peradaban adalah politik yang menjadikan kekuasaan sebagai amanah, bukan sebagai alat memperkaya diri. Politik Peradaban adalah politik yang menjadikan rakyat sebagai tujuan utama kebijakan, bukan sekadar objek menjelang pemilu.
Politik Peradaban adalah politik yang memadukan iman, ilmu, akhlak, profesionalisme, dan kecintaan kepada tanah air.
Saudara-saudaraku,
Allah SWT berfirman :
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
Artinya : “…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan dimulai dari manusia. Karena itu, perubahan Partai Masyumi harus dimulai dari kader-kadernya. Apabila kadernya jujur, partainya akan dipercaya. Apabila kadernya disiplin, organisasinya akan kuat. Apabila kadernya dekat dengan rakyat, perjuangannya akan mendapat dukungan. Apabila kadernya istiqamah, insya Allah kemenangan akan datang pada waktunya.
Saudara-saudaraku,
Sejarah Masyumi mengajarkan bahwa politik dapat berjalan seiring dengan moralitas.
Mohammad Natsir mencontohkan bahwa kekuasaan harus tunduk kepada nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab.
Mohammad Roem mengajarkan pentingnya dialog dan musyawarah. Burhanuddin Harahap menunjukkan bahwa pemerintahan yang bersih bukanlah utopia. Kasman Singodimedjo membuktikan bahwa cinta kepada Islam berjalan seiring dengan cinta kepada Indonesia. Warisan itulah yang harus kita hidupkan kembali. Kita tidak ingin sekadar mengulang sejarah. Kita ingin melanjutkan semangatnya dalam menjawab tantangan zaman.
Saudara-saudaraku,
Hari ini kita memasuki era digital. Generasi muda tidak cukup diyakinkan dengan slogan. Mereka ingin melihat keteladanan. Mereka ingin mendengar gagasan. Mereka ingin merasakan manfaat nyata.
Karena itu saya mengajak seluruh kader Masyumi untuk hadir di tengah masyarakat dengan ilmu, pelayanan, solusi, dan akhlak. Datanglah ke masjid. Datanglah ke kampus. Datanglah ke pesantren. Datanglah ke pasar. Datanglah ke desa-desa. Datanglah ke komunitas anak muda. Datanglah kepada petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen bangsa. Dengarkan mereka. Rasakan penderitaan mereka. Perjuangkan harapan mereka. Itulah hakikat politik yang diajarkan Islam.
Saudara-saudaraku,
Saya ingin menegaskan kembali:
Kita tidak sedang membangun partai untuk kepentingan elite.
Kita sedang membangun gerakan untuk membangun bangsa.
Kita tidak mengejar kekuasaan demi kekuasaan.
Kita mengejar amanah agar dapat menghadirkan keadilan.
Insya Allah, apabila perjuangan ini kita jalankan dengan keikhlasan, ilmu, disiplin, persatuan, dan kerja keras, maka Partai Masyumi bukan hanya akan menjadi peserta Pemilu, tetapi akan menjadi kekuatan yang mampu membawa perubahan menuju Indonesia yang lebih adil, lebih makmur, lebih bermartabat, dan lebih diberkahi Allah SWT.
Delapan Sukses Masyumi “Peta Jalan Menuju Kemenangan Pemilu 2029 dan Politik Peradaban”
Saudara-saudaraku yang saya banggakan,
Perjuangan besar tidak akan berhasil hanya dengan semangat. Semangat harus diterjemahkan menjadi strategi. Ideologi harus diterjemahkan menjadi program. Cita-cita harus diterjemahkan menjadi kerja nyata.
Karena itu, pada kesempatan yang bersejarah ini saya mengajak seluruh keluarga besar Partai Masyumi untuk menjadikan Delapan Sukses Masyumi sebagai peta jalan perjuangan kita menuju Pemilu 2029 dan menuju terwujudnya Indonesia Berkah.
Pertama, Sukses Konsolidasi Organisasi dari DPP hingga Ranting.
Organisasi adalah jantung perjuangan. Tidak mungkin kita memenangkan kepercayaan rakyat apabila organisasi kita tidak hidup. Setiap tingkatan kepengurusan harus memiliki kepengurusan yang lengkap, administrasi yang tertib, rapat yang rutin, kaderisasi yang berkelanjutan, dan program pelayanan masyarakat yang nyata. Saya menginstruksikan agar setiap DPW membina seluruh DPD. Setiap DPD membina seluruh DPC. Setiap DPC membina seluruh PAC. Dan setiap PAC memastikan berdirinya ranting-ranting yang aktif. Jangan ada pengurus yang hanya ada di atas kertas. Pengurus harus hadir di tengah masyarakat.
Kedua, Sukses Pendaftaran Partai Politik Peserta Pemilu.
Tahapan administrasi bukan sekadar pekerjaan sekretariat. Ini adalah perjuangan seluruh kader. Kelengkapan data anggota, kepengurusan, kantor, administrasi, dan seluruh persyaratan harus dipenuhi dengan disiplin, tepat waktu, dan profesional. Disiplin administrasi adalah cerminan disiplin organisasi.
Ketiga, Sukses Menjadi Partai Peserta Pemilu.
Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, kita harus membuktikan bahwa Masyumi adalah partai yang modern, terbuka, tertib, dan siap berkompetisi secara demokratis.
Kita tidak takut bersaing. Kita yakin bahwa gagasan yang baik akan menemukan jalannya apabila diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.
Keempat, Sukses Kampanye Pemilu.
Saudara-saudaraku,
Kampanye kita harus berbeda. Jangan mengandalkan fitnah. Jangan mengandalkan kebencian. Jangan mengandalkan politik uang. Mari kita menangkan hati rakyat dengan keteladanan. Mari kita menangkan pikiran rakyat dengan gagasan. Mari kita menangkan kepercayaan rakyat dengan kerja nyata. Kampanye kita adalah kampanye solusi.
Kampanye kita adalah kampanye harapan. Kampanye kita adalah kampanye persatuan. Gunakan media sosial secara cerdas. Sampaikan pesan yang santun. Jawab fitnah dengan data. Jawab kebencian dengan akhlak. Jawab pesimisme dengan kerja nyata.
Kelima, Sukses Masuk Parlemen.
Parlemen bukan tujuan akhir. Parlemen adalah amanah. Parlemen adalah tempat memperjuangkan undang-undang yang adil, anggaran yang berpihak kepada rakyat, dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Kita ingin melahirkan anggota legislatif yang hadir di tengah rakyat, bukan hanya hadir ketika masa kampanye.
Keenam, Sukses Menjadi Partai yang Memperjuangkan Kepentingan Rakyat dan Umat.
Inilah identitas Masyumi. Kita harus menjadi rumah perjuangan bagi petani, nelayan, buruh, guru, dosen, santri, pelaku UMKM, perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, dan seluruh lapisan masyarakat. Jangan tunggu rakyat datang kepada kita.
Kitalah yang harus mendatangi rakyat. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Jadikan hadis itu sebagai ruh perjuangan politik kita.
Ketujuh, Sukses Memimpin.
Masyumi harus menyiapkan kader-kader terbaik. Kita tidak hanya ingin memiliki calon anggota DPR. Kita harus menyiapkan calon kepala daerah, calon menteri, calon pemimpin lembaga negara, pemimpin organisasi masyarakat, dan pemimpin bangsa.
Pemimpin yang kita lahirkan harus memiliki empat karakter utama :
Shiddiq, jujur dalam ucapan dan tindakan.
Amanah, dapat dipercaya dalam memegang tanggung jawab.
Tabligh, mampu menyampaikan gagasan dengan benar.
Fathanah, cerdas dalam mengambil keputusan.
Inilah karakter kepemimpinan yang diwariskan Rasulullah SAW.
Kedelapan, Sukses Melakukan Hijrah Politik.
Saudara-saudaraku,
Inilah misi terbesar kita. Kita mengajak bangsa ini berhijrah.
Hijrah dari politik transaksional menuju politik yang bermartabat.
Hijrah dari politik uang menuju politik amanah.
Hijrah dari politik permusuhan menuju politik persaudaraan.
Hijrah dari politik yang hanya mengejar kekuasaan menuju politik yang menghadirkan kemaslahatan. Inilah Politik Peradaban.
Politik yang menjadikan kekuasaan sebagai amanah.
Politik yang menjadikan keadilan sebagai tujuan.
Politik yang menjadikan rakyat sebagai pusat kebijakan.
Politik yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai sumber etika, tanpa mengabaikan semangat persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Saudara-saudaraku,
Saya yakin, apabila Delapan Sukses ini kita laksanakan dengan disiplin, istiqamah, dan semangat pengabdian, maka insya Allah Partai Masyumi tidak hanya akan memenangkan kepercayaan rakyat, tetapi juga akan melahirkan budaya politik baru yang lebih jujur, lebih bersih, lebih beradab, dan lebih membawa keberkahan.
Mulailah dari diri kita.
Mulailah dari keluarga kita.
Mulailah dari pengurus yang kita pimpin.
Mulailah dari daerah kita.
Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Dan saya percaya, dari Banten akan lahir gelombang kebangkitan Masyumi yang akan menjalar ke seluruh Indonesia.
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Delapan Perintah Harian Kader, Resolusi Serang 2026, Ikrar Kader, dan Penutup
Saudara-saudaraku yang saya cintai dan saya banggakan,
Setelah kita memahami cita-cita besar perjuangan ini, saya ingin mengajak seluruh pengurus dan kader untuk membawa pulang bukan hanya semangat, tetapi juga pedoman kerja yang jelas.
DELAPAN PERINTAH HARIAN KADER MASYUMI
Pertama. Beribadah dan menjaga akhlak.
Jadikan shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki akhlak sebagai fondasi perjuangan. Politik yang kehilangan akhlak akan kehilangan kepercayaan rakyat.
Kedua. Belajar setiap hari.
Pelajari Al-Qur’an, Sunnah, sejarah perjuangan bangsa, pemikiran para tokoh Masyumi, konstitusi, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Kader yang berhenti belajar akan tertinggal oleh zaman.
Ketiga. Menguatkan organisasi.
Setiap hari lakukan komunikasi dengan pengurus, kader, dan simpatisan. Organisasi tumbuh karena silaturahmi yang terjaga.
Keempat. Melayani rakyat.
Setiap hari usahakan ada satu kebaikan yang dirasakan masyarakat. Bantulah yang membutuhkan, dengarkan keluhan rakyat, dan hadir ketika masyarakat memerlukan.
Kelima. Menyebarkan gagasan.
Gunakan media sosial, forum diskusi, pengajian, dan ruang publik untuk menyampaikan gagasan Politik Peradaban secara santun, cerdas, dan argumentatif.
Keenam. Menambah kader.
Setiap kader adalah pendidik. Setiap kader adalah perekrut. Jadikan setiap bulan lahir kader-kader baru yang memiliki integritas dan semangat pengabdian.
Ketujuh. Menjaga persatuan.
Hindari fitnah, ghibah, dan permusuhan. Perbedaan pendapat adalah rahmat apabila diselesaikan dengan musyawarah dan akhlak yang baik.
Kedelapan. Menjaga amanah.
Apa pun jabatan kita, jangan pernah mengkhianati amanah. Jabatan akan berakhir, tetapi pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT akan kekal.
RESOLUSI SERANG 2026
Pada hari ini, dari Kota Serang, kita nyatakan tekad bersama:
- Mengokohkan Partai Masyumi hingga ke tingkat ranting.
- Menjadikan kaderisasi ideologi sebagai gerakan yang berkelanjutan.
- Menolak korupsi, politik uang, dan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
- Memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan persatuan bangsa.
- Menyukseskan seluruh tahapan menuju Pemilu 2029 dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja yang terukur.
- Menjadikan Politik Peradaban sebagai identitas perjuangan Partai Masyumi.
Saudara-saudaraku,
Sekarang saya mengajak seluruh hadirin berdiri.
Mari kita teguhkan kembali niat perjuangan kita.
IKRAR KADER PARTAI MASYUMI
Ikuti saya.
Bismillahirrahmanirrahim.
Dengan memohon ridha Allah SWT, kami Pengurus dan Kader Partai Masyumi berikrar:
Kami akan menjaga iman, amanah, dan integritas.
Kami akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Kami akan memperjuangkan keadilan, kemakmuran, dan keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kami menolak korupsi, politik uang, fitnah, dan politik transaksional.
Kami siap membangun Partai Masyumi dari DPP hingga ranting.
Kami siap mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara.
Kami siap memenangkan Partai Masyumi pada Pemilu 2029 dengan cara yang jujur, bermartabat, dan demokratis.
Semoga Allah SWT menjadi saksi atas ikrar kami.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
YEL-YEL PERJUANGAN
Saya bertanya…
Siapa kita?
Masyumi!
Apa perjuangan kita?
Politik Peradaban!
Untuk siapa kita berjuang?
Untuk Rakyat! Untuk Umat! Untuk Indonesia!
Apa tekad kita?
Menang Terhormat! Mengabdi Sepanjang Hayat!
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Saudara-saudaraku,
Sebelum saya akhiri pidato ini, izinkan saya menyampaikan satu pesan.
Jangan pernah berkecil hati apabila jalan perjuangan terasa panjang.
Para pendiri bangsa tidak mewariskan kepada kita semangat untuk menyerah.
Para ulama tidak mengajarkan kepada kita untuk berputus asa.
Para tokoh Masyumi telah memberi teladan bahwa mempertahankan prinsip sering kali membutuhkan pengorbanan.
Hari ini, tugas kita bukan sekadar mengenang mereka.
Tugas kita adalah melanjutkan perjuangan mereka dengan cara yang sesuai dengan tantangan zaman.
Mari kita buktikan bahwa politik dapat dijalankan dengan kejujuran.
Mari kita buktikan bahwa kekuasaan dapat dijalankan dengan amanah.
Mari kita buktikan bahwa partai politik dapat menjadi rumah pengabdian bagi rakyat.
Saya percaya, apabila kita menjaga persatuan, memperkuat organisasi, memperbanyak kader, mendekati rakyat, serta memohon pertolongan Allah SWT, maka dengan izin-Nya Partai Masyumi akan kembali menjadi kekuatan yang dicintai masyarakat.
Bukan karena kemewahan.
Bukan karena kekuasaan.
Tetapi karena ketulusan dalam mengabdi.
Pantun Penutup
Burung merpati terbang ke awan,
Singgah sejenak di pohon kelapa.
Mari kita lanjutkan perjuangan,
Dengan iman, ilmu, dan cinta sesama.
Banten hari ini menyalakan pelita,
Cahayanya menyinari seluruh negeri.
Masyumi melangkah dengan cita-cita,
Indonesia Berkah, adil, makmur, dan lestari.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

