Yayasan Persahabatan & Studi Peradaban Optimistis Partai Masyumi Akan Berkhidmat Kepada NKRI Serta Konsisten Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Palestina

June 21, 2026

YAYASAN PERSAHABATAN & STUDI PERADABAN OPTIMISTIS PARTAI MASYUMI  AKAN BERKHIDMAT KEPADA NKRI SERTA KONSISTEN DALAM MEMPERJUANGKAN KEMERDEKAAN PALESTINA

JAKARTA (MASYUMI):  Yayasan Persahabatan & Studi Peradaban (YPSP) berkeyakinan bahwa  Partai Masyumi berkhidmat kepada NKRI dan tetap konsisten memperjuangkan Kemerdekaan Palestina.  Dr. Ahed Abu Al Atta, Direktur Yayasan Persahabatan Studi Peradaban dalam kunjungannya ke Sekretariat DPP Partai Masyumi menyampaikan hal tersebut karena memahami sejarah Partai Masyumi sejak awal berdirinya pada 7 November 1945 dan sepak terjang para pengurusnya di era 1945-1960 .Ahed optimis dan berkeyakinan bahwa DPP  Partai Masyumi saat ini terus  melanjutkan perjuangan para pendahulunya dan tetap ber khidmat kepada NKRI

Ahmad Yani yang didampingi Sekjen DPP , Samsudin Dayan SH MSi berserta jajarannya menyambut kehadiran Direktur YPSP beserta jajarannya Jumat lalu di Kantor Sekretariat DPP Partai Masyumi dan akan mempertimbangkan semua usulan dan ajakan kerjasama dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Kepada Ahed yang telah mendalami  sejarah perjuangan para tokoh Partai Masyumi, Ahmad Yani menegaskan bahwa pendiri NKRI dan arsitek konstitusi  sebagian besar adalah ulama, termasuk di dalamnya para fungsionaris Partai Masyumi di era 1945-1960 yang  berperan penting di dalam pemerintahan dan parlemen . Secara tegas Alinea Pertama Pembukaan UUD NKRI 1945 yang menyatakan bahwa Kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu , maka penjajahan di atas bumi harus dihapuskan

Ahed juga memahami ketika Ahmad Yani menyampaikan bahwa Mohammad  Natsir memandang perjuangan Palestina sebagai tanggung jawab seluruh umat Islam yang didasari oleh ikatan Iman , bukan sekedar isu sengketa tanah atau batas negara. Natsir menganggap Gerakan Zionisme sebagai ancaman terhadap kesucian agama dan kemerdekaan bangsa. Kesucian Masjidil Aqsa . Sebagai Ketua Dewan Dakwah, Natsir memanfaatkan perannya untuk menyuarakan dukungan, aktif menulis artilkel dan menerbitkan sebuah buku berjudul “Masalah Palestina”pada tahun 1970. Natsir secara konsisten mengingatkan dunia Islam bahwa ada saudara seiman yang sedang terjajah dan dizalimi dan menekankan bahwa penodaan terhadap bumi Palestina adalah bentuk penistaan  terhadap hak asasi manusia.

Dalam menggambarkan kedekatan Indonesia dengan Palestina, Ahed Abu Al Atta juga menjelaskan  peran seorang mufti besar Yerusalem bernama Syekh Muhammad Amin al -Hussaeni yang sangat gigih mendukung dan menyuarakan serta mendorong pengakuan internasionaal terhadap Kemerdekaan RI . Dalam Sejarah tertera ,tambah Ahed mufti Yerusalem tersebut menyampaikan melalui siaran Radio Berlin berbahasa Arab, bersama saudagar Palestina , Muhammad Ali Taher juga turut menyebarluaskan dukungan terhadap Kemerdekaan RI ke seluruh dunia pada September 1944, hampir satu tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI dicetuskan pada 17 Agustus 1945. Melalui Lobi Liga Arab, mufti Yerusalem tersebut telah melobi negara-negaara Timur Tengah dan  mengagas solidaritas finansial dari para tokoh dan rakyat Palestina untuk  membantu pemerintahan Indonesia di dalam perjuangan diplomasi Indonesia di awal-awal kemerdekaan

Dalam kunjungan tersebut, Ahed dan jajarannya mengajukan usulan  kepada DPP Partai Masyumi   yang antara lain sebagai berikut

  • Membentuk Komisi Palestina yang didukung ormas dan parpol
  • Menggalang aliansi antar partai politik untuk mendukung Palestina
  • Membuat surat pernyataan dalam menghadapi Zionisme Israel
  • Bekerjasama dalam kegiatan Dawroh sebagai narasumber mengenai Palestina

Dalam pertemuan tersebut Ahed juga menginformasikan bahwa Boards of Peace (BoP) yang dinisiasi oleh Amerika Serikat tidak memberikan hasil , saat ini rakyat  Palestina masih kesulitan untuk mendapatkan obat-obatan di luar Gaza. Sementara tenaga administrative yang dibutuhkan untuk perencanaan Pembangunan Gaza masih di tahan di Mesir. Di samping itu Zionis Israel juga menutup Masjidil Aqsa selama 41 hari sejak Ramadhan 1447H.

Sikap Masyumi

Menanggapi kebijakan BOP , sejak tanggal 3 Maret 2026 Partai Masyumi menyampaikan sikap resmi terbuka kepada pemerintah yang didalamnyamengajukan tuntutan sebagai berikut

  • Partai Masyumi meminta Presiden Prabowo Subianto segerak menarik diri dari keanggotaan BoPkarena faktanya lembaga ini tidak berdaya dalam menghadapi agresi AS-Israel, bertahan di dalamnya membuat posisi Indonesia tidak efektif.

Donald Trump miliki conflict of interest yang tinggi sebagai inisiator BoP

  • Partai Masyumi meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali menjalankan mandat konstitusi agar kebijakan luar negeri RI tidak terseret menjadi kepanjangan AS-Israel
  • Partai Masyumi meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mendesak PBB untuk memberikan tekanan kepada AS-Israel atas tindakannya melakukan serangan ke Tehran yang brutal dan kejam hingga terbunuhnya pimpinan tertinggi Iran
  • Partai Masyumi meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menginisiasi penggalangan kekuatan negara-negara Muslim yang tergabung di dalam OIC (Organization Islamic Corporation) guna membela kemerdekaan Palestina dan melindungi kedaulatan Dunia Islam dari segala bentuk hegemoni asing.Ikhtiar ini justru memiliki Signifikansi bagi kepentingan kemerdekaan Palestina dan Dunia Muslim
  • Partai Masyumi meminta Pemerintah untuk terus mendesak PBB untuk mengesahkan Palestina menjadi anggota penuh PBB sebagai negara Palestina Merdeka yang berdaulat dan mempercepat rekonstruksi Gaza sebagai bagian yang tak terpisahkan  dari negara Palestina Merdeka di bawah perlindungan PBB
  • Partai Masyumi mengajak seluruh Ormas Islam dan elemen kekuatan umat Islam di Indonesia dan dunia.Umat Islam harus mandiri secara politik, ekonomi dan militer agar tidak terus-menerus menjadi obyek permainan kekuasaan global
  • Partai Masyumi juga mengajak umat Islam di mana saja untuk terus memanjatkan doa memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT terhadap orang muslim yang sedang mengalami kesulitan, penindasan atau musibah di bebagai belahan dunia.

Pertemuan yang sangat kondusif ditutup dengan pertukaran cinderamata, foto bersama dan sholat Ashar berjamaah. Ahmad Yani menyatakan DPP Partai Masyumi akan merencanakan  kunjungan balasan dalam waktu dekat. Pengurus Pusat yang hadir membersamai Ketua Umum dan Sekjen antara lain adalah Adnin Armas,  Wakil Ketua Umum OKK, Achmad Herry, Wakil Ketua Umum   Pemenangan Pemilu,Ivan Prasetya, Wakil Ketua Umum Pertahanan Keamanan dan Luar  Negeri,  Utari Sulistiowati , Wakil Ketua Umum Humas & Media , Ketua Bidang Organisasi, Saun Pasi, Ketua Bidang Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri , Ditri Kemala Rizki, Irma Amalia Wasekjen OKK, Said Rulam Fauzi, Wasekjen Humas & Media , Faried SH, Wasekjen Pertahanan Keamanan & Hubungan Luar Negeri

Jakarta, 19 Juni 2026

Humas DPP Partai Masyumi