ZIONISME, MUSUH ABADI UMAT ISLAM (8)
Abdullah Hehamahua
Hari ini, terjadi genjatan senjata selama dua pekan ke depan di antara AS, Israel dan Iran.
Apakah AS dan Israel dapat dipercaya ? Tanyakan rumput yang bergoyang. Sebab, tercatat, Trumph berjanji satu hal sebanyak 117 kali, tapi tidak dilaksanakan. “Hanya omon-omon” kata Prabowo menyindir Jokowi sebelum beliau merasakan nikmatnya menjadi menteri.Jangan lupa, Israel dan Hamas juga dalam status genjatan senjata sejak tahun lalu. Namun, Israel tetap membombardir Gaza, setiap hari.
Olehnya, artikel seri ini mengkomunikasikan deislamisasi operasional yang ketiga yakni deislamisasi personil. Maksudnya, bagaimana zionis merekayasa pemimpin di negara-negara Islam atau yang berpenduduk mayoritas muslim seperti Indoneaia.
Kepemimpinan dalam Islam
Islam menetapkan kualifikasi seorang pemimpin, setidaknya ada empat syarat, yakni:
1. Bersikap Sidiq (Jujur)
Pemimpin harus benar dalam sikap jiwa, pola pikir, perkataan, tindakan, dan perilaku. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barangsiapa yang diserahi urusan manusia lalu dia bersembunyi (tidak mau tahu/tidak jujur) dari kebutuhan, kefakiran, dan kesulitan mereka, maka Allah akan bersembunyi dari kebutuhan, kefakiran, dan kesulitannya.” (HR. Abu Daud & Tirmidzi).
” Tidaklah seorang hamba yang diserahi Allah untuk memimpin rakyat, lalu dia meninggal dunia dalam keadaan curang (khianat) terhadap rakyatnya, kecuali Allah mengharamkannya masuk surga.” (HR. Bukhari).
2. Sikap amanah dan adil.
Allaah SWT berfirman:
” Sungguh, Allaah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. An-Nisa: 58).
Ayat Qur,an ini menetapkan, Pemimpin wajib menyampaikan amanah ke yang berhak dan menetapkan hukum dengan adil.
Pemimpin akan amanah dan adil jika beliau beriman dan bertakwa. Allaah SWT berfirman :” Hanya Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat, yang membayar zakat, dan yang sujud (di hadapan Allah) yang merupakan sekutu kalian. Semua orang yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman sebagai sekutu mereka, hendaklah mereka ingat bahwa golongan Allah akan menang. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu (Yahudi dan Nasrani), dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Bertakwalah kepada Allah jika kamu benar-benar beriman.”
(QS. Al-Maidah: 55-57):Konsekwensinya, Pemimpin harus menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai landasan hukum dalam menjalankan tupoksinya.
Nabi Muhammad SAW juga bersabda:
“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika diberi amanah dia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Imam (pemimpin) adalah pemimpin yang akan diminta pertanggungjawaban atas rakyatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Tidak sempurna iman seseorang yang tidak menjaga amanah.” (HR. Bukhari).
3. Tabligh
Pemimpin Islam harus transparan, akuntabel, dan komunikatif. Allaah SWT berfirman;
“Wahai Rasul” Sampaikanlah apa yang diturunkan Rabb-mu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (QS al-Maidah: 67).
4. Fathana
Pemimpin harus cerdas seperti disabdakan Rasulullaah SAW:
“Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.” (HR. Bukhari).
Kecerdasan itulah, mengapa wahyu pertama yang disampaikan ke Rasulullah SAW berkaitan dengan pendidikan.
Deislamisasi Personal
Zionisme internasional dalam mencapai target, yakni hancurnya umat Islam, menerapkan pola ketiga, yakni deislamisasi personal seperti tujuan invasi AS dan Israel ke Iran, bulan lepas.
Pola ini terdiri dari tiga jenis pimpinan, yakni: (1) Pemimpin Muslim, tapi tidak paham ajaran Islam; (2) Pemimpin Muslim, paham Islam, tapi anti Islam sebagai ideologi negara; dan (3).Pemimpin yang Nonmuslim.
1. Pemimpin Muslim, tapi tidak paham ajaran Islam
Khusus untuk Indonesia, ada empat presiden yang muslim, tapi tidak paham ajaran Islam. Mereka adalah Soeharto, Megawati, Jokowi, dan Prabowo.
Soeharto, karena tidak paham ajaran Islam, beliau paksakan aliran kebatinan masuk dalam GBHN. Bahkan ia masuk dalam Kementerian Agama.
Megawati, karena tidak paham ajaran Islam, menampung dan menjadikan keturunan PKI sebagai anggota legislatif. Bahkan, beliau tidak menyakini adanya hari akhirat. Sebab, beliau pernah kritik ulama dengan mengatakan, mereka itu bicara tentang akhirat padahal mereka belum pernah ke sana. Megawati juga yang mencalonkan Jokowi yang anak kader PKI untuk menjadi walikota, gubernur dan presiden dua periode.
Jokowi karena tidak paham ajaran Islam, bekerjasama dengan China Komunis, baik berupa kegiatan pertambangan, IKN, kereta api cepat Jakarta Bandung, maupun yang terakhir PIK1 dan PIK2 yang merupakan negara dalam negara.
Prabowo karena keluarganya terdiri dari pelbagai agama sehingga tidak paham ajaran Islam. Namun, dampaknya sangat fatal. Salah satunya, Prabowo tega duduk semeja dengan Israel dalam BOP, sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh presiden Indonesia mana pun. Bahkan, tindakan Prabowo itu, selain menghina umat Islam, juga dapat dikategorikan sebagai melanggar UUD 45 dan UUD 2002. Tragis !!! (Depok, 8 April 2026).p

Renungan Hari Arafah Hakikat Haji Mengenal Diri Sejati Dan Mengenal Tuhan
Renungan Hari Arafah *HAKIKAT HAJI MENGENAL DIRI SEJATI DAN MENGENAL TUHAN* bag#8 *_Oleh, Anwar R.
