ZIONISME, MUSUH ABADI UMAT ISLAM (7)
Abdullah Hehamahua
Presiden AS, Donald Trump mengacam akan membumi-hanguskan Iran dalam satu malam. Tentu, AS dikadalin Israel untuk mencapai tujuan mereka, terbentuknya Israel Raya. Paling tidak, satu target Israel sudah tercapai, pimpinan tertinggi Iran sudah meninggal dunia. Israel yang makan nangka, AS yang kena getahnya. Persis yang dilakukan Abdullah bin Saba’ terhadap Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.
Abdullah bin Sabah adalah seorang Yahudi yang masuk Islam dengan tujuan menghancurkan umat Islam dari dalam. Gerpol yang dilakukan berhasil menciptakan pemberontakan umat Islam terhadap khalifah Usman bin Affan.
Gejolak politik umat Islam pasca terbunuhnya khalifah Usman bin Affan sebagai hasil adu domba yang dilakukan Abdullah bin Sabah, berlanjut sampai sekarang. Sebab, terjadi persaingan di antara bani umayah, bani Abasiyah sampai kekhalihan usmaniyah.
Tragisnya, pasca kejatuhan khilafah islamiyah, warisan yahudi, Abdullah bin Saba’ terus berlanjut yang dewasa ini dikenal sebagai konflik suni – syiah.
Konsekwensinya, sebagian umat Islam ragu memihak Iran karena isu syiah tersebut. Padahal, yang dilawan Iran adalah Israel, syaitan yang kabur dari neraka. Bahkan, AS yang dikenal pembela HAM, berhasil dikadalin Israel. Dampak negatifnya, kedua negara tersebut membordir, sekolah dan rumah sakit di Teheran, 28 Februari 2026.
Maknanya, jika yang melawan Israel itu, RRC atau Rusia, bukan Iran, maka umat Islam harus memihak musuh Israel.
Progran yang Menjauhkan U Islam dari Pemimpin
Tiada shalat berjamaah tanpa imam dan makmum. Begitulah lemahnya umat Islam jika mereks tidak sejalan dengan pemimpinnya. Itulah sebabnya, salah satu cara zionis internasional menghancurkan umat Islam adalah melalui program menjauhkan umat Islam dari pemimpinnya.
Abdullah bin Sabah dan Pembunuhan Khalifah
Abdullah bin Sabah, seorang Yahudi yang pura-pura masuk Islam dengan tujuan menghancurkan umat Islam dari dalam.
Beliau kelilingi negeri-negeri Islam, memfitnah khalifah Usman bin Affan. Salah satu propagandanya, yang harus menjadi khalifah adalah Ali bin Abi Thalib. Menurutnya, Jibril keliru menyampaikan wahyu yang semestinya untuk Ali, tapi disampaikan ke Nabi Muhammad.
Dampak negatifnya, Usman dibunuh oleh pengikut Abdullah bin Sabah.
Sang munafik Yahudi ini memprovokasi Muawiyah bin Abu Sofyan agar mengambil alih kekuasaan dari Ali bin Abu Thalib.
Terjadilah peperangan di antara kedua kubu: Ali bin Abu Thalib vs Muawiyah bin Abu Sofyan.
Muawiyah ketika merasa akan kalah, menawarkan perundingan. Ali sebagai khalifah dengan sendirinya mengutamakan keselamatan umat Islam, sehingga menerima tawaran perundingan tersebut.
Naasnya, pengikut setia Ali yang super ekstrim, tidak setuju adanya perundingan. Mereka anggap Ali sebagai pengkhianat. Mereka pun memisahkan diri dari kubu Ali dan juga benci Muawiyah. Mereka lalu digelar sebagai kelompok khawarij.
Khawarij pun, atas pen̈garuh doktrin Abdullah bin Sabah, membunuh Ali bin Abu Thalib. Periode khulafah ur Rasyidin pun berakhir.
Kekhalifahan seterusnya, Muawiyah, Abbasia, dan Usmani, mengikuti benih adu domba Abdullah bin Saba’ dengan pola kepemimpinan keturunan. Bukan hasil musyawarah seperti penentuan khulafah ur rasyidin.
Tragisnya, jazirah Arab menjadi sembilan negara kecil, yakni: Arab Saudi,Yaman,
Oman, UEA,Qatar,
Bahrain,
Kuwait, Irak, dan Libanon.
Politik Abdullah bin Sabah di Indonesia
Beberapa contoh kasus di Indonesia adalah:
1. Caknur: Islam Yes, Politik Islam, No.
Nurchalis Madjid (Caknur) sewaktu menjadi Ketua Umum PB HMI ( 1967 – 1971), sering digelar sebagai Natsir Muda. Sebab, harapan sebagian umat Islam waktu itu, Caknur akan menggantikan kepemimpinan dan ketokohan pak M. Natsir, PM NKRI yang pertama.
Namun, ketika Caknur bergaul dengan “small group” di Yogya yang mayoritasnya Ahmadiyah, keluarlah pernyataan beliau “Islam yes, politik Islam, No.” Apalagi, ketika beliau kuliah di AS dan profesor pembimbingnya seorang Yahudi, caknur tersisihkan dari komunitas umat Islam Indonesia. Bahkan, di internal HMI sendiri pun, banyak anggota dan alumni yang tidak sejalan dengan pemikiran Caknur. Tragisnya, ketika Caknur dicalonkan untuk capres oleh kelompok sosialis pada Pilpres 2004, baik Presidium MN KAHMI maupun PPP dan Golkar, tidak merespons positif.
2. Eliminasi Eksistensi Aa Gym
Aa Gym pada awal tahun 2000-an memiliki popularitas luar biasa sebagai da’i nasional. Setiap pengajiaanya di masjid Istiqlal, jamaah yang hadir, bukan saja mereka yang akrab dengan masjid dan pengajian, tapi juga oleh mereka yang dianggap sekuler.
Namun, begitu Aa Gym menikah lagi, bergulir bola liar dari kalangan anti Islam, berupa pemboikotan kegiatan pengajian beliau.
3. Politik Belah Bambu
BDisertasi Wakil Ketua PP Muhammadiyah, Busroh Muqaddas, antara lain mengemukakan politik belah bambu oleh intelijen yang menciptakan Komji, NII, Ingkar Sunnah, Darul Hadis, Nabi Baru, dan sejenisnya. Dampak negatifnya, umat Islam tidak pernah bersatu. Sebab, ada golongan umat Islam yang disanjung, tapi pada waktu bersamaan, ada kelompok Islam yang dipijak.
Simpulan
1. ZIonisme internasional bisa dihapus di muka bumi jika umat Islam, khususnya tokoh dan elitnya meneladani kaifiat shalat berjamaah.
2. Negara-negara Islam dan yang mayoritas beragama Islam, segera keluar dari PBB dan menjadikan OKI sebagai PBB alternatif.
3. Umat Islam segera membentuk Front Pembela Masjidil Aqsa dan melakukan perlawanan melalui gerakan publikasi dan penghimpunan dana untuk pembebasan masjidil Aqsa, kiblat pertama umat Islam.
(Depok, 7 April 2026)

