Perjuangan Nabi Muhammad SAW (19)

March 9, 2026

 

 

PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW (19)

Abdullah Hehamahua

Rasulullah SAW, pasca Bai’ah Aqabah 1 dan 2, meminta para sahabat hijrah ke Yatrib. Sebab, mayoritas pen-duduk Yatrib sudah memeluk Islam dan berjanji akan melindungi Rasulullah SAW dan para sahabat. Namun, Ra-sulullah SAW hijrah terakhir setelah ada perintah dari Allah SWT.

Hijrah dan Iman

Nabi Muhammad  SAW baru hij-rah setelah ada perintah Allah SWT.  Allah SWT berfirman:

“Dan betapa banyak negeri yang (pen-duduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membina-sakan mereka; maka tidak ada seorang pun yang menolong mereka.” (QS Muhammad: 13).

 

“Sesungguhnya orang-orang yang di-cabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri, (kepa-da mereka) malaikat bertanya, “Ba-gaimana keadaanmu?” Mereka menja-wab, “Kami orang-orang yang tertindas di bumi (Mekah).” Malaikat (bertanya), “Bukankah bumi Allah itu luas, sehing

 ga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”..(QS An-Nisaa: 97),

 “Sesungguhnya orang-orang yang ber-iman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberi-kan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mere-ka itu satu sama lain lindung-melin-dungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepada-mu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan perto-longan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. (Q.S. Al Anfal: 72-73 ).

“Sesungguhnya orang-orang yang ber-iman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang.” (QS Ab Baqarah: 218).

Ayat-ayat  Al-Qur’an di atasi menginformasikan, orang berhijrah adalah mereka yang beriman dan rela meninggalkan hartanya dalam jihad di jalan Allah SWT demi memeroleh ridha-Nya.

Hijrah dan Penghilangan Jejak 

Nabi Muhammad SAW ketika meninggalkan rumah, tidak langsung berjalan ke arah Yatrib (Madinah) me-lalui jalan yang biasa. Beliau justru mengitari separuh kota Makah baru kemudian menuju Yatrib. Dahsyatnya, ketika baginda keluar dari rumah,  tidak diketahui pemuda-pemuda Quraisy yang berjaga di pintu untuk membunuh-nya.

Tindakan Rasulullah SAW terse-but merupakan pelajaran bagi umatnya bahwa, dalam menghadapi serangan musuh, perlu taktik yang mengelabui musuh.

Hijrah dan Teknik Penyamaran 

Rasulullah SAW sewaktu mening-galkan rumah, meminta Ali bin Abu Thalib berbaring di tempat tidur beliau. Dampak positifnya, pemuda Quraisy, ketika mahu membunuh baginda, ter-nyata yang tidur di situ, Ali bin Abu Thalib. Tindakan Rasulullah SAW ini merupakan pelajaran bagi umatnya bahwa, dalam peperangan perlu teknik penyamaran.

Hijrah dan Pengaiihan Perhatian Musuh

Nabi Muhammad SAW yang dite-mani Abu Bakar ketika sampai di gua Tsur, beristirahat selama 3 hari. Pela-jarannya di sini adalah:

 

  1. Putri Abu Bakar, Asma yang mem-bawa bekal ke gua diberi pentunjuk oleh baginda bahwa:  Asma, setiap meninggalkan gua, berjalan mun-dur sambil menghapus jejak kaki-nya. Dampak positifnya, orang Qu-raisy yang mengejar baginda, tidak tahu kalau ada orang di dalam gua tersebut;
  2. Rasulullah SAW mengajarkan umat-nya, perlu penyerahan diri secara total ke Allah SWT. Sebab, ketika Abu Bakar sangat takut akan kese-lamatan baginda jika tempat itu di-jumpai orang Quraisy. Rasulullah SAW justrumenghibur Abu Bakar dengan ucapan: Ketahuilah Abu Ba-kar bahwa selain kita berdua ada Allah bersama kita. -Konsekwensi-nya, ketika orang Quraisy sudah di mulut gua, mereka batal masuk. Sebab, ada sarang laba-laba di mulut gua tersebut yang menunjuk-kan, tidak ada orang di dalam gua itu.

 

Hijrah dan Pembangunan Masjid Quba

Rasulullah SAW dan Abu Bakar, sebelum tiba di Yatrib, beristirahat be-berapa hari di Quba. Mereka berdua membangun masjid yang dikenal de-ngan nama masjid Quba. Konsekwen-sinya, setiap jamaah haji atau umrah, mendatangi masjid ini dalam rangka mengenang perjuangan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW mengajarkan, bangunan publik yang pertama di-bangun adalah masjid. Sebab, pimpin-an dalam mengelola masyarakat, bangsa, dan negara selalu mendahulu-kan hajat umat Islam yang berkaitan  hubungan vertikal mereka dengan Allah SWT.

 

Nabi Muhammad SAW Disambut Penduduk Yatrib

Rasulullah SAW bersama Abu Bakar tiba di Madinah, 12 Rabiul Awal (24 – 27 September 622M). Rasulullah SAW disambut meriah oleh penduduk Yatrib yang semua-nya sudah beraga-ma Islam, kecuali penduduk Yahudi. Beliau disambut dengan nasyid Thola’al Badru Alaina  (Telah muncul rembulan di tengah kami).

Simpulan

  1. Hijrah bukan sikap melarikan diri dari medan perang karena takut akan musuh. Hijrah adalah taktik super canggih untuk meninggalkan base campsementara waktu untuk kemudian kembali merebutnya.
  2. Hijrah yang benar adalah meninggalkan base campuntuk sementara dengan tujuan menyusun kekuatan untuk kembali merebut dan menguasai tempat itu. Rasulullah SAW membuktikan bahwa, hanya dalam 10 tahun, Makah direbut kembali tanpa set-etes darah dan semua penduduk Makah masuk Islam.
  3. Hijrah hari ini, ketika kita menyadari berbuat salah, segera berubah ke keadaan dan perilaku yang benar. Sadar bahwa, berada dalam orga-nisasi, lembaga, sistem atau nega-ra yang salah, harus tinggalkan se-muanya untuk kembali merebutnya  dengan sistem Islam (Depok, 19 Ramadhan 1447H/9 Maret 2026M)..

 

 

JK Bersuara, Jokowi Sengsara

JK Bersuara, Jokowi Sengsara Disampaikan Oleh *Yusuf Blegur *Upaya kriminalisasi dan pembunuhan karakter tengah gencar