PERNYATAAN SIKAP
Nomor: 012/03/2026
Dewan Pimpinan Pusat Partai Masyumi
Mengenai
PARTAI MASYUMI MENDESAK
PRESIDEN PRABOWO UNTUK INDONESIA
KELUAR DARI BOARD OF PEACE (BOP)
Bismillahirrahmanirrahim
Di tengah kesucian bulan Ramadhan yang seharusnya dijunjung tinggi dengan nilai
nilai perdamaian, dunia kembali menyaksikan kejahatan kemanusiaan yang
memilukan. Aliansi Amerika Serikat dan Israel secara brutal dan kejam tak berperi
kemanusiaan, melakukan serangan yang melanggar hukum internasional dan
melukai perasaan umat Islam sedunia. Serangan ini tidak hanya menghancurkan
dan merenggut nyawa rakyat, tetapi bahkan mengakibatkan gugur dan syahidnya
pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Imam Ali Khamenei.
Keluarga Besar Masyumi menyampaikan duka dan belasungkawa sedalam
dalamnya, serta memanjatkan doa kiranya Allah menerimanya di sisiNya, dan
semoga ruhul jihadnya tetap berkobar di dalam jiwa Umat Islam dunia. Masyumi
meyakini bahwa perjuangan rakyat Iran dan Palestina adalah satu tarikan napas
dengan perjuangan umat Islam di Indonesia. Umat Islam se-dunia adalah ibarat satu
tubuh; penderitaan di satu bagian adalah luka bagi seluruh bagian lainnya.
PANDANGAN DAN KEYAKINAN PARTAI MASYUMI
Partai Masyumi memandang bahwa agresi AS-Israel itu bukan sekadar serangan
militer biasa, melainkan eskalasi yang disengaja untuk menuju perang global yang
mengancam stabilitas kawasan Dunia Muslim di Timur Tengah, demi kepentingan
supremasi AS-Israel. Tindakan ini membuktikan bahwa hegemoni Barat tidak
pernah menghormati kedaulatan negara-negara lainnya.
Partai Masyumi mengutuk keras serangan brutal AS-Israel itu sebagai bentuk
kejahatan kemanusiaan dan imperialisme modern demi supremasi kekuasaan
mereka di kawasan. Ini adalah pelanggaran nyata terhadap piagam PBB dan
hukum internasional yang harus dilawan oleh seluruh kekuatan dunia yang
menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan.
Di sisi lain, Partai Masyumi meyakini bahwa serangan balasan Iran terhadap
pangkalan militer AS dan ke Israel adalah merupakan bentuk pembelaan diri yang
sah (self-defense). Tindakan tersebut bukan ditujukan untuk mengganggu sesama
negara Muslim, melainkan untuk meruntuhkan dominasi pangkalan perang AS yang
menjadi sumber instabilitas di tanah kaum muslimin Kawasan Timur Tengah.
Partai Masyumi menilai bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace
(BoP) sebagai inisiatif Presiden Prabowo, akan tidak memberikan dampak positif
yang signifikan bagi kemerdekaan Palestina. Aliansi BoP justru mandul dan tidak
berdaya dalam mencegah agresi AS-Israel, yang membuktikan bahwa lembaga ini
hanyalah alat diplomasi yang semu.TUNTUTAN TEGAS PARTAI MASYUMI
Berdasarkan situasi dan pandangan di atas, Partai Masyumi secara tegas
menyatakan tuntutan sebagai berikut:
- Partai Masyumi meminta Presiden Prabowo segera menarik diri dari
keanggotaan BoP. Karena faktanya, lembaga ini tidak memiliki taring di hadapan
agresi AS-Israel. Bertahan di dalamnya hanya akan menjadikan posisi Indonesia
tidak efektif, mengingat hak veto dan kendali kebijakan tetap berada di bawah
dominasi Donald Trump. Dan sebagai inisiator BoP, ia memiliki konflik
kepentingan yang nyata demi ambisi supremasinya. Keberadaan Indonesia di
dalam BoP justru berisiko memperkuat legitimasi politik Trump untuk mengambil
keputusan sepihak yang merugikan kepentingan Dunia Islam.
- Partai Masyumi meminta Presiden Prabowo untuk kembali pada mandat
konstitusi—menghapuskan penjajahan di atas dunia—dan tidak membiarkan
kebijakan luar negeri Indonesia terseret menjadi underbow atau kepanjangan
tangan kepentingan AS-Israel. Inisiatif apapun untuk membantu kemerdekaan
Palestina, harus dilakukan melalui mandate PBB, sebagai badan resmi yang
memiliki legitimasi.
- Partai Masyumi meminta Presiden untuk mendesak Perserikatan Bangsa
Bangsa (PBB) untuk memberikan hukuman dan tekanan kepada Amerika Serikat
dan Israel atas tindakannya melakukan serangan brutal dan kejam yang tidak
berprikemanusiaan yang menyerang Iran. Tindakan ini melanggar hukum
Internasional.
- Partai Masyumi meminta Presiden untuk menginisiasi penggalangan kekuatan
kolektif negara-negara Muslim yang tergabung dalam OIC (Organization of
Islamic Cooperation), guna membela kemerdekaan Palestina dan melindungi
kedaulatan Dunia Islam dari setiap bentuk hegemoni asing. Ikhtiar ini justru
memiliki sigfnifikansi bagi kepentingan kemerdekaan Palestina dan Dunia Muslim
lainnya.
- Partai Masyumi meminta Pemerintah Indonesia untuk terus mendesak PBB
mengesahkan Palestina menjadi anggota penuh PBB sebagai negara Palestina
merdeka yang berdaulat, dan mempercepat rekonstruksi Gaza sebagai bagian
tak terpisahkan dari Negara Palestina merdeka, di bawah perlindungan PBB.
- Partai Masyumi mengajak seluruh Ormas Islam dan elemen kekuatan umat Islam
di Indonesia dan Dunia, untuk bersatu padu melawan segala bentuk imperialisme
baru. Umat Islam harus mandiri secara politik, ekonomi dan militer agar tidak
terus menjadi objek permainan kekuasaan global.
- Partai Masyumi juga mengajak umat Islam di mana saja, untuk terus
memanjatkan doa, memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT terhadap
umat Muslim yang sedang mengalami kesulitan, penindasan, atau musibah di
berbagai belahan dunia.
Demikian pernyataan sikap ini. Partai Masyumi akan terus mengawal kebijakan
pemerintah agar tetap berada pada rel konstitusi yang benar dan tidak terjebak
dalam pragmatisme politik internasional yang mengorbankan nilai-nilai
kemanusiaan.
Jakarta, 3 Maret 2026
Dewan Pimpinan Pusat Partai Masyumi
Dr. Ahmad Yani, SH., MH
Samsudin Dayan, SH., M.Si
Ketua Umum
SekretarisJenderal

