Partai Masyumi Mendesak Presiden Prabowo Untuk Indonesia Keluar Dari Board Of Peace (BOP)

March 4, 2026

PERNYATAAN SIKAP

Nomor: 012/03/2026

Dewan Pimpinan Pusat Partai Masyumi

Mengenai

PARTAI MASYUMI MENDESAK

PRESIDEN PRABOWO UNTUK INDONESIA

KELUAR DARI BOARD OF PEACE (BOP)

Bismillahirrahmanirrahim

Di tengah kesucian bulan Ramadhan yang seharusnya dijunjung tinggi dengan nilai

nilai perdamaian, dunia kembali menyaksikan kejahatan kemanusiaan yang

memilukan. Aliansi Amerika Serikat dan Israel secara brutal dan kejam tak berperi

kemanusiaan, melakukan serangan yang melanggar hukum internasional dan

melukai perasaan umat Islam sedunia. Serangan ini tidak hanya menghancurkan

dan merenggut nyawa rakyat, tetapi bahkan mengakibatkan gugur dan syahidnya

pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Imam Ali Khamenei.

Keluarga Besar Masyumi menyampaikan duka dan belasungkawa sedalam

dalamnya, serta memanjatkan doa kiranya Allah menerimanya di sisiNya, dan

semoga ruhul jihadnya tetap berkobar di dalam jiwa Umat Islam dunia. Masyumi

meyakini bahwa perjuangan rakyat Iran dan Palestina adalah satu tarikan napas

dengan perjuangan umat Islam di Indonesia. Umat Islam se-dunia adalah ibarat satu

tubuh; penderitaan di satu bagian adalah luka bagi seluruh bagian lainnya.

PANDANGAN DAN KEYAKINAN PARTAI MASYUMI

Partai Masyumi memandang bahwa agresi AS-Israel itu bukan sekadar serangan

militer biasa, melainkan eskalasi yang disengaja untuk menuju perang global yang

mengancam stabilitas kawasan Dunia Muslim di Timur Tengah, demi kepentingan

supremasi AS-Israel. Tindakan ini membuktikan bahwa hegemoni Barat tidak

pernah menghormati kedaulatan negara-negara lainnya.

Partai Masyumi mengutuk keras serangan brutal AS-Israel itu sebagai bentuk

kejahatan kemanusiaan dan imperialisme modern demi supremasi kekuasaan

mereka di kawasan. Ini adalah pelanggaran nyata terhadap piagam PBB dan

hukum internasional yang harus dilawan oleh seluruh kekuatan dunia yang

menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan.

Di sisi lain, Partai Masyumi meyakini bahwa serangan balasan Iran terhadap

pangkalan militer AS dan ke Israel adalah merupakan bentuk pembelaan diri yang

sah (self-defense). Tindakan tersebut bukan ditujukan untuk mengganggu sesama

negara Muslim, melainkan untuk meruntuhkan dominasi pangkalan perang AS yang

menjadi sumber instabilitas di tanah kaum muslimin Kawasan Timur Tengah.

Partai Masyumi menilai bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace

(BoP) sebagai inisiatif Presiden Prabowo, akan tidak memberikan dampak positif

yang signifikan bagi kemerdekaan Palestina. Aliansi BoP justru mandul dan tidak

berdaya dalam mencegah agresi AS-Israel, yang membuktikan bahwa lembaga ini

hanyalah alat diplomasi yang semu.TUNTUTAN TEGAS PARTAI MASYUMI

Berdasarkan situasi dan pandangan di atas, Partai Masyumi secara tegas

menyatakan tuntutan sebagai berikut:

  1. Partai Masyumi meminta Presiden Prabowo segera menarik diri dari

keanggotaan BoP. Karena faktanya, lembaga ini tidak memiliki taring di hadapan

agresi AS-Israel. Bertahan di dalamnya hanya akan menjadikan posisi Indonesia

tidak efektif, mengingat hak veto dan kendali kebijakan tetap berada di bawah

dominasi Donald Trump. Dan sebagai inisiator BoP, ia memiliki konflik

kepentingan yang nyata demi ambisi supremasinya. Keberadaan Indonesia di

dalam BoP justru berisiko memperkuat legitimasi politik Trump untuk mengambil

keputusan sepihak yang merugikan kepentingan Dunia Islam.

  1. Partai Masyumi meminta Presiden Prabowo untuk kembali pada mandat

konstitusi—menghapuskan penjajahan di atas dunia—dan tidak membiarkan

kebijakan luar negeri Indonesia terseret menjadi underbow atau kepanjangan

tangan kepentingan AS-Israel. Inisiatif apapun untuk membantu kemerdekaan

Palestina, harus dilakukan melalui mandate PBB, sebagai badan resmi yang

memiliki legitimasi.

  1. Partai Masyumi meminta Presiden untuk mendesak Perserikatan Bangsa

Bangsa (PBB) untuk memberikan hukuman dan tekanan kepada Amerika Serikat

dan Israel atas tindakannya melakukan serangan brutal dan kejam yang tidak

berprikemanusiaan yang menyerang Iran. Tindakan ini melanggar hukum

Internasional.

  1. Partai Masyumi meminta Presiden untuk menginisiasi penggalangan kekuatan

kolektif negara-negara Muslim yang tergabung dalam OIC (Organization of

Islamic Cooperation), guna membela kemerdekaan Palestina dan melindungi

kedaulatan Dunia Islam dari setiap bentuk hegemoni asing. Ikhtiar ini justru

memiliki sigfnifikansi bagi kepentingan kemerdekaan Palestina dan Dunia Muslim

lainnya.

  1. Partai Masyumi meminta Pemerintah Indonesia untuk terus mendesak PBB

mengesahkan Palestina menjadi anggota penuh PBB sebagai negara Palestina

merdeka yang berdaulat, dan mempercepat rekonstruksi Gaza sebagai bagian

tak terpisahkan dari Negara Palestina merdeka, di bawah perlindungan PBB.

  1. Partai Masyumi mengajak seluruh Ormas Islam dan elemen kekuatan umat Islam

di Indonesia dan Dunia, untuk bersatu padu melawan segala bentuk imperialisme

baru. Umat Islam harus mandiri secara politik, ekonomi dan militer agar tidak

terus menjadi objek permainan kekuasaan global.

  1. Partai Masyumi juga mengajak umat Islam di mana saja, untuk terus

memanjatkan doa, memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT terhadap

umat Muslim yang sedang mengalami kesulitan, penindasan, atau musibah di

berbagai belahan dunia.

Demikian pernyataan sikap ini. Partai Masyumi akan terus mengawal kebijakan

pemerintah agar tetap berada pada rel konstitusi yang benar dan tidak terjebak

dalam pragmatisme politik internasional yang mengorbankan nilai-nilai

kemanusiaan.

Jakarta, 3 Maret 2026

Dewan Pimpinan Pusat Partai Masyumi

Dr. Ahmad Yani, SH., MH

Samsudin Dayan, SH., M.Si

Ketua Umum

SekretarisJenderal

Pernyataan ke 12 Keluar dari BoP

Sains Tidak Berpikir (2)

SAINS TIDAK BERPIKIR (2) Irawan Santoso Shiddiq, SH Martin Heidegger (1889-1976), menerbitkan artikel “Science does