PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW (10)
Abdullah Hehamahua
Muhammad SAW, selain sebagai nabi dan rasul, juga seorang pejuang dakwah yang jenius. Sebab, dalam me-nyiarkan Islam, baginda menggunakan pendekatan yang komprehensif, sesuai petunjuk Allah SWT sendiri.
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, seakan-akan me-reka suatu bangunan yang tersusun kukuh (QS Ash Shaf: 4).
Ayat Qur’an ini menginformasikan, suatu perjuangan, khususnya dakwah, hendaknya menggunakan sistem dan metode jaringan yang sekalipun seder-hana tapi berhasil guna dan berdaya guna. Sistem jaringan yang diterapkan Nabi Muhammad SAW, terbukti men-datangkan kemenangan perjuangan, seperti uraian berikut.
Jaringan Dak’wah Rasulullah SAW
Nabi Muhammad SAW dalam me-nyiarkan ajaran Islam, menerapkan
metode dak’wah yang strategis. Sebab, setelah mengislamkan semua anggota keluarga, baginda menggunakan ja-ringan dak’wah di luar rumah. Ini kare-na, Rasulullah SAW, setelah mengis-
lamkan keluarga intinya, mengajak orang luar dengan pendekatan yang strategis. Nabi Muhammad fokus dak-wahnya ke Abu Bakar As Shidiq.
Islamnya Abu Bakar As Shidiq
Abu Bakar adalah sahabat karib Nabi Muhammad sejak kecil. Abu Ba-kar, sama halnya dengan Khadijah, mengenal dari dekat perilaku baginda sejak kecil. Sebab, mereka biasa ber-main bersama sebagaimana laiknya anak-anak. Bagi Abu Bakar, mustahil kalau Muhammad membohonginya. Konsekwensi logisnya, tanpa ragu, Abu Bakar beriman ke baginda ketika diajak masuk Islam. Konsekwensi logis lanjut-annya, Abu Bakar adalah orang perta-ma di luar rumah Rasulullah SAW yang memeluk agama Islam.
Dampak positifnya, Abu Bakar tidak pernah ragu sedikit pun atas se-mua ucapan, tindakan, dan perilaku Rasulullah SAW. Bahkan, sewaktu se-mua sahabat ragu atas kandungan Per-janjian Hudaibiyah, Abu Bakar dengan tegas menyatakan dukungannya. Dam-pak positif lanjutannya, Rasulullah SAW menggelar Abu Bakar dengan sebutan as shidiq, yaitu orang yang selalu membenarkan perkataan dan perbuatan Rasulullah SAW. Ini terbukti, ketika detik-detik yang mengkhawatir-kan di mana sebagian umat Islam ragu akan kisah Isra’ Mi’raj yang disampai-kan Rasulullah SAW, Abu Bakar dengan tegas mengatakan: ”andaikan Rasulullah mengatakan lebih dari itu pun, saya tetap percaya sepenuhnya.”
Nabi Muhammad SAW memilih Abu Bakar sebagai orang luar pertama dari keluarga sebagai pilihan yang stra-tegis. Sebab, Abu Bakar sendiri memi-liki kawan-kawan dekat dalam komuni-tas lain yang mereka juga memiliki kepribadian ulung. Abu Bakarlah yang berhasil mengajak kawan-kawannya tersebut untuk masuk Islam, yaitu: Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, dan Thalhah bin Ubaidillah.
Sejarah Islam mencatat, keenam orang ini adalah tokoh-tokoh utama dalam perkembangan Islam pada pe-riode awal khilafah Islamiyah. Keje-niusan lain dari Nabi Muhammad SAW adalah baginda menikahi putri Abu Bakar, Aisyah sehingga hubungan ke-dua keluarga ini, semakin akrab.
Sejarah Islam juga mencatat, Abu Bakar adalah satu-satunya sahabat yang menemani Rasulullah SAW ketika melaksanakan perintah Allah SWT un-tuk hijrah ke Madinah. Wajar jika para sahabat sepakat memercayai Abu Bakar sebagai khalifah pertama sepe-ninggal Rasulullah SAW.
Simpulan
- Suatu perjuangan akan berhasil secara optimal jika digunakan pen-dekatan sistemik. Semua program dan kegiatan tersebut harus terjalin dalam suatu mata rantai sistemikyang saling sinergik.
Ali Bin Abu Thalib dalam kon-tek ini mengatakan: ”suatu organi-sasi batil tetapi tertata baik, dapat mengalahkan organisasi yang hak, tetapi tidak tertata dengan baik.”
Kata-kata hikmah Ali bin Abi Thalib tersebut, terbukti sekarang di mana 7,6 juta Yahudi Israel bisa mengobok-obok ratusan juta umat Islam, Timur Tengah. Bahkan, In-donesia sebagai negara berpendu-duk umat Islam terbanyak di dunia pun bertekuk lutut di bawah peng-aruh Israel. Sebab, presiden Indo-nesia pun duduk semeja dengan penjahat abad dua puluh satu, Netanyahu. Padahal, belum pernah ada presiden Indonesia yang du-duk semeja dengan pimpinan Is-rael. Bahkan, Jokowi sebagai ko-ruptor nomor dua dunia pun, meno-lak kesebelasan Israel dalam per-tandingan bola di Indonesia.
Nabi Muhammad dengan menggunakan Abu Bakar sebagai salah satu sel dakwah, diperoleh tambahan 6 sahabat baru. Mereka pada masa berikutnya, mengajak pula orang lain masuk Islam.
- Metode dakwah Rasulullah SAW ini, tidak hanya dilakukan terhadap penduduk Makah, tetapi juga ke warga Madinah. Sebab, pada mu-sim haji tradisional, baginda melobi jamaah dari Madinah dan berhasil mengislamkan beberapa orang. Ja-maah ini kembali ke Madinah dan mengislamkan orang lain di sana sehingga pada musim haji berikut-nya bertambah jumlah muslim dari Madinah. Hal ini berlangsung terus sehingga ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, semua pendu-duk kota itu sudah muslim kecuali warga Yahudi.
- Presiden, pejabat eksekutif, legis-latif, yudikatif, BUMN/BUMD, or-mas, dan orpol Islam harus meng-ubah pola kepemimpinan dengan meneladani sistem jaringan Nabi Muhammad SAW, 15 abad yang lalu. Namun, proses rekruitmen tersebut, jauh dari faktor KKN, tapi semata-mata karena keimanan dan ketakwaan dalam suatu perjuang-an dakwah. Bahasa ilmu manaje-men modern, rekrutmen berdasar-kan integritas dan profesional (Depok, 10 Ramadhan 1447H/27 Februari 2026).

