Perjuangan Nabi Muhammad SAW (10)

February 27, 2026

PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW (10)

Abdullah Hehamahua

 

 

Muhammad SAW, selain sebagai nabi dan rasul, juga seorang pejuang dakwah yang jenius. Sebab, dalam me-nyiarkan Islam, baginda menggunakan pendekatan yang komprehensif, sesuai petunjuk Allah SWT sendiri.

 

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, seakan-akan me-reka suatu bangunan yang tersusun kukuh (QS Ash Shaf: 4).

 

Ayat Qur’an ini menginformasikan, suatu perjuangan, khususnya dakwah, hendaknya menggunakan sistem dan metode jaringan yang sekalipun seder-hana tapi berhasil guna dan berdaya guna. Sistem jaringan yang diterapkan Nabi Muhammad SAW, terbukti men-datangkan kemenangan perjuangan, seperti uraian  berikut.

 

Jaringan Dak’wah Rasulullah SAW

Nabi Muhammad SAW dalam me-nyiarkan ajaran Islam, menerapkan

metode dak’wah yang strategis. Sebab, setelah mengislamkan semua anggota keluarga, baginda menggunakan ja-ringan dak’wah di luar rumah. Ini kare-na, Rasulullah SAW, setelah mengis-

 

lamkan keluarga intinya, mengajak orang luar dengan pendekatan yang strategis. Nabi Muhammad fokus dak-wahnya ke Abu Bakar As Shidiq.

 

Islamnya Abu Bakar As Shidiq

Abu Bakar adalah sahabat karib Nabi Muhammad sejak kecil. Abu Ba-kar, sama halnya dengan Khadijah, mengenal dari dekat perilaku baginda sejak kecil. Sebab, mereka biasa ber-main bersama sebagaimana laiknya anak-anak. Bagi Abu Bakar, mustahil kalau Muhammad membohonginya. Konsekwensi logisnya, tanpa ragu, Abu Bakar beriman ke baginda ketika diajak masuk Islam. Konsekwensi logis lanjut-annya, Abu Bakar adalah orang perta-ma di luar rumah Rasulullah SAW yang memeluk agama Islam.

Dampak positifnya, Abu Bakar tidak pernah ragu sedikit pun atas se-mua ucapan, tindakan, dan perilaku Rasulullah SAW. Bahkan, sewaktu se-mua sahabat ragu atas kandungan Per-janjian Hudaibiyah, Abu Bakar dengan tegas menyatakan dukungannya. Dam-pak positif lanjutannya, Rasulullah SAW menggelar Abu Bakar dengan sebutan as shidiq, yaitu orang yang selalu membenarkan perkataan dan perbuatan Rasulullah SAW. Ini terbukti, ketika detik-detik yang mengkhawatir-kan di mana sebagian umat Islam ragu akan kisah Isra’ Mi’raj yang disampai-kan Rasulullah SAW, Abu Bakar dengan tegas mengatakan: ”andaikan Rasulullah mengatakan lebih dari itu pun, saya tetap percaya sepenuhnya.”

 

Nabi Muhammad SAW memilih Abu Bakar sebagai orang luar pertama dari keluarga sebagai pilihan yang stra-tegis. Sebab, Abu Bakar sendiri memi-liki kawan-kawan dekat dalam komuni-tas lain yang mereka juga memiliki kepribadian ulung. Abu Bakarlah yang berhasil mengajak kawan-kawannya tersebut untuk masuk Islam, yaitu: Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Sejarah Islam mencatat, keenam orang ini adalah tokoh-tokoh utama dalam perkembangan Islam pada pe-riode awal khilafah Islamiyah. Keje-niusan lain dari Nabi Muhammad SAW adalah baginda menikahi putri Abu Bakar, Aisyah sehingga hubungan ke-dua keluarga ini, semakin akrab.

Sejarah Islam juga mencatat, Abu Bakar adalah satu-satunya sahabat yang menemani Rasulullah SAW ketika melaksanakan perintah Allah SWT un-tuk hijrah ke Madinah. Wajar jika para sahabat sepakat memercayai Abu Bakar sebagai khalifah pertama sepe-ninggal Rasulullah SAW.

 

Simpulan

  1. Suatu perjuangan akan berhasil secara optimal jika digunakan pen-dekatan sistemik. Semua program dan kegiatan tersebut harus terjalin dalam suatu mata rantai sistemikyang saling sinergik.

Ali Bin Abu Thalib dalam kon-tek ini mengatakan: ”suatu organi-sasi batil tetapi tertata baik, dapat mengalahkan organisasi yang hak, tetapi tidak tertata dengan baik.”

 

Kata-kata hikmah Ali bin Abi Thalib tersebut, terbukti sekarang di mana 7,6 juta Yahudi Israel  bisa mengobok-obok ratusan juta umat Islam, Timur Tengah. Bahkan,  In-donesia sebagai negara berpendu-duk umat Islam terbanyak di dunia pun bertekuk lutut di bawah peng-aruh Israel. Sebab, presiden Indo-nesia pun duduk semeja dengan penjahat abad dua puluh satu, Netanyahu. Padahal, belum pernah ada presiden Indonesia yang du-duk semeja dengan pimpinan Is-rael. Bahkan, Jokowi sebagai ko-ruptor nomor dua dunia pun, meno-lak kesebelasan Israel dalam per-tandingan bola di Indonesia.

 

Nabi Muhammad  dengan  menggunakan Abu Bakar sebagai salah satu sel dakwah, diperoleh tambahan 6 sahabat baru. Mereka pada masa berikutnya,  mengajak pula orang lain masuk Islam.

 

  1. Metode dakwah Rasulullah SAW ini, tidak hanya dilakukan terhadap penduduk Makah, tetapi juga ke warga Madinah. Sebab, pada mu-sim haji tradisional, baginda melobi jamaah dari Madinah dan berhasil mengislamkan beberapa orang. Ja-maah ini kembali ke Madinah dan mengislamkan orang lain di sana sehingga pada musim haji berikut-nya bertambah jumlah muslim dari Madinah. Hal ini berlangsung terus sehingga ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, semua pendu-duk kota itu sudah muslim kecuali warga Yahudi.

 

  1. Presiden, pejabat eksekutif, legis-latif, yudikatif, BUMN/BUMD, or-mas, dan orpol Islam harus meng-ubah pola kepemimpinan dengan meneladani sistem jaringan Nabi Muhammad SAW, 15 abad yang lalu. Namun, proses rekruitmen tersebut, jauh dari faktor KKN, tapi semata-mata karena keimanan dan ketakwaan dalam suatu perjuang-an dakwah. Bahasa ilmu manaje-men modern, rekrutmen berdasar-kan integritas dan profesional (Depok, 10 Ramadhan 1447H/27 Februari 2026).

 

Sains Tidak Berpikir (2)

SAINS TIDAK BERPIKIR (2) Irawan Santoso Shiddiq, SH Martin Heidegger (1889-1976), menerbitkan artikel “Science does