Islam Itu Indah (20)

February 19, 2026

 ISLAM ITU INDAH (20)

Abdullah Hehamahua

 

Islam itu indah. !!! Sebab, hukum Allah SWT berlaku universal. Konsekwensi logisnya, reward and punishment akan berlaku terhadap siapa saja, tanpa mem-bedakan suku, etnis, ideologi, bangsa, negara, maupun agama.  Olehnya, artikel seri penutup ini, menginformasikan murka Allah SWT terhadap bangsa Indonesia.

 

Indonesia yang Kufur Nikmat

Allah SWT menjadikan Indonesia sebagai negara terkaya di dunia, baik dari letak geografis, iklim, maupun Sumber Daya Alam (SDA). Sebab, luas wilayah Indonesia, seluas Eropah. Dua pertiga wilayahnya, laut. Dampak positifnya, potensi ekonomi laut Indonesia mencapai Rp. 20.000 triliun per tahun. Dampak positif lanjutannya, jika laut dikelola BUMN/BUMD tanpa KKN,  pemerintah memiliki lima APBN setiap tahun.

Indonesia punya hutan tropis ketiga terluas di dunia. Ia memiliki pelbagai flora dan fauna.. Dampak positifnya, Indonesia menjadi lumbung pangan maha luas, apotik herba terluas di dunia, dan kebun binatang terbesar sedunia.

Indonesia punya 19 jenis tambang. Jika semuanya dikelola BUMN/BUMD tanpa KKN, maka setiap penduduk Indonesia, dapat memeroleh Rp. 20 juta setiap bulan gratis, tanpa kerja.

 

Faktanya, Indonesia dilanda pelbagai keterpurukan, baik di sektor pendidikan, politik, maupun ekonomi. Bahkan, negeri ini dilanda pelbagai musibah, baik berupa gempa bumi, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, maupun gagal panen. Namun, pemerintah tidak pernah mengakui, musibah yang melanda Indonesia karena murka Allah SWT. Padahal, penyebab musibah tersebut karena dua hal, yakni:

 

  1. Pemerintah Melanggar Konstitusi

Pasal 33 ayat 3 UUD 45 menetapkan: “”Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Faktanya, pemerintah, khususnya pada periode Jokowi, SDA itu dikelola oleh oligarki, bukan BUMN/BUMD. Dampak negatifnya, terjadi pelbagai bencana alam dan negara terpuruk ekonominya. Allah SWT berfirman:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum: 41).

 

  1. Kufur Nikmat

        Pemerintah, elit politik, tokoh masyarakat, bahkan sebagian ulama tidak melaksanakan Konstitusi, khususnya sila pertama Pancasila dan pasal 29 UUD 45 dalam proses pendidikan, politik, dan ekonomi. Dampak negatifnya, SDA Indonesia yang banyak, tidak mendatangkan kebahagiaan bagi rakyat. Sebab, mereka kufur nikmat. Allah SWT berfirman:

 

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu meng-ingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7).

 

Hukuman Allah Terhadap Indonesia

Artikel seri 18 dan 19 menginformasikan hukuman Allah terhadap kaum nabi Nuh, kaum ‘Ad, Tsamud, dan Fir’aun. Artikel seri penutup ini, menginformasikan hukuman Allah terhadap bangsa Indonesia, setidak melalui lima kasus berikut:

 

  1. Dusun Legetang Ditelan Bumi

Desa yang berada di Kecamatan Karangkobar (sekarang Batur), Banjarnegara, Jawa Tengah ini, punya penduduk yang suka bermaksiat. Hampir setiap hari mereka mabuk-mabukan, berjudi, dan berzinah.

Allah SWT pada 17 April 1955 meneggelamkan dusun Legetang. Ia ditimbun gunung Pengamun-amun. Padahal, gunung ini berada jauh  dari dusun Legetang dan ada lembah yang memisahkan keduanya. Penduduk desa dan para pendatang sebanyak 450 orang terkubur hidup-hidup.

 

  1. Gempa Bumi Yogya

Gempa bumi menerpa Yogyakarta, 27 Mei tahun 2006. Korban nyawa mencapai 5.778 orang. PBB menyebutkan, lebih dari 800 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Kerugian finansial sebesar Rp 29,1 triliun.

 

  1. Tsunami Aceh

        Bencana alam besar berupa tsunami menerpa Aceh, 26 Desember 2004. Jumlah korban jiwa di seluruh dunia diperkirakan mencapai 230.000 orang. Khusus untuk Aceh dan Sumut, tercatat 200.000 orang meninggal dunia.

 

  1. Gempa Bumi Lombok

Gempa bumi menerpa Lombok pada  29 Juli 2018. Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) menyebutkan, 20 orang meninggal dunia,  401 lainnya, luka-luka. Sedikitnya 10.062 rumah, rusak Terjadi kerugian material berupa kerusakan 1.454 rumah, 7 unit fasiltas pendidikan, 22 tempat ibadah, 5 unit kesehatan, 37 kios, dan 1 jembatan.

 

  1. Likuipaksi di Sulteng

        Gempa bumi di Sulawesi Tengah, 28 September 2018, menghasilkan tsunami yang melanda pantai barat pulau Sulawesi. Total korban meninggal sebanyak 4.340 orang, 10.679 luka-luka, 667 hilang, dan 70.821 penduduk mengungsi.

Tragisnya, beberapa saat setelah gempa, ribuan rumah rakyat di dua desa, lenyap ditelan bumi karena likuifaksi. Luas kawasan yang terdampak likuifaksi di Palu mencapai 320 hektare.

Penulis sempat mendatangi desa yang terkena likuipaksi. Anehnya, tidak tampak, daerah itu bekas perkampungan. Seorang saksi mata mengisahkan, menjelang maghrib, beliau menyaksikan ada rumah yang melayang-layang di udara, beberapa kilometer dari kampungnya. Ternyata, kampung yang kelihatan rumah melayang-layang tersebut, ditelan bumi.

Saksi lain di kota Palu menginformasikan, desa-desa yang ditelan bumi tersebut, tempat berlakunya homosexual. Persis, kehidupan kaum Luth.

 

Simpulannya, Islam itu indah. !!! Sebab, Islam menafasi Pancasila dan UUD 45 (asli). Ini karena, 4 dari 9 Tim Perumus Pancasila dan UUD 45 adalah ulama (H. Agus Salim, KH Wahid Hasyim, Abdul Kahar Muzzakir, dan Abi Kusno). Olehnya, marilah kita berislam secara indah dengan melaksanakan ajarannya, khususnya yang ada dalam Pancasila dan UUD 45 (asli). Tamat. (Depok, 16 Februari 2026).

Sains Tidak Berpikir (2)

SAINS TIDAK BERPIKIR (2) Irawan Santoso Shiddiq, SH Martin Heidegger (1889-1976), menerbitkan artikel “Science does