Paradigma Ketauhidan (6)Allah Sebagai Pengawas

September 27, 2026

PARADIGMA KETAUHIDAN (6): ALLAAH SEBAGAI PENGAWAS

(Kuliah Subuh di Masjid Al Ikhwan, Komplek Hankam, Kelapa Dua, Depok)

Abdullah Hehamahua

Kamera pengawas (CCTV) sering kali menjadi kunci utama Aparat Penegak Hukum (APH) dalam membongkar berbagai kasus kriminal. Ia antara lain meliputi pembunuhan berencana sampai dengan aksi kekerasan di tempat umum.

Beberapa kasus antara lain: (a) Pembunuhan Rini Mariany yang mayatnya ditemukan di dalam koper di Bandung (2024); (b)  Pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur (2016) yang menewaskan 6 orang di dalam kamar mandi kecil; (c) Penganiayaan seorang wanita yang sedang antri makanan di Mal Senayan City (September 2026) oleh seorang pria (RS, 44 tahun); (d) Kematian dua anak yang dilakukan ayah sendiri (warga Australia) dan kemudian membunuh diri sendiri di bungalow Legian, Bali (September 2026); (e) Pembunuhan berencana yang dilakukan Jessica Wongso terhadap Mirna Salihin dengan menggunakan kopi sianida di kafe Oliver, Grand Indonesia (2016).

CCTV juga merekam ratusan kejahatan jalanan seperti pencurian kendaraan bermotor, pembobolan rumah, hingga perusakan fasilitas umum saat demonstrasi. Olehnya, kuliah subuh

kali ini, dikomunikasikan Paradigma Ketauhidan yang keenam: ALLAAH SEBAGAI PENGAWAS.

 

ALLAAH AL RAQIB

Allaah Maha Mengawasi atau Al-Raqib adalah salah satu nama indah Allaah dalam Asmaul Husna  Al Raqiib yang berarti Allaah selalu mengamati, menyaksikan, dan menjaga seluruh makhluk-Nya setiap saat. Allaah sebagai Al- Raqib membawa makna;

  1. Pengawasan Mutlak. Maknanya, Allaah SWT melihat yang nampak, tidak nampak dan mendengar yang tersembunyi. Allaah SWT berfirman:

 “Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.” (QS Al Ahzab: 52).

 

  1. Mengetahui Isi Hati. Konsekwensinya, tidak ada niat, pikiran, atau rahasia dalam dada manusia yang luput dari pengetahuan-Nya. Allaah SWT berfirman:

Engkau (Nabi Muhammad) tidak berada dalam suatu urusan, tidak membaca suatu ayat Al-Qur’an, dan tidak pula mengerjakan suatu pekerjaan, kecuali Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak ada yang luput sedikit pun dari (pengetahuan) Rabb-mu, walaupun seberat zarrah, baik di bumi maupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, kecuali semua tercatat dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz). (QS Yunus: 61).

 

  1. Pemeliharaan Sempurna. Allaah SWT sebagaimana kuliah bulan lalu (Allaah sebagai Pentadbir) mengatur dan menjaga alam semesta tanpa lalai dan merasa lelah.

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS An Nisaa: 1).

 

BUAH KEIMANAN

Setiap Muslim/Muslimah yang mengimani Allaah SWT sebagai Pengawas, minimal akan melakukan dua hal yakni:

  1. Mawas diri di mana tumbuh subur kesadaran untuk selalu berbuat baik meskipun sedang berada dalam kesendirian. Seorqng muslim pada siang hari bulan Ramadhan misalnya, di kamar seorang diri, tetap tidak makan atau minum karena yakin Allaah SWT menyajsikannya. Pejabat, sekalipun sendirian di dalam kantor, tidak menulis angka di chek yang berbeda dengan nilai sebenarnya. Sebab, beliau yakin, Allaah SWT menyaksikan seriap Gerakan hati, pola piker, Tindakan, dan perilakunya.
  1. Pengendalian diri di mana setiap Muslim/Muslimah mencegah diri dari perbuatan dosa, maksiat, atau kecurangan. Sebab, mereka tahu dan yakin,  Allaah SWT selalu melihat dan mengawasihnya.

 

SIMPULAN

  1. Niat di hati, pola pikir, penglihatan, pendengaran, ucapan, tindakan, dan perilaku sehari-hari, pasti diketahui Alaah SWT. Sebab, Dia adalah CCTV raksasa.
  2. CCTV di kantor memotivasi dan mendorong seseorang untuk senantiasa jujur terhadap diri sendiri ketika di luar kantor, baik dalam antri naik bus, kereta api atau urusan publik lainnya.
  3. Menyakini Allaah SWT sebagai Maha Pengawas, maka Presiden, Menteri, Kepala Daerah, pedagang di pasar akan senantiasa berlaku jujur. Mereka jujur terhadap diri sendiri, orang lain dan alam sekitar. Dampak positifnya, tidak terjadi KKN, tiada penzaliman terhadap sesama manusia, dan jauh dari bencana alam. Sebab, tidak ada illegal logging, illegal fishing, dan illegal mining seperti yang terjadi di seluruh Indonesia selama ini. Semoga !!! (Masjid Al Ikhwan, Komplek Hankam, Kelapa Dua, Depok, 27 September 2026).