LOGIKA KEAMANAN: SENJATA LEBIH BERHARGA DARIPADA TUMPUKAKAN HARTA
Oleh : Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik
Saat situasi damai dan semua bisa dikendalikan, segenggam emas bisa membuatmu mengendalikan ratusan tentara yang bersenjata. Namun, saat kondisi tak aman, sepucuk AK-47 nilainya jauh lebih berharga ketimbang tumpukan intan dan mutiara.
Logika perang Iran vs Amerika & Zionis di kawasan Timur Tengah, bisa dikatakan mewakili nilai harta dan senjata. Saat kondisi damai, Arab Saudi, UEA, Qatar, Bahrain, dll, berlomba-lomba bermegah-megahan harta. Gedung-gedung pencakar langit dibangun, untuk menunjukkan keberhasilan dalam menumpuk-numpuk harta.
Mereka, berorientasi pada kemewahan dan kemegahan. Sementara untuk keamanan, mereka menyewa bodyguard Amerika, dengan membayar japrem dan menyediakan wilayah kedaulatan untuk pangkalan militer Amerika.
Sementara Iran, pasca revolusi Iran 1979, Iran diembargo secara militer dan ekonomi oleh Amerika. Lalu, Iran memfokuskan ketahanan negara dengan memperbanyak produksi senjata (rudal). Iran, mengembangkan teknologi militer mandiri.
Benar, bahwa Iran tak mampu menjangkau sebagian teknologi militer dunia karena embargo. Namun, kemandirian Iran juga membuat dunia tak mampu up date, sejauh dan sehebat apa peningkatan kemampuan militer Iran.
Saat negara kawasan menumpuk harta dan kemegahan, membangun berbagai gedung megah dan fasilitas mewah, Iran fokus memperkuat pertahanan. Iran terus memproduksi rudal berbagai varian, yang cadangannya tersembunyi tidak dipamerkan seperti gedung gedung megah milik UEA dan negara lainnya.
Namun, begitu pecah perang, seluruh kemegahan dan kemewahan itu tak bernilai. Satu gedung megah bernilai ratusan triliun, bisa diruntuhkan dengan satu rudal kurang dari 1 miliar. Bahkan, satu drone murah 300 jutaan milik Iran harus dicegat dengan rudal Amerika dan Israel seharga 30 miliar.
Kemandirian Iran, bukan hanya meningkatkan kekuatan, melainkan juga kecerdasan. Sekuat apapun pertahanan suatu Negara, pasti akan buncos saat dihujani drone ratusan juta namun harus dicegat dengan rudal puluhan miliar.
Apalagi, selain perang militer Iran secara cerdik memainkan perang ekonomi melalui selat hormouz. Amerika dan Israel kelabakan, negara Arab di kawasan penyembah Amerika dibikin panik. Kesetimbangan kawasan berubah drastis.
Pentingnya keamanan, menjadikan Daulah Islam yakni Khilafah memasukan keamanan sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh negera. Negara, wajib menjadikan wilayahnya Aman, sehingga rakyat dapat beraktivitas dalam rangka menjadi hamba Allah di muka bumi, beramal untuk tujuan akhirat.
Kembali soal logika keamanan. Anda, yang merasa kaya raya, jangan sombong. Sebab, tumpukan emas yang ada pada genggaman, tak punya nilai jika dihadapkan sebilah pisau yang siap untuk menghujam jantung.
Pesan moral: mengelola negara wajib menjadikan rakyatnya Aman. Bukan sekedar menumpuk harta. Jadi, hubungan antar negara jangan melulu hanya untuk tujuan cuan. Karena itu, keluar dari BOP dan batalkan perjanjian dagang tak adil dengan Amerika. [].

