Islam Itu Indah (8)

February 10, 2026

ISLAM ITU INDAH (8)

Abdullah Hehamahua

 

Islam itu indah.!!! Sebab, rukun Islam kelima, naik haji, perlu biaya besar dan kesehatan prima, tapi umat Islam serius melaksanakannya. Padahal, biaya ONH mencapai Rp. 55 juta dan antri puluhan tahun. Namun, umat Islam sedih jika selama hidup, tidak sempat mengunjungi Ka’bah. Konsekwensi logisnya, sekalipun hanya sebagai petani, nelayan, penjual kaki lima, dan buruh kasar, tapi mereka merasa, tidak sempurna keislamannya jika belum berhaji.

Konsekwensi logis lanjutannya, mereka menabung puluhan tahun agar bisa menemui secara langsung Ka’bah di kota Makkah. Padahal, bagi mereka yang tidak mampu, baik dalam hal keuangan, maupun kesehatan, kewajiban itu otomatis gugur.

 

Merindukan Ka’bah

Islam itu indah.!!! Sebab, umat Islam di seluruh dunia, merindukan Ka’bah. Bahkan, mereka yang sudah menunaikan haji, ingin kembali ke Makkah dan Madinah, baik untuk umrah maupun haji. Wajar, ketika jamaah  melakukan tawaf perpisahan, mereka sedih ketika akan berpisah dengan Ka’bah.

Islam itu, betul-betul indah. !!! Sebab, kusaksikan, seorang jamaah haji perempuan asal Tiongkok yang didampingi suaminya, menangis terisak-isak sambil curhat dalam bahasa ibunya. Saya tidak mengerti, apa yang diucapkan. Namun, menyaksikan beliau berjalan mundur sambil menangis ketika akan meninggalkan pelataran Ka’bah selesai melakukan tawaf perpisahan, kupikir, beliau sedih meninggalkan Baitullah. Sebab, saya pribadi juga sedih sewaktu melakukan tawaf perpisahan.

 

Napak Tilas Ketauhidan Ibrahim AS

Allah SWT berfirman:

“Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah mengerjakan haji, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali Imran: 97). 

Islam itu indah. !!! Sebab, ayat di atas menginformasikan, tujuan haji adalah melakukan napak tilas ketauhidan Ibrahim AS. Sebab, Ibrahim sudah berumur 86 tahun, baru dianugerahi anak, Ismail, tapi kemudian beliau diperintahkan untuk menyembelihnya. Padahal, Ibrahim baru beberapa tahun bergembira dengan anak kesayangannya, tapi datang perintah dari Allah SWT mengorbankannya. Ketauhidan Ibrahim diuji di antara kecintaannya terhadap dunia, dalam hal ini berupa anak lelaki yang didambakan selama puluhan tahun dan perintah Allah SWT. Faktanya, Ibrahim patuh atas perintah Allah SWT.

Islam itu indah. !!! Sebab, sewaktu Ibrahim menyampaikan perintah Allah tersebut, Ismail dengan mantap, tidak menolak perintah tersebut. Allah SWT berfirman:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa, aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS As Saffat: 102).

 

Provokasi Iblis

Iblis, sejatinya senantiasa menyesatkan manusia, termasuk memprovokasi Ibrahim agar tidak mengorbankan Ismail. Ibrahim melempari iblis dengan tujuh butir batu. Perlawanan Ibrahim terhadap provokasi iblis tersebut diabadikan jamaah haji dengan melontar jamrah ula dengan tujuh butir batu kerikil.

Iblis tidak putus asah. Beliau, mendatangi Siti Hajar, ibunda Ismail. Khadijah mengalami pergolakan bathin di antara kasih sayang seorang ibu dan perintah Allah SWT. Islam itu indah.!!! Sebab, Siti Hajar melawan provokasi tersebut dengan melempari iblis dengan beberapa butir batu. Ketauhidan Siti Hajar tersebut diabadikan dalam ritual haji di mana jamaah melontar jamrah wusta dengan tujuh butir kerikil.

Iblis tetap melanjutkan provokasinya. Dia mendatangi Ismail AS, memprovokasinya agar menolak perintah ayahnya. Namun, Ismail dengan tegas melawan iblis dengan melemparinya dengan batu. Ketauhidan Ismail tersebut diabadikan dalam ritual haji di mana jamaah melontar jamrah akbah dengan tujuh butir kerikir.

 

Simpulannya, secara ritual, jamaah mengelilingi Ka’bah, sai, bertafakur di padang Arafah, menginap di Muzdalifah, dan melontar di Minah. Namun, inti semuanya adalah meneladani ketauhidan Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Ismail yang mengutamakan perintah Allah daripada kepetingan pribadi. Marilah kita berislam secara indah dengan memurnikan ketauhidan kita, baik yang sudah berhaji, maupun berumrah (Depok, 5 Februari 2026).

 

Islam Itu Indah (8)

ISLAM ITU INDAH (8) Abdullah Hehamahua   Islam itu indah.!!! Sebab, rukun Islam kelima, naik