Islam Itu Indah (18)

February 19, 2026

 ISLAM ITU INDAH (18)

Abdullah Hehamahua

 

Islam itu indah. !!! Sebab, 114 surah yang merangkumi 6236 ayat Al-Qur’an, mayoritasnya menginformasikan sayang-Nya Allah SWT. Ini karena ada 143 ayat yang secara eksplisit menginformasikan surga dan pelbagai kenikmatannya. Namun, ayat-ayat mengenai murka-Nya Allah terhadap manusia, sangat terbatas. Hanya 77 ayat yang menginformasikan neraka.

Nabi Muhammad SAW, sejatinya hanya punya dua tugas pokok, yakni: menyampaikan berita gembira dan peringatan. Allah SWT berfirman:

“Sungguh, Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka” (QS Al Baqarah: 119).

 

Berita gembira

        Tugas utama Nabi Muhammad SAW adalah menyampaikan berita gembira dan pemberi peringatan bagi manusia. Berita gembira adalah informasi ke orang-orang beriman atas surga yang dijanjikan bagi mereka di akhirat nanti.

Peringatan adalah informasi ke orang-orang kafir mengenai neraka sebagai hukuman bagi mereka di akhirat nanti. Berita gembira dan peringatan, dalam ilmu manajemen, dikenal dengan formula: reward and punishment (penghargaan dan hukuman).

Artikel seri 1 sampai dengan 17 menginformasikan penghargaan bagi umat Islam yang bertakwa berupa surga dengan segala nikmatnya. Allah SWT berfirman:

Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap kali diberi rezeki buah-buahan darinya, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami sebelumnya.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang disucikan. Mereka kekal di dalamnya. (QS Al Baqarah: 25).

 

Peringatan Al-Qur’an

       Kerahiman Allah SWT terhadap manusia diikuti peringatan bagi orang kafir. Allah SWT menginformasikan siksaan neraka tersebut seperti ayat berikut:

Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina. (karena) bekerja keras lagi kepayahan. Mereka memasuki api (neraka) yang sangat panas. Mereka diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas. Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri.” (QS Al Ghasiyah: 2 – 6).

 

Hukuman Allah SWT di Dunia

Peringatan Allah SWT berupa ancaman di neraka diikuti hukuman selama di dunia. Peringatan Allah SWT terhadap manusia yang terdiri dari 77 ayat Qur’an, ada yang dilaksanakan di akhirat berupa azab neraka. Namun, ada pula hukuman yang dieksekusi di dunia. Artikel seri 18 dan 19, khusus menginformasikan hukuman Allah terhadap orang kafir di dunia yang meliputi:

  1. Banjir Nabi Nuh

Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun sejak beliau berumur 480 tahun sampai dengan 1050 tahun. Namun, hanya 80 orang dari kaumnnya (Bani Rasib) yang mengikuti ajakannya. Nuh pun curhat ke Rabb-nya. Allah SWT mengabulkan curhat Nuh sebagaimana dikisahkan dalam ayat Qur’an berikut:

 

Buatlah bahtera dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami dan janganlah engkau bicarakan (lagi) dengan-Ku tentang (nasib) orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Mulailah dia (Nuh) membuat bahtera itu. Setiap kali para pemuka kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, ‘Jika kamu mengejek kami, sesungguhnya kami pun akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami). Maka, kelak kamu mengetahui siapa (di antara kita) yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan (siapa pula) yang akan ditimpa azab yang kekal. Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur (perut bumi) telah memancarkan air, Kami berfirman: ‘Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan (azab) terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.’  Dia (Nuh) berkata, ‘Naiklah kamu semua ke dalamnya (bahtera) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya! Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ Bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung-gunung. Nuh memanggil anaknya, sedang dia (anak itu) berada di tempat (yang jauh) terpencil, ‘Wahai anakku, naiklah (ke bahtera) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.’ Dia (anaknya) menjawab, ‘Aku akan berlindung ke gunung yang dapat menyelamatkanku dari air (bah).’ (Nuh) berkata, ‘Tidak ada penyelamat pada hari ini dari ketetapan Allah kecuali siapa yang dirahmati oleh-Nya.’  Gelombang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah dia (anak itu) termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. Difirmankan (oleh Allah), ‘Wahai bumi, telanlah airmu dan wahai langit, berhentilah (mencurahkan hujan).’ Air pun disurutkan dan urusan (pembinasaan para pendurhaka) pun diselesaikan dan (kapal itu pun) berlabuh di atas gunung Judiy, dan dikatakan, ‘Kebinasaanlah bagi kaum yang zalim.” (QS Hud: 36 – 44).

 

  1. Lenyapnya Kaum Samud dan Nabi Luth

        

(Kaum) Samud pun telah mendustakan peringatan-peringatan. Mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta lagi sombong.” Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta lagi sombong itu. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai ujian bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (wahai Saleh). Beri tahulah mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu). Setiap pihak berhak mendapat giliran minum. Mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan menyembelihnya. Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!. Kami mengirimkan atas mereka suara menggelegar satu kali. Maka, jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk milik pembuat kandang ternak.

 

Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan-peringatan. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka badai batu, kecuali pengikut Lut. Kami menyelamatkan mereka sebelum fajar menyingsing. sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Sungguh, dia (Lut) benar-benar telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka membantah peringatan itu. Sungguh, mereka benar-benar telah membujuknya berkali-kali (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka). Lalu, Kami butakan mata mereka. Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!. Sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang terus-menerus. Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku! (QS Al Qamar: 24 –  39).

 

Simpulannya, Islam itu Indah. Sebab, setelah kesempatan berbuat baik dan bertaubat diberikan terhadap hamba-Nya, tapi tidak digubris, maka Allah SWT menjatuhkan hukuman sejak di dunia. Olehnya, marilah kita berislam secara indah dengan tidak membangkang ketentuan Allah SWT (Depok, 15 Februari 2026).