ISLAM ITU INDAH (10)
Abdullah Hehamahua
Islam itu indah. !!! Sebab, sebesar apa pun dosa manusia, asalkan bukan syirik, akan diampuni Allah SWT. Syaratnya, sederhana, minta ampun dengan taubatan nasuha, lalu beramal saleh. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’: 48)
Ketegasan Umar dan Kasih Sayang Para Sahabat
Islam itu indah.!!! Sebab, sesama Muslim/Muslimah itu, bersaudara. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.” (QS. Al-Hujurat: 10).
Islam itu indah.!!! Sebab, kisah berikut menunjukkan betapa indahnya Islam. Seorang pemuda kampung pada masa khalifah Umar ibnu Khattab mendatangi Madinah untuk suatu urusan. Pemuda itu setelah selesai urusannya, menemukan ontanya sudah disembelih seorang lelaki tua. Pemuda itu langsung membunuh orang tua tersebut.
Dua anak almarhum melaporkan pembunuh tersebut ke khalifah Umar bin Khattab untuk dijatuhi hukuman sesuai ketentuan Al Qur’an. Sebab, Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu (melaksanakan) qisas berkenaan dengan orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Tetapi barangsiapa memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar diat (ganti rugi) kepadanya dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Barangsiapa melampaui batas setelah itu, maka dia akan mendapat azab yang sangat pedih.” (QS Al Baqarah: 178).
Umar ibnu Khattab dengan tegas memeriksa pemuda pembunuh tersebut. Sang pemuda dengan jujur mengakui kesalahannya karena emosi. Islam itu indah.!!! Sebab, pemuda tersebut siap untuk menjalani hukuman mati. Namun, beliau minta waktu untuk kembali ke kaumnya guna menyelesaikan urusannya.
Khalifah Umar bin Khattab ragu untuk mengizinkan. Sebab, beliau sangat disiplin dalam melaksanakan ketentuan Al Qur’an dan As Sunnah. “Siapa yang menjamin kalau kamu tidak kembali,?” tanya Umar.
Pemuda itu terdiam. Tetiba, sahabat Salman Al Farisi bersedia menjadi penjamin. Umar pun memberi waktu tiga hari ke pemuda itu untuk menyelesaikan urusan dengan kaumnya.
Khalifah Umar bin Khattab, Salman Al Farisi, dan dua anak almarhum menunggu kedatangan pembunuh tersebut. Namun, hampir pukul 6 petang pada hari ketiga, pemuda itu belum muncul. Khalifah Umar ibnu Khatab sudah mau mengeksekusi Salman Al Farisi sebagai penjamin pemuda pembunuh.
Tetiba, dari jauh, kelihatan bayang – bayang manusia. Ternyata, beliau adalah pemuda pembunuh tersebut. Beliau dengan nafas terengah-engah menjelaskan bahwa, untanya jatuh sehingga dia harus berlari memenuhi janjinya untuk menjalani hukum kisas.
Islam itu indah.!!! Sebab, dua anak yang menuntut hukuman mati terhadap pembunuh tersebut, langsung membatalkan tuntutan mereka. Ini karena mereka kagum dengan kejujuran pemuda tersebut yang mau datang untuk menjalani hukuman mati. Bebaslah pemuda pembunuh tersebut.
Khalifah Umar ibnu Khattab menanyakan Salman al Farisi, mengapa beliau mau menjamin pemuda pembunuh tersebut. Padahal, Salman Al Farisi tidak mengenal pemuda pembunuh tersebut. “Saya tidak mau dianggap sebagai orang yang tidak peduli terhadap sesama muslim,” jawab Salman al Farisi.
Umar mengajukan pertanyaan yang sama ke kedua anak muda yang tadinya meminta dijatuhkan hukuman qisas terhadap pembunuh ayah mereka. “Kami tidak mau dianggap sebagai orang yang tidak saling memaafkan sesama muslim.”
Simpulannya, Islam itu indah. Sebab, Allah SWT Maha Pengampun, Pengasih, dan Penyayang. Asalkan, seorang hamba tidak syirik terhadap Allah SWT, pasti dimaafkan ketika bertaubat nasuha. Masyaa Allaah. !!! Marilah kita berIslam secara indah dengan senantiasa beristighfar, minta ampun, dan beramal saleh. (Depok, 7 Februari 2026).
