ISLAM ITU INDAH (1)
Abdullah Hehamahua
Islam itu indah. !!! Sebab, untuk menjadi penganutnya, tidak perlu sejumlah uang. Tidak juga upacara dan birokrasi yang birokratis. Kalau pun ada siremoni kecil di masjid atau kantor, hanyalah sebagai persaksian orang lain terhadap keislaman seseorang. Calon cukup mengucapkan dua kalimah syahadah, maka Islamlah beliau.
Indahnya Islam itu sehingga berbeda dengan agama lain. Upacara pembaptisan dalam agama Nasrani misalnya, calon harus membenamkan tubuh dalam air. Minimal, pendeta/pastor memercikkan air ke kepala orang yang dibaptis. Tragisnya, menjadi penganut agama Yahudi, sangat rumit. Sebab, calon harus mengikuti studi intensif selama 1-3 tahun. Beliau harus belajar bahasa Ibrani, praktik hukum Taurat, dan wawancara oleh dewan rabi. Calon sering ditolak tiga kali untuk menguji kesungguhan, serta wajib mema-tuhi Halakha (hukum Yahudi).
Calon penganut agama Hindu harus: (a) Membuat surat pernyataan tulus ikhlas menganut agama Hindu tanpa paksaan; (b) Mengajukan permohonan ke Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) atau lembaga adat/Desa Adat; (c) Fotokopi KTP/Identitas diri dan pas foto; (d) Melibatkan saksi-saksi, termasuk pengurus PHDI atau rohaniawan (Sulinggih/Pinandita); (e) mengikuti upacara Sudhi Wadani (Pensuddhi) yakni proses pengukuhan resmi masuk agama Hindu.
Istiqamah dalam Ber-Islam
Seseorang yang tinggal di tengah hutan sendirian, jauh dari perkampungan, mendapat hidayah untuk menjadi muslim, beliau cukup mengucapkan dua kalimah syahadah.
اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَاَثْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًا رَسٌؤلُ اللهِ
“Aku bersaksi bahwa, tidak ada ilah yang disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa, Muhammad adalah Rasul Allah.”
Beliau setelah mengucapkan dua kalimah syahadah, memahami substansinya, lalu secara bertahap tapi konsisten melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Sebab, beliau pernah membaca hadits berikut ini: Dari Abu ‘Amr—ada yang menyebut pula Abu ‘Amrah—Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku berkata: Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.” Beliau bersabda, “Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim)
Sahabat yang bertanya itu, paham akan arti “beriman kepada Allah” kemudian konsisten dalam melaksanakan hakikatnya dalam kehidupan sehari-hari. Sangat sederhana menjadi seorang Muslim/Muslimah. Itulah indahnya Islam. !!! (Depok, 28 Januari 2026).

