Indonesiamu, Indonesiaku, Indonesia Kita (19)

July 9, 2026

INDONESIAMU, INDONESIAKU, INDONESIA KITA (19)

Abdullah Hehamahua

Pariwisata bahari Indonesia adalah sektor yang sangat menjanjikan dengan kekayaan alam luar biasa. Sebab, ia memiliki
590 jenis karang dan 2.057 ikan karang. Bahkan, terdapat 34 jenis mangrove, 1.512 jenis krustasea (udang-udangan), serta ribuan spesies ikan dan moluska yang bernilai ekologis dan ekonomis.
Dahsyatnya, sektor ini tidak hanya menjadi daya tarik rekreasi, tapi juga pendorong tumbuhnya ekonomi dan pelestarian lingkungan masyarakat pesisir.Olehnya, seri ini, dikomunikasikan, Wisata Bahari Indonesia.

Wisata Bahari Menurut Anda
Anda sering klaim, wisata bahari Indonesia tercantik di dunia.Namun, kebijakan di antara pemerintah pusat dan daerah sering tidak selaras. Bahkan, ada aturan yang rumit dan tumpang tindih.Dampaknya, investasi dan pengembangan usaha pariwisata di kawasan pesisir sering terhambat.
Anda biarkan gap yang lebar di antara fasilitas pendukung seperti dermaga kapal pesiar dan sarana transportasi laut yang terbatas. Bahkan, fasilitas keselamatan di beberapa daerah kepulauan, belum optimal.
Anda juga biarkan rendahnya pendidikan dan keterampilan masyarakat lokal.Dampaknya, perputaran ekonomi sektor pariwisata tidak sepenuhnya dirasakan atau dikelola langsung oleh penduduk setempat.

Tragisnya, potensi besar objek wisata bahari belum dipublikasikan secara masif.Dampaknya, jumlah kunjungan wisatawan kurang optimal.Apalagi, perlindungan lingkungan ekowisata sering terancam akibat pengawasan yang lemah terhadap aktivitas wisatawan. Dampaknya, terjadi kerusakan terumbu karang dan ekosistem laut.

Wisata Bahari Menurutku
Warga biasa saksikan ikan warna warni berenang dan bercengkrama sesama mereka di pelabuhan feri Tulehu, pulau Ambon.Namun, hari ini, sudah tidak ditemukan hal tersebut. Sebab, kebijakan pemerintah yang cenderung tidak melindungi dan tangan-tangan jahil warga.

Singapura, panjang pantainya hanya 193 km. Namun, wisata baharinya, tidak kalah menarik. Sebab, ada lorong kaca di dalam laut di mana pengunjung dapat melihat ribuan ikan dan terumbu karang yang memukau. Bahkan, pengunjung bisa melihat ikan hiu dan pari yang mondar mandir di situ.

Hematku, jika lorong seperti di Singapura dibangun di setiap provinsi, maka wisatawan akan “membludak.” Apalagi, jika ada sinkronisasi kebijakan lintas sektoral serta kuatnya sinerji antara pemerintah dan pelaku usaha pariwisata. Konsekwensinya, perlu dibangun Wilayah Desa Wisata Bahari berbasis kearifan lokal.

Indonesia, meski punya potensi pariwisata bahari cukup besar, tapi tidak lepas dari tantangan pelestarian lingkungan. Sebab, peningkatan jumlah wisatawan sering memicu penurunan populasi ikan dan kerusakan terumbu karang akibat aktivitas yang tidak bertanggung jawab. Olehnya, perlu penerapan ekowisata di mana model ini tidak hanya orientasi hiburan, tapi juga berkaitan dengan konservasi dan edukasi lingkungan.

Wisata Bahari Menurut Kita
Anda, saya, kita semua, tau bahwa, laut Indonesia terkenal dengan kekayaan di dalamnya yang menakjubkan. Sebab, bahari Indonesia, tidak sekedar bersantai di tepi pantai, tapi juga mencakup pelbagai aktivitas seperti selam scuba, snorkeling, dan wisata bentang laut yang menjadi pusat perhatian dunia.
Apalagi, laut Indonesia merupakan habitat unggulan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Beberapa surga bahari yang populer di kalangan wisatawan, antara lain:

1.Raja Ampat yang terkenal dengan gugusan pulau karang dan keanekaragaman hayati bawah laut yang tiada duanya di dunia.
2.Wakatobi, dikenal sebagai salah satu situs selam terbaik yang punya terumbu karang utuh dan biota laut langka.
3.Labuan Bajo, merupakan gerbang menuju Taman Nasional Komodo yang menawarkan perpaduan unik antara wisata daratan, pantai eksotis, dan wisata bawah laut.

Anda, saya, kita semua, berdasarkan pasal 29 dan 33 UUD45, dengan pariwisata berkelanjutan, masyarakat setempat dapat tingkatkan pendapatan mereka tanpa merusak ekosistem laut yang ada.
Konsekwensinya, anda, saya, kita semua sepakat, pariwisata bahari Indonesia adalah aset berharga yang mesti dikelola dengan bijak. Dampaknya, melalui perpaduan pesona alam yang memukau dan pariwisata berkelanjutan, laut Indonesia tetap jadi penggerak ekonomi yang menyejahterakan rakyat.

Simpulan
1 Wilayah perairan Indonesia merupakan bagian dari segitiga terumbu karang dunia, menyimpan anekaragambiota laut tertinggi. Maknanya, wisata bahari merupakan penggerak ekonomi pesisir sekaligus penciptaan lapangan kerja bagi warga di wilayah kepulauan.
2.Perlu dikembangkan infrastruktur berupa fasilitas penunjang seperti pelabuhan khusus pariwisata, dermaga, dan armada transportasi laut yang memadai. Konsekwensinya, perlu kelerasan kebijakan dan peraturan lintas sektor pusat sampai daerah agar pengembangan berjalan efektif dan efisien.
3.Kedepankan ekowisata dengan menjaga kelestarian ekosistem laut serta berdayakan warga lokal. Konsekwensinya, perlu digitalisasi dan promosi wisata bahari dengan manfaatkan teknologi, platform digital, dan media sosial secara optimal.
4.Keterbatasan sarana transportasi dan fasilitas pendukung menuju pulau-pulau kecil atau destinasi terpencil, mesti diatasi. Olehnya, perlu harmonisasi regulasi, sehingga selain tidak menghambat investasi dan pengelolaan kawasan, juga menghindari kerusakan lingkungan, khususnya, ekosistem bawah laut.
(Depok, 9 Juli 2026)