GAYA COWBOY TRUMP
Banyak orang kita skeptis terhadap BoP-nya Trump. Terutama pihak-pihak yang mengkritik pemerintah PS yang telah bergabung dengan Trump. Salah satu hujatan pengkritik PS adalah Trump telah menyerang Iran dan tetap berpihak ke Israhell.
Namun berita yang terbaru, Trump telah menarik semua kekuatan militernya untuk menyerang Iran dan pihak yang paling terbakar emosi dari tindakan Trump adalah Israhell.
Latar Belakang Mundurnya Trump
Mengapa Trump mundur dari serangannya ke Iran? Ada beberapa perkiraan penulis dari latar belakang Trump mengurungkan niat nya menyerang Iran.
1. Beredar informasi bahwa kekuatan Iran tidak mudah diserang dan cost biaya perang dengan Iran akan membebani anggaran belanja perang dan APBN US. Infiltrasi US memakai sleeping army nya di Iran telah gagal total. Kegagalan ini terjadi ketika kordinasi antara para antek dan agen US di Iran tidak terkoneksi dengan pusat komando oprasional karena gagalnya starling nya Elon Musk di Iran. Jaringan nirkabel ini telah diantisipasi oleh inteligen Iran. Insiden terakhir Iran telah bermanuver ke kapal induk US dengan sebuah drone dan dilumpuhkan oleh pesawat US. Insiden kecil ini menurut hitungan biaya US telah banyak terkuras. Biaya untuk menembak sebuah drone yang hanya ratusan ribu dollar milik Iran saja, armada perang US telah menghabiskan jutaan dollar. Operasional satu pesawat pembom mutakhir, rudal yang ditembakkan telah menghabiskan jutaan dollar, apatah lagi kalau perang dilanjutkan, berapa juta dollar lagi yang harus Trump keluarkan? Dan dari mana Trump menutupi nya?
2. Dunia telah heboh dan terguncang dengan skandal epstein file yang dirilis oleh Departemen Kehakiman USA. Semua selebritis dan tokoh dunia hampir telibat didokumen tersebut. Yang menarik Trump banyak terlibat dalam kasus terhadap anak-anak di bawah umur. Sasaran tembak dari dokumen ini menurut penulis adalah menjatuhkan Trump dari kekuasaannya. House of Representatif US atau DPR nya US telah meminta Trump untuk mengundurkan diri.
3. Aktor intelektual dari dibongkar nya epstein file ini, Trump tentunya sangat faham siapa yang berada dibalik munculnya dokumen yang menghebohkan dunia ini. Kebijakan Trump membuat BoP telah menggoyang hegemoni penguasa dunia (elit global). Ambisi Trump ingin menyaingi para petinggi City of London tempat markasnya para penguasa dunia (elit global) . Tentu saja hegemoni yang sudah mengakar ratusan tahun menguasai dunia tidak akan rela melepaskan nya begitu saja.
4. Proxy elit global dalam menekan Trump adalah melalui negara boneka nya yaitu Israhell. Oleh karena itu kebijakan Trump menekan (menyerang) Iran menjadi sebuah keniscayaan. Bukan karena persoalan agama dan sentimen anti semit dari Iran. Menyadari hal ini maka Trump tidak mau lagi didikte oleh Israhell dan elit global yang men-coba menggulingkan dari kekuasaan nya.
Politik Bebas Aktif
Rezim PS menurut penulis sudah sangat baik memerankan posisi nya dari konstelasi geopolitik internasional. Dari sisi lawan Trump, PS telah menjadi anggota BRICS namun di sisi lain ikut BoP-nya Trump.
Tidak ada jaminan bahwa Trump tidak akan menyerang Indonesia oleh karena itu PS mengambil langkah berdamai dengan Trump. Meskipun Rusia dan Cina pernah berjanji akan membantu Indonesia kalau diserang US namun pengalaman Venezuela yang jelas-jelas sohibul karib Putin dan Xie Jin Ping tidak bisa berbuat apa-apa ketika dianeksasi oleh US.
Para pengkritik pemerintah apakah bisa membantu atau bisa melawan apabila Trump menganeksasi Indonesia? Karena armada laut ketujuh US sudah mengepung laut Indonesia.
Ambisi Trump
Salah satu project BoP adalah normalisasi dan strukturisasi Palestina. Ambisi Trump adalah men-ciptakan perdamaian Palestina dan pembangunan negeri tersebut paska damai dengan konsep pendanaan dari skema pembangunan BoP. Proposal BoP ini tentunya ditentang habis oleh skema pembangunan melalui bantuan dunia mainstream seperti World Bank, IMF dsb, yang kita tahu lembaga-lembaga tersebut punya para penguasa dunia yang bermarkas di City of London.
Ambisi Trump ini jauh hari sudah dipersiapkan dengan menguasai Venezuela, Greenland yang kaya akan sumber alamnya, menaikkan pajak barang dan jasa transaksi internasional dan sebagainya.
Kalau sumber alam dari Venezuela dan Greenland tidak mencukupi maka bisa jadi Trump akan melirik sumber alam Indonesia
Who knows…? dan kita bisa apa?
Bekasi.07.02.2025
elnur.eka

