AS Dan Israel Tetap Akan Menganeksasi Gaza ( Palestina )
Sutoyo Abadi : 26.01.2026
Board of Peace (BoP), organisasi ini madein atau bentukan Donald Trump, dipermak menjadi badan internasional, dengan dalih akan difungsikan untuk memonitor administrasi, stabilisasi, dan upaya-upaya rehabilitasi di Gaza.
Board of Peace (BoP) organisasi ultra nasional bentukan Trump, menarik simpati anggotanya untuk memperbaiki kondisi Gaza, bergaya Rambo, organisasi setara LSM menyaingi lembaga internasional PBB setelah AS keluar dari PBB.
Otak pedagang memang licik mungkin maksudnya untuk bantu Israel dan AS setelah menghancurkam Gaza, bersamaan Israel dan AS akan menganeksasi Gaza ( Palestina ).
Dibentuklah Board of Peace (BoP ), mencari teman untuk menutup aibnya, munculah akal bulusnya untuk menjadi anggota, negara-negara harus membayar US$1 miliar (sekitar Rp15,7 triliun) di tahun pertama. Keanggotaan bisa diperpanjang setelah 3 tahun dengan syarat pembayaran serupa.
Israel-lah yang telah meluluhlantakkan Gaza, tapi kini negara-negara lain diminta membayar untuk rekonstruksi. Atas saran siapa dan pertimbangan apa, tanpa konsultasi DPR, Presiden Prabowo buru-buru mendaftar sebagai anggota Board of Peace bentukan Trump, dengan segala konsekuensinya, asal nylonong dengan dalih ini momentum sejarah.
Siapa sebenarnya penasehat Presiden Prabowo, kebijakannya slonang – slonong, bukan saja organisasi sekelas LSM ini, akan melanggar prinsip Indonesia negara Gerakan Pemuda Non-Blok niat AS membikin BoP tetap akan menganeksasi Gaza ( Palestina ).
Akan menjadi lain kalau organisasi itu resmi oleh PBB, sewajarnya ambil bagian karena pelaksanaannya dalam lingkup dan kendali PBB.
Alasan utama Presiden Prabowo bergabung , adalah agar bisa ikut mengawal arah kebijakan Dewan Perdamaian tetap sejalan dengan tujuan besar, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara, ujar Sugiono dalam keterangan pers di Bad Ragaz, Swiss, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/1/2026).
Menlu Sugiono kembali menampakan rendahnya pemahaman dan minimnya kemampuan berdiplomasi ditingkat Internasional. Ini organisasi yang bentukan Donald Trump ( Presiden pertama AS keturunan Yahudi ), tidak mungkin akan menolong Gaza selain niat akan menolong Israel menganeksasi Gaza ( Palestina ).
Prabowo Subianto telah menandatangani piagam Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. Langkah ini dianggap sebagai komitmen Indonesia untuk memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan di Gaza.
Sejarah hubungan Istimewa AS dan Israel, organisasi Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump tetap akan membahayakan Gaza dimasa depan. AS dan Israel akan tetap menganeksasi Gaza ( Palestina )
Wajar keputusan Presiden Prabowo ini menimbulkan kritik dari beberapa pihak, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang khawatir BoP akan melanggengkan penjajahan Israel atas Palestina.
Bahkan keputusan Prabowo untuk bergabung dengan BoP telah memicu perdebatan tentang kedaulatan Indonesia dan kepentingan nasional.
Board of Peace (BoP) ini banyak dikritik karena dianggap lebih menguntungkan Israel daripada membantu Palestina. Alasannya, karena BoP dianggap sebagai upaya untuk melegitimasi penjajahan Israel atas Palestina.
BoP dapat menghapus hak-hak Palestina, termasuk hak untuk kembali ke tanah air mereka dan akan menciptakan ketergantungan ekonomi Palestina pada Israel dan negara-negara lain.
Keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BoP menimbulkan kritik, yang
Presiden Prabowo tidak bahwa melihat AS sedang membangun dan berupaya melegitimasi penjajahan Israel atas Gaza ( Palestina )
Apakah Indonesia takut dengan ancaman Trump ke negara-negara yang menolak bergabung dengan Board of Peace (BoP) mengancam akan mengenakan tarif impor atau sanksi ekonomi dari AS.
Mengajak masuk Board of Peace (BoP ) dengan ancaman pasti ada muatan politis yang berbahaya. Wajar beberapa negara telah menolak bergabung dengan BoP :
– Prancis menolak bergabung dengan BoP dan menganggapnya sebagai ancaman terhadap multilateralisme.
– Denmark menolak bergabung dengan BoP dan menganggapnya sebagai upaya AS untuk mengendalikan kebijakan internasional.
– Norwegia menolak bergabung dengan BoP dan menganggapnya sebagai ancaman terhadap kemandirian negara-negara kecil.
– Swedia menolak bergabung dengan BoP dan menganggapnya sebagai upaya AS untuk mengendalikan kebijakan internasional.
Indonesia negara Non Blok, sekaligus negara besar tidak memiliki nyali besar tetapi bernyali kecil. (*)

