Indonesiamu,Indonesiaku,Indonesia Kita (21)

July 22, 2026

INDONESIAMU, INDONESIAKU, INDONESIA KITA (21)

Abdullah Hehamahua

Laut Indonesia punya tujuh potensi ekonomi yang signifikan: budidaya, penangkapan, enerji, pariwisata, pelayaran, tambang, dan pabrikasi.
Enam potensi sudah dikomunikasikan secara berseri. Sepatutnya, seri ini dikomunikasikan potensi tambang di laut Indonesia. Namun, Penulis akan masukan sektor tersebut dalam bab Minerba. Olehnya, seri ini, dikomunikasikan sektor pabrikasi kelautan.

Pabrikasi adalah proses hilirasi potensi laut secara modern, ubaik berupa bahan mentah, setengah jadi, maupun bahan jadi.
Ilustrasinya, ikan yang ditangkap nelayan, u8bisa langsung dijual atau dikonsumsi sendiri. Namun, ia dapat diolah menjadi ikan kaleng, minyak ikan, obat, kosmetik, atau herbal.

Pabrikasi Menurut uuAnda

Anda sering bangga dengan swadaya pangan. Terlepas dari slogan itu kontroversial atau tidak. Satu hal yang dilupakan, Indonesia, negara maritim. Konsekwensinya, anda sepatutnya prioritaskan pembangunan sektor kelautan, khusus pabrikasi. Sebab, hutan dan tambang bisa habis, tapi laut, sepanjang belum kiamat, ia tetap eksis. Maknanya, tujuh potensi ekonomi laut, tetap ada.

Tragisnya, anda tetap ekspor bahan mentah, berupa ikan, udang, lobster, dan teripang. Anda malas bangun pabrik. Padahal, pabrik bisa memproduk alat pancing, perahu, boat, dan kapal. Bahkan, ia meliputi kapal untuk: menangkap ikan, angkut penumpang, angkut hasil bumi, maupun pabrik pengolahan hasil laut. Hasilnya bisa berupa makanan siap saji, obat-obatan, kosmetik, maupun herbal.l
Dampaknya, tercipta ribuan lapangan kerja yang dapat menggeser model ekspor bahan mentah ke barang jadi. Dampak lanjutannya, berkurangnya ketergantungan ke impor dan menjaga ketahanan rantai pasok nasional melalui konsep sistem pangan biru yang berkelanjutan.

Pabrikasi Menurutku
Nelayan di kampungku membuat perahu dan arombai (perahu berkapasitas 10 orang) secara gotong royong. Bahan bakunya diperoleh dari hutan setempat. Dampaknya, biaya pembuatan, murah. Namun, boat penumpang maupun penangkap ikan, dibuat oleh UKM dan UMKM di desa pesisir.

Hematku, untuk memajukan industri pabrikasi, perlu beberapa program, antara lain: 1. Pemda, baik kecamatan,kabupaten/kota, maupun provinsi, perlu sediakan pasar yang representatif bagi perdagangan hasil laut. 2.Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) perlu produk kapal penangkap ikan modern yang selain punya teknologi penangkapan canggih, juga ada pabrik pengolahan ikan menjadi sarden di dalam kapal.
BUMD hendaknya bimbing dan supervisi UKM/kUMKM kelautan dalam membuat kapal yang modern, baik untuk penangkap ikan, penumpang, maupun pembawa hasil bumi serta peralatan industri dan bahan bangunan.
3.Pemda dan BUMD tingkat provinsi perlu membangun pelabuhan nelayan.
4.KKP kerjasama dengan instansi terkait membangun dermaga dan galangan kapal di setiap provinsi.

Pabrikasi Kita
Anda, saya, kita semua sadar, potensi pabrikasi kelautan Indonesia mencakup hilirisasi komoditas bernilai tinggi. Ia meliputi, mengolah rumput laut jadi kosmetik dan farmasi. Bahkan, limbah kulit ikan dapat dimanfaatkan serta modernisasi galangan kapal nasional.
Anda, saya, kita semua, sepakat lakukan hilirisasi perikanan dan bioteknologi dengan fokus terhadap:
1.Pengolahan produk mentah jadi barang jadi bernilai ekonomi yang masif.
2.Industrialisasi tuna, cakalang, udang, dan nila salin dengan menggunakan teknologi pembekuan dan pengalengan modern untuk ekspor.
3.Pabrikasi turunan (limbah) menjadi bahan baku fesyen bernilai tinggi seperti tas, sepatu, dan dompet.
4.Industri galangan ukapal dan ilogistik maritim menuju kemandirian alustista, kapal komersil dan industri besar seperti PT PAL.
5.Perlu modernisasi kapal perikanan.
6.Pengembangan SDM dan energi pabrikasi kelautan nasional.

Simpulan
Pabrikasi kelautan Indonesia fokus terhadap pembangunan kapal, produksi komponen maritim, dan rekayasa lepas pantai.Semoga !!!(Mataram, NTB, 21Juli 2026)