*NASIHAT PAGI*
Ahad, 14 Dzul-Hijjah 1477 H/31 Mei 2026 M.
*(Badruddin HSubky)*
Pondok Pesantren Tahfidz & Tafsir, Al-Badar, Cilendek Barat, Kota Bogor, Jawa Barat.
*EMPAT KOLOMPOK MANUSIA PASCA IBADAH HAJI*
بسم الله الرحمن الرحيم.
فَاِذَا قَضَيْتُمْ مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَذِكْرِكُمْ اٰبَاۤءَكُمْ اَوْ اَشَدَّ ذِكْرًاۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ .
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ .
_Apabila kamu telah menyelesaikan manasik (rangkaian ibadah) haji, berzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Di antara manusia ada yang berdoa: “Ya Rab- kami, berilah Kami (kebaikan) di dunia,” sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun._ _Di antara mereka ada juga yang berdoa: “Ya Rab- kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka._ *(QS. Al-Baqarah 2: 200-201).*
Kemarin hari Sabtu 13 Dzulhijjah 1447 H/30 Mei, 2026 M sekitar pukul 17.51 WIB waktu hari tasyrik tahun 1477 H/2016 M telah meninggalkan kita. Maka Judul *Nasihat Pagi* hari ini, akan menyikapi: *Empat Kelompok Haji (Manusia) Pasca Ibadah Haji.*
Dalam kajian hari ini, jika kita menggunakan *MethodaTafsir Birriwayah*(Tafsir Al-Quran dengan Al-Quran) atau ayat 200-201 Surat Al-Baqarah ditafsirkan dengan ayat sesudahnya (204-207), maka jemaah haji setelah selesai ibadahnya di tanah suci, menjadi 4 (empat) kelompok.
Empat Kelompok tersebut dijelaskan oleh Imam Showy Al-Maliky dalam tafsirnya, sbb:
*1: KELOMPOK: Haji (Manusia) Hanya Mencari Dunia* (Jabatan/Pangkat, Uang dan Atau hanya ingin disebut Pak Haji, dsb. Kelompok Haji Mardud.*(QS. Al-Baqarah, 2: 200).*
*2: KELOMPOK: Haji (Manusia) Mencari Dunia dan Akhirat.* Kelompok yg Ideal, Haji Mabrur. *(QS. Al-Baqarah 2:201)*.
*3. KELOMPOK:*
*Haji (Manusia) Yang Lahirnya Baik (Mencari Akhirat/Ahli Surga, Tapi Hakikatnya Celaka (Ahli Neraka)* Kelompok Haji Mardud. *(QS. Al-Baqarah 2: 204-206).*
*4. KEKOMPOK: Haji (Manusia) yg Iman Islamnya lahir batin, hanya Mencari Ridha Allah SWT.* Kelompok Haji Mabrur dari Golongan Ahli Ma’rifat.*(QS. Al-Baqarah 2: 207).* *(Tafsir Showy Al-Maliky Juz 1, hlm. 94).*
*KELOMPOK PERTAMA:*
*Haji (Manusia) Hanya Mengejar Dunia*.
1.Tafsir Ayat 200 Surat Al-Baqarah, sbb:
1). Kalimat:
فاذا قضيتم …الأية.
(1). Syekh Jalaluddin Sayuthi menafsirkan sbb:
Setelah kamu Melempar Jumrah ‘Aqabah, Tawaf, (Sa’i), Bermalam di Muzdalifah (Mina), (Tahallul, dan Tawaf Wada’), maka berzikirlah, berdo’a dan memuji Allah SWT. *(Jalalain, Juz 1, hlm. 30)*
(2). Imam Showi menafsirkan kalimat:
كذكركم أباءكم الأية…
Bahwa pada zaman jahiliayh mereka membagakan nenek moyangnya, sehingga diantara meraka ada yg membanggakan nenek moyangnya sbb:
ان أبى كان كبير الجفنة فنأكل بالشجعان وهكذا لأنه يوم اجتماع للقباءل من العام الى العام. (صاوى ج ١ ح ٩٣).
_Sesungguhnya Bapa-ku (kalau makan sedang menjamu tamu-tamu) menggunakan nampan besar sehingga kami makannya leluasa. Demikianlah kehidupan zaman jahiliah, karena di hari-hari itu adalah hari berkumpulnya semua suku dan bangsa dari tahun ke tahun._
2). Kalimat:
“فمن الناس من يقول ربنا آتنا» نصيباً «في الدنيا» فيؤتاه فيها «وما له في الآخرة من خلاق» نصيب. (جلالين ج ١ ح ٣٠).
_Maka diantara mereka ada manusia yg meminta bagiannya di dunia, kemudian Allah SWT memberikan-nya, namun diakhirat dia tidak mendapat apa-apa._*(Tafsir Jalain, Juz, 1, hlm. 30).*
*KELOMPOK KEDUA:*
*Haji (Manusia) yang Mencari Dunia dan Akhirat)*:
1.Tafsir ayat 201 Surat Al-Baqarah:
“وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
_Di antara mereka ada juga yang berdoa, “Ya Rab- kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka”._
1). Syekh Imam Showi lebih lanjut menjelaskan bahwa ayat 200 Surat Al-Baqarah ini, adalah memotivasi, agar umat Islam selalu memohon kebaikan dunia-akhirat (_Sa’adatud- Daarain_).
2). Dalam ayat tersebut di atas, Allah SWT memuji kepada orang-orang yang memohon kebaikan dunia dan akhirat kepada-Nya.
3). Hadis riwayat Imam Bukhari dari Mu’ammar, dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Saw pernah berdo’a:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
4). Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa ada sahabat yang membaca doa’ dengan ayat di atas, kemudian penyakitnya di sembuhkan oleh Allah SWT:
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ عَادَ رَجُلاً مِنَ الْمُسْلِمِينَ، قَدْ صَارَ مِثْلَ الْفَرْحَ فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللَّهِ ، هَلْ تَدْعُو اللَّهُ بِشَيْءٍ أَوْ تَسْأَلُهُ إِيَّاهُ؟ قَالَ نَعَمْ: كُنْتُ أَقُوْلُ اللَّهُمَّ مَا كُنْتَ مُعَاقِي بِهِ فِي الْآخِرَةِ فَعَجِّلْهُ لِي فِي الدُّنْيَا، فَقَالَ رَسُولُ الله: (سُبْحَانَ اللَّهُ لَا تَطِيقُهُ أَوْلَا تَسْتَطِيعُهُ فَهَلَا قُلْتَ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .قَالَ فَدَعَاالله فَشَفَاهُ). (أحمد ابن حنبل ج ٣ س ١٠٧).
_Rasulullah pernah menjenguk seorang muslim yang sakit, pisiknya sudah sangat lemah seperti anak burung, lalu beliau bertanya kepadanya: “Apakah engkau telah berdo’a kepada Allah, atau memohon sesuatu kepada-Nya?'”. Ia menjawab: ‘Ya, aku mengucapkan, Ya Allah jika Engkau menetapkan siksaan kepadaku di akhirat, timpakan saja kepadaku lebih awal di dunia”. Maka Rasulullah bersabda: “Subhanallah, engkau tidak akan kuat atau tidak akan sanggup menerima-nya. Mengapa engkau tidak mengucapkan, “Ya Rab kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta peliharalah kami dari adzab api neraka”._ Maka ia pun memanjatkan do’a tersebut kepada Allah, dan akhirnya, Allah SWT menyembuhkannya.
*(Ahmad bin Hanbal Juz 3, hlm. 107).*
*KELOMPOK KETIGA:*
*Haji (Manusia) Munafik, Berucap Baik, Tapi Hatinya Busuk.*
1.Tafsir ayat 204-206 Surat Al-Baqarah:
1). Jalaluddin Sayuthi menjelaskan tafsir ayat di atas sbb:
ومن الناس من يعجبك قوله في الحياة الدنيا» ولا يعجبك في الآخرة لمخالفته لاعتقاده «ويشهد الله على ما في قلبه» أنه موافق لقوله «وهو ألد الخصام» شديد الخصومة لك ولأتباعك لعداوته لك.
_Orang ini ucapannya sangat mengagumkan kamu, tapi hatinya busuk karena tidak ada itikad baik kepada Rasulullah Saw. Bahkan sangat memusuhi kepada nya dan kepada umatnya._*(Jalalain, Juz 1, hlm. 30).*
2). Asbabun-Nuzul, turun ayat 204 surat Al-Baqarah ini, mengkisahkan seseorang bernama *Akhnas* dari orang munafik. Kisahnya sbb:
وهو الأخنس بن شريق كان منافقاً حلوَ الكلام للنبي صلى الله ومحب له فيدنى مجلسَه فأكذبه الله في ذلك ومرَّ بزرعٍ وحُمُرٍ لبعض المسلمين فأحرقه وعقرها ليلاً
_Orang munafik ini namanya Akhas bin Syuraiq, dia selalu membujuk Rasululllah Saw dengan kata-kata manis. Kemudian Allah SWT membongkar kebusukan hati Akhnas dengan firman Nya.
وهو الد الحصام.
_Dia hatinya sangat menentang kebenaran_.
Bahkan Akhnas sering melewati tanam-tanaman milik kaum muslimin, kemdian ia membkarnya. Juga sering membunuh hewan-hewan ternak dan unta kaum muslimin”.
Imam Showi lebih lanjut menambahkan. Bahwa nama Akhnas itu, pangilan awalnya adalah Ubai. Dia mempunyai 300 pasukan orang-orang munafik dari Bani Zuhrah. Kenapa Ubai disebut Akhnas? Karena dia bersama pasukannya, pernah bersembunyi di waktu perang Badar. Dan dia berkata kepada taman-temannya: “Jika Muhammad menang dalam peperangan ini, maka kamulah yang menang, karena kamu tidak menampakan permusuhan dengan Muhammad. Tapi jika orang Muayrik yang menang, maka cukuplah kamu sampai di sini saja bersama Muhammad. *(Shawi Al-Maliky, Juz 1, hlm. 94).*
3). Bacaan kalimat *Wa-Yusyhidullahu* وَيُشْهِدُ اللَّهُ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ
Ibnu Muhaishin, membacanya dengan di _fatah_ kan- huruf “ya” dan di- _dhamah_ kan huruf “ha” lafal “Allah” (Yasyhadu- llahu ﴾ ويُشْهَدُ اللَّهُ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ ﴿ Hal ini maknanya, meskipun orang-orang (munafiq) berhasil memperdayakan kamu, namun Allah SWT mengetahui tentang keburukan hati mereka. Makna ayat di atas serupa dengan makna firman Allah SWT:
وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لكَاذِبُون.
_Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta._*(QS. Al-Munafiqun: 1).*
4).Sedangkan ulama jumhur (mayoritas ulama) seperti dijelaskan oleh Ibnu Ishaq dan Ibnu Abbas: Mereka membacanya _dhamah_ huruf “ya” dan _kasrah_ huruf “ha” yaitu “_yusyhidu”_
وَ يُشْهِدُ اللهُ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ
_Dan Allah akan membongkar kekufuran dan kemunafikan yang ada dalam hati mereka._
Hal ini seperti bacaan firman-Nya
يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَحْفُونَ مِنَ اللَّهِ.
_Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah._ *(QS. An-Nisaa’ 4: 108).*
5). Adapun tanda-tanda orang munafik pada kalimat berikutnya yaitu pada ayat 205 Surat Al-Baqarah, ada tiga:
(1) Mereka merusak Tanan-tanaman atau Sumber Daya Alam (SDA). (QS. Al-Baqarar ayat 105).
(2). Mereka merusak Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu merusak penduduk yg beragama, bernegara dan berbangsa, terutama merusak masa depan generasi umat Islam. (QS. Al-Baqarah 2: 105).
(3). Jika mereka,(orang-orang munafiq) diperingatkan, maka mereka berlaku angkuh dan sombong. (QS. Al-Baqarah 2: 206).
4). Pada kalimat ayat 105 Surat Al-Baqarah, ada kalimat *Yuhlikal- Hartsa Wan-Nasal* . Kalimat ini merupakan penjelasan kata *Li-yufsida* (kerusakan). Kata *Li-yufasida* disusul dengan kata *Bil-itsmi* (dosa) dengan huruf *Ba Mulabalisah* artinya huruf “ba” yg menyambungkan dengan kalimat *Al-‘Izzatu* setelah kata *Al-Fasada* (rusak/hancur), dan kalimat sebelumnya *Wa-Yuhlikal hartsa*(merusak tanaman). Kata *Al-‘Izzatu* (mulia) disusul dengan kalimat *Bil- Itsmi* maksudnya supaya tidak ada kesan bahwa kerusakan itu sesuatu yg mulia, maka disusulnya dengan kata *bil-itsmi* (dosa), maka jelaslah bahwa kata *Al-Izzatu* di sini, artinya adalah: “sombong/angkuh” bukan mulia.
Menurut ilmu balaghah, kalimat ini namanya *Badi’ Tatmim* (menyempurnakan dari kata yg terkesan sulit difahami). Karena itu kata-kata *Al-‘izzatu* yg biasanya digunakan untuk makna kemuliaan yg terpuji. Pada ayat ini maksudnya adalah “kehancuran”. Artinya mereka bakal hancur akibat merusak lingkungan dan merusak harapan masyarakat yg beragama, berbangsa dan bernegara. Merusak masa depan peradaban manusia. *(Shawi Al-Maliky, Juz 1, hlm. 95).*
*KEEMPAT KOLOMPOK*. *Haji (Orang) yang berhajinya hanya mencari Ridha Allah SWT.*
1.Tafsir kalimat ayat 207 Surat Al-Baqarah:
ومن الناس من يُشْرِى نَفْسَهُ ابْتِغَاء مَرْضَات الله
_Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah_*(QS. Al-Baqarh 2: 207).*
1).Ketika Allah memberitahukan tentang orang-orang munafik dengan sifat-sifat yang sangat tercela, kemudian Dia juga menyebutkan sifat-sifat orang mukmin yang sangat terpuji, melalui firman-Nya:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يُشرى نَفْسَهُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللَّهِ
_Dan diantara manusia ada yg mengorbankan dirinya karena mencari ridha Allah_
Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Sa’id bin Musayyab, Abu Utsman An-Nahdhi, Ikrimah dan segolongan orang mengatakan: “Ayat tersebut turun berkenaan dengan Shuhaib bin Sinan Ar-Rumi”. Kemudian Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Abu Utsman An-Nahdhi, dan langsung dari Shuhaib sendiri sbb: Shuhaib berkata; “Ketika aku akan berhijrah dari Makkah ke Madinah (kepada Nabi), maka orang-orang Quraisy berkata padaku, “Hai Shuhaib, kamu datang kepada kami dengan tidak membawa harta apapun juga, dan sekarang kamu akan pergi dengan membawa hartamu. Demi Allah! hal itu tidak boleh terjadi sama sekali.'”
2).*Asbab Nuzul Ayat 207 Surat Al-Baqarah.*
(1). Hamad bin Salamah dari Ali bin Zaid, dari Sa’id bin Al-Musayyab mengkisahkan bahwa Asbabun-Nuzul ayat 207 Surat Al-Baqarah ini sbb:
Adalah Shuhaib berangkat hijrah menuju Madinah (Nabi Muhammad SAW), dia di-ikuti oleh beberapa orang Quraisy. Maka ia pun turun dari kendaraannya dan mengeluarkan semu yang ada di dalam tempat anak panahnya. Kemudian dia berujar, “Hai orang-orang Quraisy, kalian tahu bahwa aku adalah orang yang pandai memanah di antara kalian. Sedang kalian, (Demi Allah), tidak akan datang kepadaku, kecuali aku melemparkan semua anak panah ini yang ada di dalam tempatnya, dan aku akan menebaskan pedangku ini, kepada kamu semua. Maka lakukanlah, apa yang kamu semua kehendaki. Tapi jika kamu semua *mau*, akan ku-tunjukkan kepada kamu semua harta dan semua simpananku di Makkah, dengan sarat kamu semua harus membebaskan jalan bagi-ku.” Maka mereka pun menjawab, “*Mau*.”
Kemudian sesampainya Shuhaib di hadapan Rasulullah SAW. Beliau bersabda: “Beruntunglah kamu wahai Shuhaib.” Maka turunlah ayat di bawah ini:
ومن الناس من يشرى نَفْسَهُ ابْتِغَاء مرضات الله. الأية..
_Dan diantara manusia ada yg mau mengorbankan jiwa raganya untuk mencari Ridha Allah_*(QS. Al-Baqarah 2: 207).*
(2). Menurut Jumhur ulama bahwa ayat tersebut, turun ditujukan kepada setiap orang yang berjuang di jalan Allah SWT. *(QS. At-Taubah : 11)*.
(3). Ketika Hisyam bin Amir menyerang ke tengah-tengah pasukan musuh, namun sebagian orang menentangnya. Tetapi Umar bin Khatthab, Abu Hurairah, dan yang lainnya malah membantah tindakannya. Kemudin mereka (Umar bin Khatab dan rekan- rekannya) membaca ayat 207 Surat Al-Baqarah. *(Ibnu Katsir juz 1 hlm…& Shawi Ju 1 hlm. 95).*
*KESIMPULAN*
1.Sebagai umat Islam yg beriman dan bertakwa, wajib menghindari segala tindakan yg dapat merugikan dunia akhirat. Janganlah kita hidup, hanya mengejar dunia semata dengan melupakan Akhirat.
2.Di dalam hidup dan kehidupan, kita wajib mengejar keseimbangan antara dunia dan akhirat, agar di dunia kita sejahtera dan di akherat masuk surga meraih Ridha Allah Ta’ala.
3.Sebagai hamba Allah, kita wajib menjauhi dari segala sifat-sifat kemunafikan. Karena kemanafikan sekecil apapun di dunia akan terbongkar dan di akhirat akan dipermalukan yg akhirnya akan dijebloskan ke dalam api Neraka. Naudzu Bullahi min-dzalik.
4.Hidup yang mencari ampunan, rahmat dan ridha Allah adalah hidup paling mulia dan nilainya sangat tenggi di hadapan Allah SWT.
Semoga kita semua, meraih hidup dan kehidupan yang damai, aman sejahtera, dan dijauhkan oleh Allah SWT dari mara-bahaya dunia akhirat. Amin.
والله أعلم بالصواب.

