INDONESIAMU, INDONESIAKU, INDONESIA KITA (13)
Abdullah Hehamahua
Tubuh manusia perlu karbohidrat, protein, dan vitamin.
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama. Ia diperoleh dari nasi, sagu. kentang, dan jagung
Protein berfungsi sebagai zat yang membantu pertumbuhan serta membaiki atau mengganti sel dan jaringan tubuh yang lrusak.
Protein berasal dari: daging, ikan, telur, tahu, dan tempe.
Vitamin berfungsi sebagai pendukung sistem kekebalan tubuh, metabolisme, dan proses penyembuhan.
Vitamin diperoleh dari pelbagai buah dan sayuran segar.
Seri ini, dikomunikasikan sumber protein yang lazim dalam masyarakat pedesaan yakni ayam, telur, dan ikan.
Protein Menurut Anda
Penulis belum dengar anda menghilangkan jargon “ayam bangkok.” di Indonesia. Padahal, di Thailand, tidak ada jargon “ayam Jakarta.”
Tragisnya, bahan baku pakan ayam pun diimpor dari: AS, Argentina, Brasil, dan Australia.
Anda juga belum serius mengatasi masalah stunting, khususnya penduduk Indonesia Timur. Padahal, wilayah ini kaya dengan ikan karena dikellilingi laut.
Penyebabnya, ikan yang ditangkap nelayan Indonesia Timur, khususnya pulau Papua, Maluku, NTB, dan NTT, dijual. Sebab, para ibu rumah tangga harus punya kepeng tunai puntuk beli minyak tanah, minyak goreng, gula, garam, tepung, cabe, bawang dan keperluan rutin dapur lainnya. Konsekwensinya, anak-anak diberi lauk ikan asin yang sudah kehilangan mayoritas proteinnya.
Penduduk kampung yang beternak ayam, baik ayam daging maupun petelur, bak peribahasa “hidup segan, mati enggan.” Sebab, mereka harus beli bibit ayam dan pakannya dengan harga mahal. Ini karena, bibit ayam dan pakannya dimonopoli oligarki, baik asing seperti Thailand dan Korsel, maupun perusahaan dalam negeri. Perusahaan raksasa tersebut adalah: PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Malindo Feedmill Tbk, PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk, PT Wonokoyo Jaya Corporindo.
Protein Menurut Saya
Orang kampung di kecamatanku, Saparua, tempo dulu, mengonsumsi ayam dan daging hanya sekali setahun, yakni idul fitri dan idul adhah. Kampung Nasrani akan mengonsumsi daging pada perayaan natal Namun, banyak sarjana pada masa penjajahan berasal dari kecamatanku. Katakanlah Mr. Latuharihari, Dr. Siwabessy, Dr. Leimena, dan Ir. Putuhena.
Protein apa yang dikonsumsi sehingga mereka bisa mencapai gelar sarjana. Ternyata, bia (kerang) dan ikan dasar (kakap, salmon, kembung) dan teripang yang mereka konsumsi setiap hari.
Namun, hari ini, penduduk pesisir di mana saja, takut mengsumsi kerang dan teripang karena sudah tercemar limbah pabrik. Ikan dasar juga sudah sukar diperoleh nelayan kampung karena ditangkap perusahaan oligarki, dalam dan luar negeri yang menggunakan peralatan dan teknologi canggih.
Protein Menurut Kita
Anda, saya, kita semua, harus paham mengenai sila kelima Pancasila, “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”
Konsekwensinya, kita harus merujuk pasal 33 UUD45 dengan cara:
1. UKM dan UMKM Peternak hendaknya mendapat subsidi bibit ayam dan pakan dari masing-masing Pemda.
2. UKM dan UMKM Nelayan perlu mendapat pinjaman lunak tanpa bunga guna memiliki peralatan penangkapan, baik berupa kapal, jaring, pancing, maupun storage.
3. Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) wajib menampung dan membeli hasil usaha peternak dan nelayan pribumi. KDMP segera berhenti sebagai agen oligarki sehingga tidak lagi membeli barang jualan mereka
Simpulan
1. Pemerintah perlu menghentikan impor bahan baku pakan ternak dengan memfungsikan SDA yang ada di setiap pelosok nusantara. Konsekwensinya, pemerintah harus bertindak tegas terhadap oligarki yang merusak lingkungan, termasuk pencemaran laut yang memengaruhi hasil tangkapan nelayan.
2. Koperasi Peternak dan Nelayan berkolaborasi dalam usaha serta berhenti berhubungan dengan oligarki.
(Depok, 27 Mei 2026)

