MASYUMI SEBAGAI JANGKAR INTELEKTUAL: AGAR ISLAM, DEMOKRASI DAN MODERNITAS DAPAT BERJALAN BERIRINGAN DI INDONESIA
JAKARTA (MASYUMI): Partai Masyumi bertekad mewujudkan Indonesia sebagai bukti nyata ditengah peradaban dunia dimana Islam, Demokrasi dan Modernitas bisa berjalan beriringan dan Masyumi harus berperan sebagai jangkar intelektualnya.
Tekad tersebut disampaikan Sekjen Partai Masyumi, Samsudin Dayan SH , MSi, dalam Diskusi Terbatas di Sekretriat DPP Partai Masyumi yang dihadiri oleh Ketua Umum DR. Ahmad Yani, SH, M.Si beserta Pengurus Pusat Partai Masyumi, Jumat 8 Mei 2026 yang lalu. Sikap tersebut didukung oleh para peserta diskusi yang hadir, dan diskusi terbatas Pimpinan Partai Masyumi ini akan dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan berbagai kalangan antara lain akademisi, pakar, politisi praktis untuk merajut kemba li ide dan gagasan para pendahulu tokoh Masyumi seperti M.Natsir, H. Agus Salim, Mohamad Roem, yang juga merupakan para pendiri bangsa dalam prespektif kekinian dan menyambut kebutuhan dalam berbangsa dan bernegara ke depan.
Samsusin Dayan dalam paparannya yang mengangkat topik ”Indonesia Episentrum Peradaban Dunia Masa Depan: Membedah Posisi Strategis Partai Masyumi di Antara Partai Islam Terkemuka Dunia” berpendapat bahwa ke depan Masyumi harus mampu melakukan studi dari berbagai sumber dan model partai partai Islam yang sukses meraih dukungan publik. “Kita perlu mempelajari berbagai model partai Islam di berbagai belahan dunia, dalam konteks berpijak pada realitas sosial dan realitas demokrasi di Asia Tanggara, khususnya di Indonesia”. Bahkan Sekjen Partai Masyumi tersebut menambahkan lebih jauh agar partai harus berani membandingkan platform ekonomi dan sosialnya dengan partai-partai seperti AKP (Turki), PAS (Malaysia), Jamaat – e-Islami (Pakistan/Bangladesh) dan partai-partai berbasis Islam di berbagai negara lainnya. ”Agar menjadi perbandingan dalam membangun aspek, ekonomi dan sosial dan tidak terjebak dalam romantisme sejarah Masyumi yang gemilang itu tetapi lupa pada realitas sosial-budaya, politik dan perkembangan sain dan teknologi saat ini, agar kita menemukan Jalan Baru yang relevan dengan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini dan tantangan kini dan masa depan”, tegas Samsudin.
Ketua Umum DPP Partai Masyumi , Dr. Ahmad Yani SH, MH dalam diskusi itu menegaskan bahwa harus ditumbuhkan bersama forum group diskusi lintas generasi dan lintas ilmu dari internal partai yang dimotori oleh Dewan Pakar partai Masyumi dengan melibatkan semua pemikir Islam, akademisi, para cendekiawan Muslim dan pengamat politik juga dari eksternal partai. Ahmad Yani berharap Forum Group Diskusi yang bakal dilaksanakan setiap dua pekan sekali wajib diikuti oleh seluruh kader partai.
Dari diskusi Pengurus Pusat Partai Masyumi tersebut juga disarankan agar tafsir azas partai mampu ditansformasikan menjadi praktik politik dan kebijakan publik dan hendaknya Partai Masyumi mampu menterjemahkan nilai-nilai Islam menjadi Solusi kongkrit untuk mengatasi masalah kemiskinan, korupsi, kerusakan lingkungan, ketidak adilan hukum dan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini.
Samsudin Dayan mengungkaplan dari data terkini menunjukkan bahwa pergeseran gravitasi dunia Islam kearah Indonesia/Asia Tenggara dapat dilihat dari beberapa hal diantaranya;
Populasi Muslim terbesar ; Indonesia menempati peringkat pertama dunia dengan 242-244 juta jiwa umat Muslim.
Pertumbuhan Global: Populasi Muslim dunia diproyeksikan mencapai 2,2 miliar pada tahun 2030 (26,4% dari total populasi global)
Stabilitas & Demokrasi Indonesia diakui sebagai negara mayoritas Muslim pertama yang berhasil mengintegrasikan sistem demokrasi terbuka dengan stabilitas nasional yang langka dimiliki negara-negara di kawasan Timur Tengah yang terlibat konflik .
Disamping itu, hasil diskusi juga menyimpulan bahwa Indonesia sebagai episentrum Peradaban dari beberapa faktor kunci antara lain;
- Keunggulan Akademik : studi Islam di Indonesia sejak dahulu sampai saat ini diakui dunia. Indonesia sejak dahulu banyak menghasil para intelektual dan ulama kelaas dunia. Saat ini misalnya UIN Jakarta menempati peringkat ke-29 dunia dalam bidang Theology, Divinity & Religious Studies
- Harmoni dalam Keberagaman: kemampuan mengelola keragaman mazhab (didomisai Syai’i-Sunni) dan etnis menjadikan Indonesia sebagai model peradaban masa depan yang damai.
- Stabilitas Politik ; Saat pusat peradaban lama (Timur Tengah ) didera konflik stabilitas Indonesia menjadi modal untuk melahirkan pemikir – pemikir dan peradaban.
- Posisi Indonesia yang sangat strategis secara geografis yang juga merefleksikan episentrum baru dalam geopolitik dan ekonomi.
Sebagai penutup disuksi Samsudin Dayan menukilkan Surat Ali Imran ayat 160 yang berbunyi ; Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang (dapat) mengalahkanmu dan jika Dia membiarkanmu (tidak memberimu pertolongan) maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Dan hanya kepada Allah – lah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.
Ayat yang diturunkan dalam Perang badar dan Uhud ini, mengajarkan bahwa kemenangan atau kekalahan bergantung sepenuhnya pada pertolongan Allah, bukan kekuatan manusia semata . Orang beriman diperintahkan bertawakal secara maksimal kepada ALLAH SWT.
Jakarta, 11 Mei 2026
Humas Partai Masyumi

