Zionisme,Musuh Abadi Umat Islam (9)

April 10, 2026

ZIONISME, MUSUH ABADI UMAT ISLAM (9)

Abdullah Hehamahua

BJ Habibie, mantan Presiden RI, ketika memberi sambutan dalam acara ta’ziah berpulangnya sang isteri, mengisahkan pengalamannya ketika kuliah di Jerman. Menurutnya, beliau punya dua kawan sekelas keturunan Yahudi. Mereka, setiap semester selalu mendapat nilai IP, 4.

BJ Habibie, guna menghilangkan penasaran atas kepandaian mahasiswa Yahudi tersebut, nginap di tempat kost mereka. Habibie, tengah malam, bangun utk ke toilet, kaget menyaksikan salah seorang mahasiswa Yahudi tersebut sedang belajar.
BNamun, Habibie lebih kaget lagi ketika tau, apa yang dibaca mahasiswa Yahudi tsb. Sebab, mahasiswa tsb membaca Al Qur’an, bukan Taurat.

“Jika umat Islam tau, betapa dahsyatnya isi Al Qur’an, maka mereka tidak akan kalah dalam hal apa saja, di mana, dan kapan pun,” kata mahasiswa Yahudi menjawab pertanyaan Habibie.

Di sinilah kesalahan umat Islam yang mengira, orang Yahudi tidak membaca dan mentadabburi Al Qur’an. Justru, mereka, dengan memelajari Al Qur’an, dapat menguasai dunia pasca kejatuhan khilafah Islam.

Penulis, dalam artikel seri 2, menyebutkan 10 tokoh Yahudi yang berprestasi luar biasa. Mereka adalah: Einstein (penemu teori relativitas), David Ricardo (pengusung ideologi kapitalisme), Karl Marx (pendiri komunis), Sergei Brin (penemu Google), Bill Gates (penemu Microsoft), Mark Sulkerberg (penemu facebook), Theodore Mainman (penemu sinar lazer), Robert Opper Henver (penemu bom atom), Edward Teller (penemu bom hidrogen), serta Mayer Araschel Rothschilo (pencipta bank dan pasar uang).

Yahudi, dengan mentadabburi Al Qur’an, selain mencapai pelbagai prestasi sains dan teknologi juga menciptakan pelbagai instrumen dalam strategi dan taktik menghancurkan umat Islam.

Pemimpin Muslim, paham Islam, tapi Anti Islam sebagai Ideologi Negara.

Keturunan Yahudi yang mengendalikan zionisme internasional, karena memahami Al Qur’an, menyiapkan Pemimpin muslim yang paham ajaran Islam, tapi anti Islam sebagai ideologi negara.
Hal tersebut dapat dilihat dari kepemimpinan negara-negara di Timur Tengah dan Indonesia.

Negara-negara Islam di Timur Tengah, otomatis paham ajaran Islam. Namun, mereka tidak melaksanakan ideologi Islam, khususnya di sektor politik dan ekonomi.

Mereka di sektor politik bekerjasama dengan AS dan Israel. Bahkan, mereka menjadikan wilayahnya sebagai pangkalan militer AS. Tragisnya, mereka membiarkan rakyat Palestina, khususnya Gaza dibombardir setiap hari oleh Israel. Bahkan, begitu gilanya pemerintah Mesir yang menutup pintu bagi dunia internasional yang mau memberi bantuan pangan bagi rakyat Gaza.

Negara-negara di Timur Tengah dalam menetapkan pimpinannya, tidak berdasarkan musyawarah, sesuai ajaran Islam. Namun, kepemimpinan mereka bersifat monarki absolut.
Negara-negara tersebut adalah:
Arab Saudi,Oman,
Qatar, UEA,Kuwait,
Bahrain, dan Yordania.
Pemimpin’-pemimpin negeri Timur Tengah ini juga lebih suka berbisnis dengan negara-negara kafir, khususnya Israel, AS, dan beberapa negara Eropa Barat seperti Inggeris, Jerman, dan Perancis.

Pemimpin Indonesia yang Anti Islam

Presiden Indonesia yang Muslim dan paham Islam tapi benci Islam sebagai ideologi negara adalah Soekarno dan Gusdur.

1. Soekarno

Soekarno adalah murid kesayangan Tjokroaminoto. Bahkan, beliau diambil jadi menantu Tjokroaminoto.

Namun, Soekarno atas operasi intelijen CIA dam Mossad, memaksa Hadikusumo (Ketum PP Muhamadiyah) melalui Kasman Singadimejo agar mau mencoret tujuh kata dalam Piagam Jakarta.

Soekarno juga memaksakan konsep Nasional, Agama, Komunisme (NASAKOM), sesuatu yang bertentangan dengan sila pertama Pancasila dan pasal 29 UUD 45. Bahkan, Masyumi dipaksakan untuk membubarkan diri karena menolak Nasakom.

2. Gus Dur

Gus Dur setelah DO di Univ. Al Azhar, Kairo (1966), pindah ke Bagdad. Irak di mana waktu itu, Dubesnya warga NU. Gus Dur, ketika di Irak inilah menjalin hubungan dengan aktivis Yahudi, bernama Ramin. Olehnya,
pada tahun 1994, Gus Dur diundang secara khusus oleh Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian damai antara Israel dan Yordania. Bahkan, ketika menjadi Presiden, Gus Dur merencanakan membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Gus Dur pula mencabut Inpres No. 14/1967 yang membatasi kegiatan adat dan agama Tionghoa selama masa Orde Baru. Sebab mereka diketahui terlibat dengan negara leluhur mereka dalam peristiwa G30S/PKI.

Bahkan, Gus Dur meresmikan Konghucu sebagai agama di Indonesia. Padahal, Konghucu bukan agama, tapi kebudayaan China.

Konsekwensinya, sebagian anggota DPR waktu itu yang masih waras, melengserkan Gus Dur dari jabatan Presiden.

Simpulannya, zionisme bisa dihapus dari dunia, khususnya Indonesia, jika umat Islam memilih pemimpin, baik presiden, kepala daerah, maupun anggota legislatif yang muslim, paham ajaran Islam, dan mengamalkannya dalam sistem pendidikan, politik, dan ekonomi nasional.
Konsekwensinya, sistem pemilihan presiden dan Kepala Daerah harus dikembalikan ke UUD 45 asli, menggantikan UUD 2002. Semoga !!! (Depok, 9 April 2026).

Sains Tidak Berpikir (2)

SAINS TIDAK BERPIKIR (2) Irawan Santoso Shiddiq, SH Martin Heidegger (1889-1976), menerbitkan artikel “Science does