ZIONISME, MUSUH ABADI UMAT ISLAM (6)
Abdullah Hehamahua
Lima seri sebelumnya, dikomunikasikan, tujuan, target, dan strategi zionisme yang berupa deislamisasi konsepsional.
Seri ini dan seri ketujuh akan dikumunikasikan zionisme internasional dalam bentuk deislamisasi operasional.
Deislamisasi operasional dilakukan dengan dua target, yakni: menjauhkan umat islam dari aqidahnya dan menjarakkan umat dengan pemimpinnya.
Program yang Menjauhkan U Islam dari Aqidahnya
Fir’aun menurut riwayat, belum tidur sebelum beliau pastikan, tidak ada rakyatnya kelaparan, kehausan, dan kedinginan karena tiada tempat bernaung. Infra struktur, sarana, dan prasarana di Mesir, cukup tersedia. Satu-satunya kesalahan Fir’aun, beliau tidak mengimani eksistensi dan keesaan Allaah SWT. Bahkan, meninggalnya tragis. Sebab, Allaah SWT tenggelamkan beliau di laut Merah.
Jika Fir’aun yang banyak jasanya bagi rakyatnya saja, masuk neraka karena tidak beraqidah, apalagi kita, penduduk awam.
Zionisme dalam kontek itulah menciptakan deislamisasi operasional yang pertama berupa program yang menjauhkan umat Islam dari aqidah mereka.
Pola ini untuk Indonesia, setidaknya ada tiga program strategis, yakni:
1. Program KB
Maltus bilang, pertambahan penduduk bumi, tidak berbanding lurus dengan ketersediaan pangan. Olehnya, harus dibatasi jumlah penduduk. Lahirlah program Keluarga Berencana (KB).
Program KB ini bercanggah dengan aqidah Islam. Sebab, suami isteri yakin, mereka bisa mencegah kelahiran seorang manusia melalui penggunaan IUD, spiral, pil atau kondom. Padahal, lahir tidaknya seorang manusia merupakan hak prerogatif Allaah SWT. Sebab, banyak pasangan yang belasan tahun, bahkan seumur hidup, tidak mendapat keturunan. Allaah SWT berfirman:
“Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia ciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan ke siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki ke siapa yang Dia kehendaki. atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.” (QS Asy Syuraa: 49 – 50).
Ayat Qur’an ini bisa menjelaskan, mengapa seorang ibu di Jakarta (1982) yang menggunakan spiral, ternyata hamil juga. Ibu ini sewaktu melahirkan di RS Cipto, Jakarta, spiral tersebut tertancap di ubun-ubun bayi yang baru lahir.
Allaah SWT juga menunjukkan kekuasaan-Nya ketika seorang ibu di Surabaya (1983) memotong rahimnya karena sudah punya 7 anak.
Allaah SWT menunjukkan kuasaNya dengan “mengambil” ketujuh anak tersebut dalam beberapa tahun. Ada yang meninggal karena sakit dan lainya karena mengalami kecelakaan lalu lintas.
Dampak negatif dari program KB, beberapa negara seperti Singapura dan Jepang kekurangan SDM. Bahkan, Singapura belakangan ini menerjemahkan KB, bukan sebagai Keluarga Berencana, tapi Keluarga Besar. Konsekwensinya, pemerintah Singapura memberi bonus bagi pasangan muda yang melahirkan lebih dari dua anak. Bahkan, diberikan bonus 11.000 dolar Singapura atau setara Rp124 juta terhadap anak pertama dan kedua. Tahap berikut, bonus 13.000 dolar Singapura atau setara Rp137 juta bagi anak ketiga dan keempat.
Dampak negatif KB di Indonesia, jumlah umat Islam sekarang tinggal 87 persen, berkurang 8 persen. Sebab, sewaktu merdeka, jumlah umat Islam, 95 persen. Pada waktu yang sama, jumlah penduduk nonmuslim meningkat secara signifikan.
2. Program Riba
Program kedua dalam deislamisasi operasional adalah pelaksanaan riba, baik di perbankan maupun bisnis. Bahkan tahun 2025 saja, bunga utang indonesia sebesar Rp. 552,1 triliun. Padahal, Allaah SWT menghalalkan perdagangan dan mengharamkan riba. Allaah SWT berfirman:
“Orang-orang yang memakan (bertransaksi dengan) riba tidak dapat berdiri, kecuali seperti orang yang berdiri sempoyongan karena kesurupan setan. Demikian itu terjadi karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Siapa pun yang telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhannya (menyangkut riba), lalu dia berhenti sehingga apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Siapa yang mengulangi (transaksi riba), mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya (QS Al Baqarah: 275).
Rasulullah SAW bersabda:
Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri.” (HR. Al-Hakim).
3. Program Perpajakan
Deislamisasi operasional melahirkan program ketiga, yakni pajak bagi umat Islam. Padahal, Islam mengenalkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Islam tidak mengenal pajak. Sebab, Allaah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil…” (QS An Nissa: 29).
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka” (HR Ahmad dan Abu Dawud).
Dampak negatif dari sistem pajak ini, Indonesia sekarang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Padahal, jika tambang, laut, dan hutan Indonesia dilola BUMN/BUMD tanpa KKN, bukan saja, tidak ada segala bentuk pajak, tapi setiap rakyat gratis dalam pendidikan, kesehatan, dan mendapatkan tunjangan bulanan.
Simpulannya, salah satu upaya melawan zionisme internasional, umat Islam jangan lagi membeli barang-barang produk AS. Hal yang sama berlaku juga terhadap produk Israel. Sebab, sekalipun Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel, tapi barang-barang produknya beredar di pasar Indonesia. Ini salah satu bukti konkrit, agen Israel banyak bercokol di Indonesia.
Produk tersebut antara lain berupa: Makanan/Pertanian;
Perawatan tubuh/alat kecantikan;
Perlengkapan Bayi & Mainan;
Teknologi & Aplikasi;
Alat Rumah Tangga; dan produk farmasi.
(Depok, 6 April 2026).

