PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW (20)
Abdullah Hehamahua
Banyak penduduk menawarkan rumahnya diitinggali Rasulullah SAW sewaktu baginda baru tiba di Yatrib. Namun baginda mengisyaratkan bah-wa, beliau akan nginap di rumah, tem-pat untanya berhenti. Ternyata, Al-Qashwa, unta Rasulullah SAW berhenti di pekarangan rumah Abu Ayyub al-Anshari.
Rasulullah SAW tinggal di sini beberapa bulan sampai rumah beliau selesai dibangun, di samping masjid-nya. Namun, program pertama yang dilakukan Nabi Muhammad SAW ada-lah mempersaudarakan kaum Anshar dan Muhajirin.
Persatuan Hati, Landasan Pemba-ngunan Masyarakat.
Rasulullah SAW, begitu tiba di Yatrib, yang pertama dilakukan adalah mempersaudarakan Muhajirin dan An-shar…
Tindakan Nabi Muhammad SAW ini sangat strategis. Sebab, kehancuran satu negara disebabkan masalah inter-nal, dibanding persoalan eksternal. Apalagi, di Yatrib, ada golongan Yahudi yang sangat membenci umat Islam.
Persaudaraan di antara golongan Anshar dan Muhajirin sangat peno-menal. Sebab, dikisahkan, ikatan aqi-dah di antara Abdurrahman bin Auf (Muhajirin) dengan Sa’ad bin Rabi’ (Anshar). Sa’ad menawarkan separuh hartanya untuk dimiliki Abdurrah-man..Bahkan, jika Abdurrahman mau, beliau menceraikan salah satu istrinya agar dinikahi Abdurrahman. Itulah sa-lah satu bentuk solidaritas yang sangat tinggi. Namun, Abdurrahman bin Auf menolak. Beliau justru berkata: “Cukup tujukkan di mana pasar kalian,” Sejarah Islam mencatat, Abdurrahman bin Auf kemudian menjadi seorang konglome-rat di Madinah.
Sikap Sa’ad terhadap Abdrurrah-man bin Auf merupakan ekspresi saling simpati dan empati sesama muslim. Rasulullah SAW bersabda:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal berkasih sayang, saling men-cintai, dan saling menaruh belas ka-sihan adalah seperti satu tubuh. Apa-bila salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan ikut mera-sakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim)
Kasih Sayang Sesama Muslim, Tegas terhadap Kafirun
Serombongan musafir menghadap Rasulullah SAW, menyatakan keislam-annya. Mereka pun dilayani sewajar-nya. Sebab, Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang ber-selisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat Rahmat (QS Al Hujurat: 10).
Para musafir tersebut ketika akan melanjutkan perjalanan, meminta ban-tuan kenderaan dan perbekalan. Bagin-da langsung perintahkan para sahabat agar rombongan musafir tersebut diba-wa ke peternakan milik negara di pinggir kota Yatrib. Para sahabat pun memberikan unta tunggangan dan be-berapa ekor domba sebagai bekal di perjalanan.
Tragisnya, setelah menerima bantuan, rombongan musafir ini mem-bunuh para sahabat. Namun, ada se-orang sahabat yang lolos dan mela-porkan hal tersebut ke Rasulullah SAW. Baginda langsung perintah pasukan berkuda, mengejar para pengkhianat tersebut. Hasilnya, pasukan berkuda menangkap para musafir dan meng-hadapkan mereka ke Rasulullah SAW. ”Lakukan atas mereka sebagaimana mereka perlakukan para sahabat,” pe-rintah Rasulullah SAW.
Pasukan berkuda langsung meng-eksekusi para penghianat tersebut. Ternyata, tindakan Rasulullah SAW ter-sebut direstui Allah SWT. Allah SWT berfirman:
ࣖ
”Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang bersamanya, bersikap te-gas terhadap para pembangkang dan lemah lembut di antara sesama mere-ka…” (Q.S Al Fath: 29).
Para orientalis menuduh, hukuman yang dilakukan baginda tersebut seba-gai kejam dan sadis. Namun, para mu-fasirin dalam beberapa kitab tafsir men-jelaskan, apa yang dilakukan Nabi Mu-hammad bukanlah suatu sadisme, te-tapi ketegasan dalam menegakkan hukum. Sebab, secara sosiologis, jika suatu pelanggaran ditolerir, akan mun-cul tindak pidana berikutnya. Dampak negatifnya, masyarakat akan jadi bar-bar. Dampak negatif lanjutannya, akan berlaku hukum rimba di manai yang kuat menguasai dan menzalimi orang lemah.
Tindakan pemerintah Cina yang menggantung para koruptor merupa-kan salah satu bukti modern, bahwa penegakkan hukum yang tegas dapat menciptakan kestabilan politik dan ekonomi negara. Fakta menunjukkan, korupsi di China berkurang dengan adanya hukuman yang tegas tersebut. Sebab, Indek Persepsi Korupsi (IPK) China tahun 2024 mencapai 43 diban-ding Indoneia yang hanya 37.
Ketegasan hukum Rasulullah SAW juga berdampak positif terhadap keamanan masyarakat di dunia. Se-bab, tingkat kriminalitas terendah di dunia adalah Arab Saudi karena diber-lakukan hukum pancung dan potong tangan.
Simpulan:
- Penyatuan hatikarena iman dan takwa, mengalahkan semua ben-tuk jalinan, baik ikatan darah, suami isteri, pertemanan, hubungan kerja, maupun pertalian kewarnegaraan. Konsekwensinya, lahir kesatuan pemikiran yang pada gilirannya menumbuhkan mobilitas sosial super dahsyat di mana ia dapat digunakan untuk melaksanakan projek raksasa apa pun.
- Persatuan hatiyang lahir karena persamaan nasib bahkan kesama-an ideologi sekalipun hanya akan melahirkan kekuatan yang bersifat sementara. Indonesia merdeka ka-rena penyatuan aspirasi pimpinan dan rakyat disebabkan senasib sependeritaan menghadapi penja-jah. Namun, setelah merdeka, dan masing-masing pihak memeroleh jabatan, persatuan itu kendor lalu putus. Itulah kondisi Indonesia se-karang yang dibangun di atas nasionalisme sempit dan ideologi dunia yang relatif kebenarannya.
- Penyatuan hatikarena iman dan takwa, melahirkan kesamaan visi dan misi pemimpin serta rakyat dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Dampak positinya, hanya dalam 10 tahun, lahir Madi-natul Munawarah, yakni kehidupan rakyat yang sejahtera, aman, dan adil dalam ridha Allah SWT (Depok, 20 Ramadhan 1447H/10 Maret 2026)

