Islam Itu Indah (19)

February 19, 2026

ISLAM ITU INDAH (19)

Abdullah Hehamahua

 

 

Islam itu Indah. !!! Sebab, hukuman bagi kaum kafir, dijatuhkan oleh Allah SWT, khususnya di dunia, setelah mereka diberi waktu dan kesempatan untuk bertaubat. Artikel seri 18 sebelumnya, menginformasikan, hukuman Allah bagi kaum Nabi Nuh dan kaum Saleh.

Artikel seri ke-19 ini menginformasikan hukuman yang dikenakan Allah SWT terhadap kaum ‘Ad dan Fir’aun serta penegakkan hukum oleh Nabi Muhammad SAW.

 

  1. Hilangnya perkampungan Kaum ‘Ad

Kaum ‘Ad memiliki peradaban maju, bertubuh besar, dan makmur. Mereka lalu sombong dengan menolak ajakan Nabi Hud AS untuk beriman. Allah SWT pun menjatuhkan hukuman seperti disebutkan ayat Qur’an berikut:

Dan ingatlah (Hud) saudara kaum ‘Ad yaitu ketika dia mengingatkan kaumnya tentang bukit-bukit pasir dan sesungguhnya telah berlalu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan setelahnya (dengan berkata), “Janganlah kamu menyembah selain Allah, aku sungguh khawatir nanti kamu ditimpa azab pada hari yang besar.” Mereka menjawab, “Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah engkau ancamkan kepada kami jika engkau termasuk orang yang benar.” Dia (Hud) berkata, “Sesungguhnya ilmu (tentang itu) hanya pada Allah dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang diwahyukan kepadaku, tetapi aku melihat kamu adalah kaum yang berlaku bodoh.” Maka ketika mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.” (Bukan!) Tetapi itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,  yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Rabb-nya, sehingga mereka (kaum ‘Ad) menjadi tidak tampak lagi (di bumi) kecuali hanya (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa (QS Al Ahkaf: 21 – 25).


  1. Tenggelamnya Fir’aun

Kejahatan Fir’aun memuncak ketika beliau dan tentaranya mengejar Musa dan kaumnya. Allah SWT menenggelamkan Fir’aun seperti disebutkan ayat berikut:

 

“Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya terpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka (Bani Israil), menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS Al Qasas: 4).

Eksekusi Hukuman oleh Nabi Muhammad SAW

 

        Nabi Muhammad dalam mengeksekusi hukuman bagi umat Islam atau bangsa lain, tidak lain hanyalah melaksanakan apa yang diperintahkan Allah SWT. Eksekusi hukuman yang dilakukan Rasulullah SAW adalah:

 

  1. Memotong Tangan Pencuri

Nabi Muhammad SAW perintahkan agar memotong tangan seorang perempuan keturunan bangsawan yang mencuri. Hal ini sesuai dengan perintah Al-Qur’an:

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS Al Maidah: 38).

Keluarga perempuan melalui Usamah bin Zaid meminta agar Rasulullah SAW membatalkan hukuman potong tangan tersebut.  Rasulullah SAW tetap melaksanakan perintah hudud. Bahkan, Rasulullah SAW kemudian menegaskan, “Demi Dzat yang jiwaku berada tangan-Nya, sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, sungguh aku sendiri yang akan memotong tangannya.” (HR Muslim).

 

  1. Mengusir Bani Nadhir

Hukuman kedua yang dieksekusi Nabi Muhammad adalah mengusir Bani Nadir, salah satu suku Yahudi di pinggir kota Madinah. Bani Nadhir melanggar perjanjian Hudaibiyah di mana mereka bersekongkol dengan kaum Qurais untuk membunuh Nabi Muhammad SAW.

Konsekwensi logisnya, Nabi Muhammad perintahkan umat Islam menaklukkan Bani Nadhir. Sanksinya, mereka    diperintahkan untuk meninggalkan Madinah. Mereka dibe-narkan membawa harta yang hanya dapat diangkut oleh seekor unta. Namun, mereka tidak dibenarkan membawa senjata. Seluruh harta, tanah, rumah, dan senjata yang ditinggalkan Bani Nadhir menjadi rampasan perang yang dikelola oleh Rasulullah SAW untuk kepentingan umat Islam.

 

Simpulannya, Islam itu indah.!!! Sebab, umat Islam dapat bekerjasama dengan siapa saja bagi kepentingan bersama. Namun, Islam dengan tegas memberi sanksi terhadap siapa saja yang melanggar konsensus bersama. Olehnya, marilah kita berislam secara indah dengan bersikap tegas terhadap setiap penyimpangan hukum, siapa pun dia. (Depok, 16 Februari 2026).

Sains Tidak Berpikir (2)

SAINS TIDAK BERPIKIR (2) Irawan Santoso Shiddiq, SH Martin Heidegger (1889-1976), menerbitkan artikel “Science does