ISLAM ITU INDAH (17)
Abdullah Hehamahua
Islam itu indah.!!! Sebab, setiap lelaki muslim, muda, dewasa, miskin, kaya, alim, sarjana maupun tidak, punya kesempatan yang sama untuk menjadi seorang syuhada. Namun, syuhada kelas eksekutif hanya bisa diperoleh jika terbunuh di medan perang. Allah SWT berfirman:
“Maka hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memeroleh kemenangan, maka Kami akan memberikan pahala yang besar kepadanya.” (QS An-Nisaa: 74).
Amr bin Al-Jamuh Ingin Syahid dengan Kaki Pincangnya
Buku “Kisah 60 Sahabat Rasulullah,” karya Abdurrahman Ra’fat, dikisahkan bahwa, Amr bin Al-Jamuh adalah seorang sahabat yang sudah lanjut usia, 70-an tahun. Bahkan, kakinya pincang. Namun, hatinya dipenuhi tekad untuk meraih surga melalui mati syahid.
Amr bin Al-Jamuh menjelang perang Badr, menghadap Nabi Muhammad SAW, melaporkan bahwa beliau mau ikut perang. Rasulullah SAW menolak permintaannya. Sebab, tidak ada kewajiban perang bagi orang tua. Apalagi, dalam keadaan cacat. Amr bin Al-Jamuh sedih atas keputusan Rasulullah SAW tersebut.
Amr bin Al Jamuh menolak menyerah atas usia lanjut dan kakinya yang pincang. Olehnya, sewaktu perang Uhud diumumkan, Amr menghadap Rasulullah SAW lagi. Beliau tetap ingin ikut berperang bersama para pemuda meski usia dan kondisinya tidak lagi prima. Beliau percaya, kesempatan meraih syahid adalah jalan langsung menuju surga yang harus ditempuh. Namun, Rasulullah SAW tetap tidak mengijinkan.
Amr bin Al Jamuh dengan suara lirih mengeluh, apakah dengan kakinya yang pincang, beliau tidak berhak mencapai status syuhada. Rasulullah SAW kemudian mengijinkan Amr bin Al Jamuh ikut ke medan perang Uhud.
Amr bin Al Jamuh yang didampingi putranya, Khallad, ketika mau meninggalkan rumah, berdoa agar beliau dipertemukan dengan Allah SWT di medan perang. Amr tampil gagah di garis depan. Beliau mengayunkan pedangnya ke kiri dan kanan, menebas setiap musuh yang ditemui. Bahkan, Amr berperang sambil berseru bahwa, beliau merindukan surga dengan setiap nafasnya.
Putranya Khallad, tidak kalah hebatnya. Beliau menebas setiap musuh yang ditemui sambil menjaga ayahnya dan Rasulullah SAW dari serangan musuh. Ayah dan anak ini menjadi tim yang tak tergoyahkan, menunjukkan keberanian dan keteguhan iman yang luar biasa.
Kedua ayah-anak itu berjuang tanpa kenal takut hingga akhirnya keduanya syahid. Amr meninggal dengan hati penuh kepuasan karena berhasil menunaikan niatnya untuk meraih syahid, meski tubuhnya lemah.
Rasulullah SAW ketika menguruk tanah kubur mereka yang berada dalam satu lubang, bersabda: “Lelaki Muslim mana saja yang berperang di jalan Allah meskipun sejenak, maka wajib baginya mendapatkan surga, dan siapa yang terluka di jalan Allah atau dia mendapatkan suatu musibah, maka luka tersebut akan datang kepadanya pada hari kiamat dengan mengeluarkan darah yang banyak: warnanya seperti warna za’farān dan wanginya seperti wangi minyak kasturi.” (HR Ibnu Majah, Tirmizi, Nasa’i, Abu Daud, dan Ahmad).
Simpulannya, Islam itu indah.!!! Sebab, setiap lelaki muslim yang ingin mendapat tiket kelas eksekutif masuk surga, bisa ikut berjihad di medan perang. Olehnya, marilah kita berislam secara indah dengan ikut berjihad di medan perang, minimal berniat untuk mati syahid. Sebab, Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang mati namun belum pernah berperang (di jalan Allah), dan tidak pula berniat dalam hatinya untuk berperang, maka dia mati di atas cabang kemunafikan.” (HR. Muslim). (Depok, 14 Februari 2026).

