Islam Itu Indah (16)

February 17, 2026

ISLAM ITU INDAH (16)

Abdullah Hehamahua

 

Islam itu indah. !!! Sebab, siapa pun kita, apa pun status dan etinsi, akan menikmati hasil usaha masing-masing. Ini karena Allah SWT memberi rejeki ke hamba-Nya, sesuai usahanya, baik secara kuantitas maupun kualitas. Bahkan, Allah SWT juga memberi kewajiban dan cobaan, tidak melebihi kemampuan hamba-Nya. Allah SWT berfirman:

لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

 “Allah tidak membebani hamba-Nya melainkan sesuai kesanggupannya…..” (QS Al Baqarah: 286).

 

Empat Golongan Manusia

Islam itu indah. !!! Sebab, kualifikasi manusia, tidak ditentukan berdasarkan keturunan, etinis, bahkan mazhab fiqiyah. Namun, manusia dikualifikasi berdasarkan keimanan dan amalannya. Hal tersebut dibuktikan melalui hadits berikut:

 

Dari Abu Kabsyah al-Anmâri Radhiyallahu anhu, bahwa dia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya dunia itu untuk 4 orang, yakni:

  1. Hamba yang Allâh berikan rezeki  kepadanya berupa harta (dari jalan yang halal) dan ilmu (agama Islam), kemudian dia bertaqwa kepada Rabb-nya pada rezeki  itu (harta dan ilmu), dia berbuat baik kepada kerabatnya dengan rezeki, dan dia mengetahui hak bagi Allâh padanya. Maka hamba ini berada pada kedudukan yang paling utama (di sisi Allâh);

 

  1. Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa ilmu, tapi Dia (Allâh) tidak memberikan rezeki berupa harta, dia memiliki niat yang baik. Dia mengatakan: “Seandainya aku memiliki harta aku akan berbuat seperti perbuatan Si Fulan (orang pertama yang melakukan kebaikan itu)”. Maka dia (dibalas) dengan niatnya (yang baik), pahala keduanya (orang pertama dan kedua) sama;

 

  1. Hamba yang Allâh berikan rezeki kepadanya berupa harta, tapi Dia (Allâh) tidak memberikan rezeki kepadanya berupa ilmu, kemudian dia berbuat sembarangan dengan hartanya dengan tanpa ilmu. Dia tidak bertaqwa kepada Rabbnya padanya, dia tidak berbuat baik kepada  kerabatnya dengan hartanya, dan dia tidak mengetahui hak bagi Allâh padanya. Maka hamba ini berada pada kedudukan yang paling buruk (di sisi Allâh);

 

  1. Hamba yang Allâh tidak memberikan rizqi kepadanya berupa harta dan ilmu, kemudian dia mengatakan: “Seandainya aku memiliki harta aku akan berbuat seperti perbuatan Si Fulan (dengan orang ketiga yang melakukan keburukan itu)”. Maka dia (dibalas) dengan niatnya, dosa keduanya sama.

 

Simpulannya, Islam itu indah.!!! Sebab, Allah SWT Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Penyayang, dan segala Maha terhadap hamba-Nya. Ini karena, Allah SWT memberi rejeki, jabatan, bahkan cobaan, sesuai dengan niat dan prestasi hamba-Nya. Olehnya, marilah kita berislam secara indah dengan memurnikan niat, berusaha seoptimal mungkin sesuai syariah, dan menyerahkan seluruhnya ke Allah SWT (Depok, 13 Februari 2026).