WORLD-VIEW ISLAM DAN PERANG PEMIKIRAN JENIS BARU / NEO GHAZWUL FIKRI
Bahwa sesungguhnya hakikat kehidupan dunia merupakan pilar-pilar yang membentuk pandangan dunia (world-view) Islam.
Namun kini pandangan dunia Islam itu semakin bergeser, tergerus oleh propaganda Neo-Ghazwul Fikri.
Kita berada di persimpangan jalan; makin banyak orang galau dan memilih jalan kehidupan pragmatis; kehilangan makna dan arah kehidupan yang fitri.
Tiba-tiba belakangan ini kita berhadapan dengan berbagai jenis “Muslimin” yang jauh dari teladan Nabi Muhammad ﷺ dan para Sahabatnya.
Mereka bahkan berani mengutak-atik sejarah Nabi dan para Sahabat.
Tidak jarang mereka berteriak lebih lantang dan bertindak lebih garang daripada mereka yang bermujahadah setia kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Inilah yang memancing jidal dan perpecahan.
Apakah ini alamiah?
Tidak. Tidak alamiah dan tidak tiba-tiba.
Inilah panen Neo-Ghazwul Fikri — Perang Pemikiran Jenis Baru.
Usaha sistematis dan masif menjauhkan kaum Muslimin dari Islam.
Sasarannya spesifik: individu dan komunitas Muslim tertentu, yang diriset, dikategorikan, dan diperlakukan secara terukur dalam jangka panjang.
Hasilnya:
Muncul individu dan komunitas yang lantang mengatasnamakan Islam, namun jauh dari aqidah dan akhlaq Islam.
Atau tetap mengaku Muslim, tetapi menentang apa pun yang datang dari Islam.
SASARAN INDIVIDU
Contoh nyata adalah Mus’ab Hassan Yousef, putra tokoh Hamas di Tepi Barat.
Ia ditangkap Zionis Israel pada usia 19 tahun dan dipenjara selama 16 bulan.
Dalam penjara itulah isi pikiran, hati, lisan, dan tindakannya berubah drastis.
Islam dituduh sebagai agama teror, Al-Qur’an dituduh mengajarkan terorisme, dan kejahatan Zionis disebut “beradab”.
Inilah salah satu wajah kejahatan Neo-Ghazwul Fikri.
SASARAN KOMUNITAS
Apa yang dilakukan terhadap individu, dapat dan telah diterapkan pada komunitas.
Melalui pendidikan, beasiswa, riset orientalis, dan rekayasa sosial-politik.
Muncullah sarjana dan tokoh Muslim yang melemahkan aqidah umat dari dalam.
Ketika muncul keyakinan bahwa:
Islam bukan satu-satunya kebenaran
Al-Qur’an bukan wahyu
Syariah dianggap usang
— maka itu adalah korban Neo-Ghazwul Fikri.
PENYAKIT AKAR: AL-WAHN
Al-Wahn adalah cinta dunia dan benci mati.
Penyakit inilah pintu masuk sekularisme, liberalisme, dan kerusakan aqidah.
Saat Al-Wahn mewabah, umat mudah dibeli, dipecah, dan diarahkan.
RENUNGAN
Zaman edan — kata Ranggawarsita.
Al-Wahn — kata Nabi ﷺ.
Semakin jauh pandangan dunia Islam dari pandangan hidup umat Islam, semakin dekat tanda-tanda akhir zaman.
Namun belum terlambat.
Fahami. Berhenti. Bertaubat. Bersatu.
Hadanallahu wa iyyakum ajma’in
A. Dadang Hermawan
Dewan Pakar Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI)
Jakarta, 7 Juni 2023

