ISLAM ITU INDAH (6)
Abdullah Hehamahua
Islam itu indah. !!! Sebab, orang awam menganggap, shaum merupakan penyiksaan. Ini karena menurut mereka, bagaimana seseorang tidak makan dan minum selama 14 jam sehari. Apalagi, shaum itu berlangsung selama sebulan.
Namun, muslim/muslimah yang meyakini kebenaran rukun Islam ketiga, paham bahwa, shaum, tidak hanya sekadar melaksanakan perintah Allah SWT, tetapi ia juga mendatangkan manfaat bagi diri sendiri. Sebab, hasil penelitian membuktikan, shaum selain medatangkan ketenangan jiwa juga dapat menyembuhkan beberapa penyakit.
Manfaat Shaum
Islam itu indah. !!! Sebab, shaum yang benar, selain membuat seseorang menjadi muttaqin, juga mendatangkan beberapa manfaat bagi tubuh, antara lain:
- Shaum terbukti mengurangi risiko penyakit jantung. Sebab, ketika shaum, tubuh cenderung mengalami penurunan kadar gula darah dan insulin yang dapat membantu mengontrol tekanan darah, mengurangi peradangan, serta menstabilkan kadar kolesterol.
- Shaum juga memicu proses “autophagy” di mana sel-sel yang rusak atau tidak sehat dibersihkan. Konsekwensi logisnya, terjadi proses detoksifikasi yang menghilangkan racun dan zat-zat berbahaya dari tubuh. Dampak positif-nya, stres dalam sistem imun menurun dan mengurangi respons peradangan. Dampak positif lanjutannya, penyakit maag ternetralisir, gula darah terkontrol, serta mencegah penyakit parkinson dan alzheimer
Fasilitas dari Allah SWT
Islam itu indah. !!!. Sebab, Muslim/Muslimah yang melaksanakan shaum rama-dhan, memeroleh beberapa keringanan, antara lain:
- Muslim/Muslimah yang berstatus musafir, dapat meninggalkan shaum. Namun mereka mesti menggantinya di luar bulan ramadhan.
- Muslim/Muslimah yang sakit, boleh tidak bershaum. Namun, mereka mesti bershaum selesai ramadhan sejumlah hari yang ditinggalkan.
- Perempuan yang sedang haid atau nifas, tidak wajib melaksanakan shaum. Namun, mereka wajib bershaum pada waktu lain setelah bulan ramadhan sebanyak hari yang ditinggalkan shaumnya.
- Perempuan yang sedang menyusui jika khawatir akan mengganggu kesehatan bayinya, boleh tidak shaum. Namun mereka harus menggantikannya selesai ramadhan sejumlah hari yang ditinggalkan.
- Mereka yang pekerjaannya setiap hari sangat berat seperti buruh pelabuhan, dapat tidak bershaum. Namun, mereka harus membayar fidiah yang diserahkan ke fakir, miskin, mualaf, dan musafir yang kekurangan perbekalan.
- Lansia yang tidak mampu bershaum, dibebaskan dari kewajiban tersebut. Namun, mereka wajib membayar fidiah ke para mustahik.
- Muslim/Muslimah yang ketika sedang bersahur kemudian terdengar adzan, maka mereka bisa menyelesaikan sahurnya. Bahkan, seseorang yang tanpa sengaja meminum air, maka dia dapat melanjutkan shaumnya.
Simpuĺannya, Islam itu indah. !!! Sebab, sekalipun shaum ramadhan tersebut wajib hukumnya bagi setiap muslim/muslimah dewasa, tapi dapat meninggalkan kewajiban tersebut bagi mereka yang punya halangan atau keterbatasan tertentu. (Depok, 3 Februari 2026)

