ISLAM ITU INDAH (4)
Abdullah Hehamahua
Islam itu indah. !!! Sebab, untuk menjadi saleh/salehah, selain mengucapkan dua kalimah syahadah, berniat dan beramal baik, tidak bermaksiat, seseorang cukup menyerahkan segala urusannya ke Allah SWT. Inilah esensi ketauhidan. Sederhana dan mudah dipahami orang awam sekalipun. Allah SWT berfirman:
Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS Al Ikhlas: 1 – 4).
Penyerahan Diri Secara Total
Islam itu indah. !!! Sebab, seseorang yang paham akan ketauhidan seperti terkandung dalam surah Al Ikhas di atas, maka beliau senantiasa pasrah atas putusan Allah SWT. Dia menyerahkan diri secara total ke Allah SWT. Apalagi, beliau paham akan ayat Qur’an berikut:
“……. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS Ali Imran: 159).
Penyerahan diri secara total tersebut dapat dilihat dari kisah berikut: Seorang sahabat menemui Rasulullah SAW, melaporkan, anaknya belum kembali dari medan perang. Padahal, semua prajurid sudah kembali ke Madinah. Rasulullah SAW lalu menyuruh beliau pulang kemudian di rumah, bersama isteri terus mengucapkan kalimah “la haula wala quwwata illa billah.”
Rasulullah SAW memberitahukan bacaan tersebut, sesuai dengan ayat Al-Qur’an berikut: “…… Masyaa Allaah. Sungguh ini semua kehendak Allah. Tidak ada kekuatan apa pun kecuali dengan (pertolongan) Allah…..” (QS Al Kahfi: 39).
Sahabat tersebut bersama isterinya di rumah terus menerus mengucapkan kalimah yang diajarkan Rasulullah SAW tersebut.
Masyaa Allah !!! Malamnya, anak mereka tiba di rumah. Dahsyatnya, pemuda itu membawa beberapa ekor domba. Pemuda itu mengisahkan, dirinya ditawan oleh musuh. Beliau diborgol dan dikunci dalam ruangan khusus. Tetiba, malamnya, borgol di tangannya terbuka sendiri. Pintu ruangan tempat dikurung, terbuka juga dengan sendirinya. Pemuda itu pun langsung keluar menuju Madinah. Dahsyatnya, beberapa ekor domba mengikutinya dari belakang. Bahkan, menurutnya, beliau seperti terbang sehingga bisa cepat sampai di rumahnya beserta beberapa ekor domba.
Simpuĺannya, masalah atau musibah yang menurut logika, sukar bahkan tidak mungkin teratasi, tapi jika Allah SWT menghendaki, tertanggulangilah ia. Sebab Allah SWT dengan hak prerogative-Nya, cukup mengatakan “kun fayakuun” (jadilah maka jadilah sesuatu itu). Allah SWT berfirman: ” (Allah) Pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah” maka jadilah sesuatu itu (QS: Al Baqarah: 117). Itulah indahnya Islam (Depok, 31 Januari 2026).

