ISLAM ITU INDAH (3)
Abdullah Hehamahua
Islam itu indah. !!! Sebab, seseorang yang berniat baik, langsung dicatat Malaikat sebagai satu pahala. Namun, ketika seseorang berniat jahat, Malaikat tidak mencatatnya sebagai saham di neraka.
Islam itu indah.!!! Sebab, jika niat baik seseorang dilaksanakan secara operasional, maka saham akhiratnya meningkat secara dahsyat, yakni 10 sampai 700 pahala di surga. Namun, jika niat jahat seseorang dilaksanakan, maka Malaikat hanya mencatatnya sebagai satu saham di neraka.
Islam itu indah. !!! Sebab, jika seseorang bertobat nasuha setelah melakukan suatu kejahatan, maka saham di neraka tersebut langsung dihapus. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW ke ‘Amru bin ‘Ash, “…dan Taubat itu menghapuskan dosa-dosa sebelumnya” (HR. Muslim dan Ahmad).
Taubatan Nasuhah
Islam itu indah.!!! Sebab, sebanyak mana pun dosa, asalkan bukan syirik, pasti dimaafkan Allah SWT. Syaratnya sangat sederhana dan indah, yakni taubatan nasuhah. Sebab, Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya…” (QS An-Nisaa: 17).
Nabi Muhammad SAW pun menyampaikan sebuah hadits qudsi yang berbunyi” “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian.” (HR Muslim).
Syarat taubatan nasuhah sangat sederhana dan indah: Pertama, sungguh-sungguh menyesali dosa yang dilakukan secara tulus dan ikhlas. Sebab, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Penyesalan adalah taubat” (HR. Ibnu Majah).
Kedua, langsung meninggalkan perbuatan dosa tersebut. Ketiga, bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut selamanya. Keempat, jika dosa berkaitan dengan hak orang lain maka wajib mengembalikannya. Minimal meminta maaf dari orang yang disakiti atau dirugikan. Kelima, taubat harus dilakukan sebelum ajal sampai di tenggorakan.
Simpulannya, hindarkan diri dari berniat jahat, apalagi sampai melakukannya. Namun, manusia tempat berbuat salah. Konsekwensi logisnya, setiap waktu, baik sesudah shalat maupun waktu lain, selalu beristighfar. Sebab, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari” (HR. Bukhari).
Marilah kita berislam dengan benar dan shahih. Sebab, Islam Itu indah. (Depok, 30 Januari 2026).

